Cerita Sex : Pijatan Erotis Ala Didit


Rasanya tidak ada yg lebih nikmat dari pijatan tangan laki-laki kuat seusai letih berolahraga alias sehari beraktivitas.-cerita sex homo– Itu sebabnya gw tdk segan segan mengeluarkan duit untuk bayar pemijat pria yg tahu tutorial mengendurkan otot otot tubuh yg kaku sekaligus membuat gw rileks abis.

Sayangnya jarang sekali tukang pijt pria yg benar benar ahli. Terpaksa akhirnya gw tidak jarang pakai jasa pemijat wanita di spa spa yg kini makin menjamur. Apa boleh buat, walau sebetulnya gw lebih suka pijatan maskulin laki-laki.

Cerita sex terakhir, Itu sebabnya ketika gw baca iklan baris mengenai seorang pemijat pria yg khusus melayani klien laki-laki, gw tergoda untuk menghubungi nomor teleponnya serta membuat janji. Semakin terang gw suka khawatir menanggapi iklan yg tidak jarang kali tdk jelas kebenarannya. Salah salah dapat menjadi korban pemerasan alias bahkan perampokan. Tetapi dari pembicaraan kami di telepon, tampaknya Didit (nama tukang pijat tsb) lumayan sopan serta profesional.-cerita hot-
Cerita dewasa terakhir, Tempat “praktek” Didit nyatanya terletak tdk jauh dari salah satu pusat pertokoan di pusat kota jadi mudah untuk dicari. Apalagi letaknya tdk terlalu jauh dari kantorku jadi kunjungan dapat diperbuat dgn mudah usai jam kantor. Rupanya Didit lumayan laris jg jadi kami tdk dapat langsung datang tanpa membuat perjanjian sebelumnya.

Cerita mesum 2016, Untuk sesi pertama gw ama Didit, gw sengaja pulang dulu untuk mandi. Maklum, gw tetap malu malu serta takut aroma badan gw bikin Didit terganggu. Dlm perjalanan ke tempat Didit, perasaan gw bercampur baur dari excited, nervous hingga worried. Tetp sesampainya di dlm ruko tempat Didit bekerja, gw mulai tenang. Tempatnya bersih serta Didit sendiri berpakaian rapi menyambut gw dgn ramah serta sopan.

Cerita ngentot hot, Kekhawatiran gw langsung pupus. Rasanya tdk mungkin Didit meperbuat pemerasan alias sejenisnya. Didit nyatanya berpenampilan jauh lebih muda dari umurnya yg 35 tahun. Parasnya sangat jantan, klimis dgn otot otot yg bersembulan dibalik kaos ketatnya. Rasanya sdh tdk tahan ingin merasakan sentuhan jantan dari Didit.

Didit menyilakan gw masuk ke dlm ruangan pijat yg bercat putih dgn aroma eucalyptus yg menenangkan. Cahaya redup serta musik klasik yg mengalun lembut meningkatkan suasana yg bikin gw makin rileks.-cerita sex hot- Berbagai lilin aromatherapi dinyalakan sambil Didit mengoleskan minyak ke tangannya yg kekar serta sedikit berbulu.

Dia mempersilahkan gw membuka baju serta celana gw serta tidur menelungkup di meja pijatnya yg dilapisi kain katun lembut. Awalnya gw agak malu malu bertelanjang di depan lelaki jantan semacam Didit, apalagi menonton bentuk tubuh gw yg jauh dari seksi. Tetap dgn bercelana dlm, gw berlangsung mendekati meja pijat hingga Didit menghentikan gw. Dirinya meminta gw melepaskan bikini ketat Calvin Klien gw.
“Terapi sayan diperbuat tanpa busana”, katanya.

Dgn agak canggung, akhirnya kulepaskan kain penutup aurat tsb. Sebab tegangnya, tdk terasa penis gw sdh sedikit mengeras tetapi gw tutupi dgn tangan hingga gw menelungkup di meja pijat. Didit sendiri tetap terbalut kaos putih serta celana jeans yg sama sama ketat membalut dada serta paha kekarnya.

Pijatan Didit terbukti benar benar membuat ketegangan otot gw sirna. Dimulai dari leher, turun ke punggung serta pinggang, tangan Didit dgn terampil meperbuat gerakan memutar, menekan serta hebat dgn ritme yg berganti antara lembut serta keras. Perlahan tangan Didit bergerak menyentuh pantat serta paha atasku. Tidak terasa birahi gw mulai bangkit seiring dgn sentuhan sentuhan Didit yg makin terasa erotis. Seusai 30 menit, Didit memintaku untuk berbalik serta tidur terlentang. Kembali rasa maluku muncul, apalagi seusai menonton kalau batang kemaluan gw sdh mulai mengeras lagi.-cerita mesum-
“Tdk usah malu”, suara Didit menepis keragu-raguanku.

Gw mencoba menekan gejolak birahiku supaya penis gw tdk ngaceng. Rupanya usaha gw lumayan sukses. Gw mulai rileks saat belaian jantan Didit mulai menyentuh kaki gw. Tetp sayangnya faktor itu tdk berawet, ketika pijatan sdh menyentuh paha atas gw, batang kejantanan gw sdh mulai bangkit. Akhirnya pada saat tangan Didit sdh mulai memijat dadaku yg berbulu, penis gw yg 14 centi (terbukti tdk panjang untuk ukuran lelaki asia) sdh tegak berdiri. Didit tampaknya tenang tenang saja serta tdk memberbagi reaksi yg meningkatkan rasa malu. Dirinya dgn tenang semakin memijat dada serta perut hingga ke daerah selangkangan.

Semakin terang dari pengalaman gw terdahulu, tdk semua pemijat mau meperbuat pijatan alat vital, bahkan diminta sekalipun. Gw sendiri tdk berani memintanya terhadap Didit. Gw pikir seusai tahap kepala, biasanya pijatan beres. … tetp nyatanya tdk.
Seusai seluruh tubuh gw berlumur minyak serta otot otot gw lemas sebab pijatan, Didit berbisik ke telinga serta mengatakan
“Penis bapak sangat jantan, mau saya pijat jg ? Tanpa bayaran lebih kok”. Gw mengangguk tanpa mengeluarkan satu katapun. Kupejamkan mataku saat kurasakan belaian halus di atas batang kemaluanku.

Perlahan belaian Didit menyusuri batang kejantanan gw, mulai dari tahap kepala, badan hingga ke tahap bawah dekat kantong zakarku. Sebab penisku tdk disunat, Didit mulai memainkan kulupku diselingi dgn centilan lembut ke biji zakar kiri serta kanan dengan cara bergantian. Ya Tuhan, birahiku benar benar memuncak serta belum sempat gw merasakan kenikmatan sentuhan pada alat kejantananku semacam saat itu.

Penisku makin membesar serta mengkilat dari lumuran minyak. Satu tangan Didit mulai membelai bulu bulu dada serta pentil susu gw yg jg sdh mengeras. Selama satu tangan mulai bergerak dari kantor zakar ke arah bawah. Tdk terasa jari jarinya mulai memasuki tubuhku serta penisku mulai berdenyut denyut hendak menyemburkan peju yg sdh tertahan sendari tadi. Pijatan di dada serta permainan jari di celahku benar benar membuat gw lepas kendali serta mulai mengeluarkan desahan desahan yg tidak tertahankan. Didit dgn lembut membisikan kata kotor yg makin membuatku birahi. Tidak kusangka kalau ucapan kotor dapat meningkatkan kenikmatan beronani.
Tangan Didit saat ini sdh kembali menyentuh serta mengocok penisku. Naik – turun – naik – turun.
“Aghhhhhhhhh… penisku, Dit.. penisku.. Dit” desahku.

Kulupku mulai berminat naik serta turun, sesekali menunjukan kepala penisku yg biasanya tertutup. kocokan keras serta cepat, berubah menjadi gerakan mengocok yg benar benar mengangkat gw ke surga dunia. Didit memintaku menaruh kedua tanganku di atas kepalaku jadi bulu bulu di ketiakku terkesan olehnya.
“Sangat sexy”, katanya.
Keringat mulai mengucur dari pelipis Didit. Tdk tahan akhirnya dirinya melepaskan kaos ketatnya. Nafsu birahiku makin memuncak menonton dadanya yg bidang berotot dgn bulu bulu halus yg menyelumuti seluruh tubuhnya. Rupanya Didit terangsang pula, terkesan dari tonjolan besar dibalik celana jeansnya.

Pemandangan dada seksi nan jantan dari Didit, ditambah dgn kocokannya yg erotis benar benar bikin gw tdk tahan lagi serta gw berteriak
“Dit, penis gw, penis gw.. udah mau muncrat… ah, penis gw….. “,
“Crett… Crett… Crett…” Pejuku langsung muncrat, sebagian terlontar bak meriam, menghujani dada berbulu Didit, sebagian muncrat ke muka serta dada gw sendiri.
“Aahhhhhh….”. Rupanya ejakulasi gw yg pertama tetap belum lumayan memuaskan bagi Didit.

Tangannya tetap semakin mengocok penisku, hari ini tambah cepat serta keras. Kulupku sdh berminat hingga kepala penisku saat ini telanjang, terekspose, basah dgn cairan sperma serta minyak. Rasa nikmat bercampur dgn rasa sakit sebab saraf yg amat sensitif ini saat ini tergesek oleh tangan Didit yg dgn jantan mengusap serta menggosoknya.

“Oohhh.. Dit, sakit, Dit… penis gw sakit….”. Tetapi Didit tetap mengocok, hari ini dgn satu tangannya mulai mengocok batang penisnya sendiri – yg disunat serta tegak berdiri dgn jantan, 18 centi dgn diameter 5 centi. Besar, hitam serta… sangat maskulin ! Kami sama sama mulai mendesah nikmat… serta.-cerita ngentot-
“Creeett, … creettt… creeettt…” baik penis Didit serta penis gw sama sama memuncratkan sperma yg hari ini benar benar bikin kedua dada serta perut kami berlumuran sperma tsb.
“Aaaaahhhhhhhh…………!”.

Seusai itu Didit mengambil handuk hangat serta mulai membersihkan tubuhku dari minyak serta sperma. Seusai bersih serta berpakaian, kuberbagi tip yg besar serta berjanji untuk kembali lagi minggu depan untuk sesi pijat berikutnya. Sejak itu, Didit sdh menjadi pemijat langgananku…

Share: