Musim Bokep : Pelajaran Bercinta


Aku Sony, berusia 23 tahun. Ini cerita tentang pengalamanku. Pertama-tama aku mau cerita soal diriku. Aku sekarang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang. Di Malang aku tinggal dengan tanteku. Tanteku orangnya tetap muda, umurnya hanya selisih 3 tahun denganku. Itulah tentang diriku, dan selanjutnya silakan ikuti pengalamanku ini.

Saat itu aku baru saja pulang kuliah, langsung saja kumasuk ke kamar. Ketika baru hingga di depan pintu kamar, samar-samar kudengar tante sedang bicara dengan kawannya di telpon. Aku orangnya terbukti suka jahil, kucoba menguping dari balik pintu yang terbukti sedikit terbuka. Kudengar tante mau mengadakan pesta seks di rumah ini pada hari Sabtu. Aku gembira sekali mendengarnya. Untuk memastikan kabar itu, langsung saja aku masuk ke kamar tante. Seusai berakhir telpon, tante kaget menontonku telah masuk ke kamarnya.

“Lho Son, Kalian udah pulang rupanya. Kalian ada butuh ama Tante, ya..?” katanya.
Aku langsung saja to the point, “Tante, Sony mau nanya.., boleh khan..?” kataku.
“Boleh aja keponakanku sayang, Kalian mau nanya apa..?” sambungnya sambil menyubit pipiku.
“Tapi sebelumnya Sony minta maaf Tante, soalnya Sony tadi nggak sengaja nguping pembicaraan Tante di telpon.”
“Aduhh.. Kalian nakal ya Son, awas kelak Aku bilangin ama Mami Kalian lho. Tapi.. Oke dech nggak apa-apa. Terus apa yang mau Kalian tanyakan, ayo bilang..!” katanya agak jengkel.
“Sony tadi dengar Tante ama kawan Tante mau ngadain pesta seks disini, benar itu Tante..?” kataku pelan.
“Idihh.. jorok ach Kamu. Masak Tante mau ngadain pesta seks disini, itu nggak benar Son.”
“Tapi tadi Sony dengar sendiri Tante bicara ama kawan Tante, please donk Tante, jangan bohongin Sony. Kelak Sony bilangin ama Om kalau Tante mau ngadain pesta disini.” kataku agak mengancam.

“Apaa..! Aduhh.., Son, please jangan bilang ama Om Kamu. Iya dech Tante ngaku.” katanya agak memohon.
“Nah, khan ketahuan Tante bohongin Sony.” kataku bahagia.
“Terus Kalian mau apa kalau Tante ngadain pesta..?” katanya penasaran.
“Gini Tante, anuu.., anuu.., Sony.., pengen.. anuu..”
“Anu apa sih Son..? Ngomong donk terus terang..!” katanya tambah penasaran.
“Boleh nggak, Sony ikutan pestanya Tante..?”
Aduh tante melotot lagi sambil mengatakan, “Udah, ah, Kalian ini kayak orang tidak lebih kerjaan aja.”
Terus kurayu lagi, “Yaa.. Tante.. ya.. please..!”
“Tapi ini khan untuk orang dewasa lagi, Kalian ngaco dech. Lagian khan Kalian tetap kecil.” katanya agak kesal.
“Tapi Tante, Sony khan udah gede, masak nggak boleh ikut. Kalau nggak percaya, Tante boleh lihat punya Sony..!”
Lalu kulepaskan celana dan CD-ku. Lalu terkesanlah batang kemaluanku yang lumayan besar, kira-kira panjangnya 17 cm dengan diameter 10 cm.

Tante kaget sekali menonton ulahku lalu, “Wowww.., Sony sayang.., punya Kalian besar dan panjang sekali. Punya Kalian lebih besar dari Om Kamu. Hhhmm.., boleh nggak Tante pegang kepala yang besar itu Sayang..?” katanya dengan genit.
“Tante boleh ngobok-ngobok kontolku, tapi Tante wajib ngijinin Sony ikut pesta nanti..!” kataku agak mengancam.
“Ya dech, Sony kelak boleh ikut. Tapi Tante mau nanya ama kamu, Sony udah sempat ngeseks belom..?” tanyanya.
Lalu kukatakan saja kalau aku belum sempat meperbuat seks dengan cewek, tapi kalau raba sana, raba sini, cium sana, cium sini sih aku sempat meperbuatnya.
“Mau nggak Tante ajarin..?” katanya dengan genit.
Aku hanya terdiam. Lalu tiba-tiba tante meletakkan tangannya di pahaku. Aku begitu terkejut.
“Kenapa Kalian terkejut..? Tante hanya memegang paha Kalian aja kok..!”
Kemudian tante mengambil tanganku, lalu dirinya mulai menciumi tanganku. Aku merasakan barangku mulai bangun.

Tanteku mulai menciumi leherku, kemudian bibirku dilumat juga. Dirinya masukkan lidahnya ke dalam mulutku, tanpa kusadari aku mengulum lidahnya. Nafasnya mulai tidak beraturan kudengar. Sementara kami asyik berciuman, tangannya mulai meraba-raba batang kemaluanku. Dirinya meremas-remas pelan. Aku pun jadi mulai berani. Kumasuki tanganku ke dalam bajunya untuk meraba payudaranya. Kumasukkan tanganku ke dalam bra-nya, terus kuremas-remas.
“Aaahh..” dirinya mulai mendesah.

Tidak lama aku disuruh duduk di tepi ranjang, sementara tante melepaskan bajunya step-by-step. Mataku tidak berkedip sedetik pun. Aku tidak mau melepaskan pemandangan yang indah itu dari mataku. Kelihatan bra-nya yang berwarna hitam transparan, jadi payudaranya yang putih dengan putingnya yang merah kecoklatan samar terkesan. CD-nya nyatanya berwarna hitam transparan berenda. Kulihat belahan vaginanya yang tidak ada bulunya itu. Lalu dirinya melepaskan bra-nya, payudaranya yang lumayan besar itu semacam loncat keluar dan mulai berayun-ayun, membikinku tambah tegang saja. Kemudian dirinya melepaskan CD-nya. Kelihatan vaginanya begitu luar biasa, agak kecoklatan warnanya. Lalu tante jalan menghampiriku yang duduk di tepi ranjang.
“Tante buka baju Kalian yaa.., Son..?” katanya genit.

Aku hanya mengangguk. Seusai aku telanjang total, tante langsung jongkok di depanku dan menyuruhku membuka kaki lebar-lebar. Batang kejantananku yang telah tegang itu tepat di depan wajahnya. Lalu dirinya mulai menjilati kakiku mulai dari jempol kakiku dan yang lainnya. Dirinya naik ke betisku yang berbulu lebat, persis hutan di Kalimantan. Kemudian dirinya naik lagi ke pahaku, dielusnya dan dijilatinya, seusai itu dirinya berpindah ke celah anusku yang juga dicium dan dijilatinya. Selain itu, nyatanya dirinya memasukkan jari tengahnya ke celah anusku. Ohh.., nikmatnya. Lalu dirinya mulai mengelus-elus batang kejantananku dan tangan satunya memijat-mijat my twins egg-ku.
“Aaahh..!” aku mengerang kenikmatan.

Kemudian dirinya memasukkan batang kejantananku ke mulutnya, dirinya hisap penisku, terus diemut-emutnya senjata kejantananku. Dirinya gerakkan kepalanya naik-turun dengan batang kejantananku tetap di dalam mulutnya. Terasa penis saya menyentuh tenggorokannya dan tetap terus dirinya tekan. Tetap dirinya tekan terus hingga bibirnya menyentuh badanku. Semua batang penisku ditelan oleh tanteku, lidahnya menjilat tahap bawah penisku dan bibirnya dibesar-kecilkan, suatu  rasa yang tidak sempat kubayangkan. Penisku kemudian dikeluar-masukkan, tapi tetap masuk seluruhnya ke tenggorokannya.
Seusai berbagai lama dihisap dan dikeluar-masukkan, terasa batang penisku telah mau mengeluarkan cairan.

Sambil memeras biji kemaluanku dan tangan yang satu lagi dimasukkannya ke dalam celah pantatku, kubilang sama tante, “Tante.., Aku mau keluar, ohh..!”
Dia keluarkan penisku dan bilang, “Go on come in My mouth. I want to taste and drink your cum, Sony. Hhhmm..”
Penisku dimasukkan lagi, dan sekarang dirinya memasukkan dengan lebih dalam dan dihisap lebih keras lagi. Seusai berbagai kali keluar masuk, kukeluarkan spermaku di dalam mulut tante, dan langsung ke dalam tenggorokannya. Terasa tengorokannya mengecil dan jari di celah pantatku lebih ditekan ke dalam lagi hingga semuanya masuk. Aku sangatlah merasakan nikmat yang susah dikatakan.

Perlahan-lahan dirinya mengeluarkan batang penisku sambil mengatakan, “Punya Kalian enak Son.., Tante suka,” katanya, “Sekarang giliran Kalian yaahh..!” pintanya.
Kemudian dirinya berbaring di tempat tidur dan kakinya dikangkanginya lebar-lebar. Tante menyuruhku menjilat vaginanya yang kelihatan telah basah. Baru pertama kali itu kulihat vagina dengan cara langsung. Dengan agak ragu-ragu, kupegang bibir vaginanya.
“Jangan malu-malu..!” katanya.
Kugosok-gosok tanganku di bibir kemaluannya itu. Mmmhh.., dirinya mulai mengerang. Lama-lama klitorisnya mulai mengeras dan menebal.
“Kamu jilat dong..!” pintanya.
Kemudian aku menunduk dan mulai menjilati liang senggamanya yang telah merah itu.
“Mmmhh.., enak juga..” kupikir.

Aku terus bersemangat menjilati vagina tanteku sendiri. Sedang asyik-asyiknya aku menjilati liang senggama, tiba-tiba badan tanteku mengejang.
Desahannya terus keras, “Aaahh.., aahh..!”
Lalu muncratlah air maninya dari celah senggamanya tidak sedikit sekali. Langsung saja kutelan habis cairan itu. Mmmhh.., enak juga rasanya.
Kemudian dirinya bilang, “Ohh.., God.. bener-bener luar biasa Kalian Son.. lemes Tante.. nggak kuat lagi dech untuk berdiri.., ohh..!”
Lalu dengan perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi ranjang, kubuka pahanya lebar-lebar dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Vaginanya sekarang telah terbuka agak lebar. Nampaknya dirinya tetap terbayang-bayang atas momen tadi dan belum sadar atas apa yang kuperbuat sekarang padanya. Begitu tante sadar, batang kejantananku telah menempel di bibir kemaluannya.
“Tante, Sony udah nggak tahan nich..!” kataku memohon.
Dia mengangguk lemas, lalu, “Ohh..!” dirinya hanya dapat menjerit tertahan.

Lalu selanjutnya aku tidak tahu bagaimana tutorial memasukkan penisku ke dalam liang senggamanya. Celahnya agak kecil dan rapat. Tiba-tiba kurasakan tangan tante memegang batang kejantananku dan mengajar senjataku ke liang kenikmatannya.
“Tekan disini Son..! Pelan-pelan yaa.., punya Kalian gede buanget sih..!” katanya sambil tersenyum.
Lalu dengan perlahan dirinya menolongku memasukkan penisku ke dalam celah kemaluannya. Belum hingga setengah tahap yang masuk, dirinya telah menjerit kesakitan.
“Aaa.., sakit.. oohh.., pelan-pelan Son, aduhh..!” tangan kirinya tetap menggenggam batang kemaluanku, menahan laju masuknya supaya tidak terlalu keras.

Sementara tangan kanannya meremas-remas rambutku. Aku merasakan batang kejantananku diurut-urut di dalam liang kenikmatannya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan tante membikin penisku susah untuk memasukkan lebih dalam lagi.
Aku luar biasa tangannya dari penisku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong batang kejantananku masuk sedikit lagi.
“Aduhh.., sakitt.., ohh.. sshh.. aacchh..” kembali tante mengerang dan meronta.

Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak sabar lagi kupegang erat-erat pinggulnya supaya dirinya berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya batang kemaluanku ke dalam lagi. Kembali tante menjerit dan meronta dengan buasnya.
Aku berhenti sejenak, menantikan dirinya tenang dulu lalu, “Lho kok berhenti, ayo goyang lagi donk Son..,” dirinya telah dapat tersenyum sekarang.

Lalu aku menggoyang batang kejantananku keluar masuk di dalam liang kenikmatannya. Tante terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku.
Lama juga kami bersi kukuh di posisi semacam itu. Kulihat dirinya hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan bibir kemaluannya menjepit batang kejantananku dengan sangat kuat, tubuh tante mulai menggelinjang, nafasnya mulai tidak karuan dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.
“Ohh.., ohh.., Tante udah mo keluar nich.., sshh.. aahh..” goyangan pinggulnya sekarang telah tidak beraturan, “Kamu tetap lama nggak, Son..? Kami keluarin bareng-bareng aja yuk.. aahh..!”
Tidak menjawab, aku terus mempercepat goyanganku.

“Aaahh.., Tante keluar Son..! Ohh ennaakk..!” dirinya mengelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.
Aku terus bersemangat menggenjot. Aku juga merasa bahwa aku juga bakal keluar tidak lama lagi.
Dan akhirnya, “Ahh.., sshh.. ohh..!” kusemprotkan cairanku ke dalam liang kewanitaannya.
Lalu kucabut batang kejantananku dan terduduk di lantai.
“Kamu hebat..! Telah lama Tante nggak sempat klimaks.., oohh..!” katanya girang.
“Ohh.., Sony cape.., Tante!” kataku sambil tersenyum kelelahan.

Kami tidak lama kemudian tertidur dalam posisi kaki tante melingkar di pinggangku sambil memeluk dan berciuman. Aku telah tidak ingat jam berapa kami tertidur. Yang kutahu, ada yang membersihkan penisku dengan lap basah tapi hangat. Nyatanya tante yang membersihkan batang kejantananku dan dirinya telah terkesan bersih lagi. Seusai berakhir membersihkan penisku, dirinya langsung menjilatinya lagi. Dengan tetap semangat, batang kejantananku dihisap dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Yang ini terasa lebih dalam dan lebih enak, mungkin posisi mulut lebih tepat dibandingkan waktu aku berdiri.

Dengan cepat batang keperkasaanku menjadi keras lagi dan dirinya bilang, “Son, sekarang Kalian kerjain Tante dari belakang ya..!”
Dia kemudian membelakangiku, pantat dan vaginanya terkesan merekah dan basah, tapi bekas-bekas spermaku telah tidak ada. Sebelum kumasukkan batang kejantananku, kujilat dulu bibir vaginanya dan celah pantatnya. Tercium aroma sabun di kedua celahnya dan sangat bersih. Cairan dari liang senggamanya mulai membasahi bibir kemaluannya, ditambah dengan ludahku. Di ujung kemaluanku terkesan cairan menetes dari celah kepala kejantananku. Kuarahkan batang kemaluanku ke celah vaginanya dan menekan ke dalam dengan pelan-pelan sambil merasakan gesekan daging kami berdua. Suara becek terdengar dari batang kejantananku dan vaginanya, dan lumayan lama aku memompanya dengan posisi ini.

Tante kemudian berdiri dan bersandar ke dinding di atas tempat tidur sambil membuka pahanya lebar-lebar. Satu dari kakinya diangkat ke atas. Dari bawah, kemaluannya terkesan sangat merah dan basah.
“Ayo masukin lagi sekarang, Son..!” pintanya tidak sabar.
Aku dengan bahagia hati berdiri dan memasukkan batang kejantananku ke liang senggamanya. Dengan posisi ini, kumasuk-keluarkan batang kejantananku. Setiap kali aku mendorong batang penisku ke liang senggamanya, badan tante membentur dinding.
Sambil memelukku dan sambil berciuman, dirinya bilang, “Son, Tante mo keluar nich..!”
Kemudian kurasakan celah senggamanya diperkecil dan memijat batang keperkasaanku dan bersamaan kami keluar dan orgasme. Aku tetap dapat juga keluar, mesikipun tadi telah keluar dua kali. Dan yang hari ini sama enaknya.

Kami terus rebahan di kasur sambil berpelukan. Kepala tante di dadaku dan tangannya memainkan penisku yang tetap basah oleh sperma dan cairan vaginanya. Dengan nakal tante menaruh jari-jarinya ke wajahku dan mengusap ke seluruh wajahku. Aroma sperma dan vaginanya menempel di wajahku. Dirinya tertawa waktu aku pura-pura mau muntah. Untuk membalasnya, kuraba-raba vaginanya yang tetap tidak sedikit sisa spermaku dan seluruh telapak tanganku basah oleh sperma dan cairan dia. Pelan-pelan kutaruh di wajahnya, dan wajahnya kuolesi dengan cairan itu. Dirinya tidak mengeluh tapi justru jari-jariku dijilat satu persatu.
Seusai jari dan tanganku bersih, dirinya mulai menjilati wajahku, semua bekas sperma dan cairannya dibersihkan dengan lidahnya.

Berakhir dengan kerjaannya, dirinya bilang, “Son, sekarang giliran Kalian yaahh..!”
Wow, tidak disangka aku wajib menjilat spermaku sendiri. Sebab tidak punya opsi, aku mulai menjilati cairan di wajahnya, dimulai dari bibirnya sambil kukulum keras-keras. Nafas tante terasa naik lagi dan tangannya mulai memainkan batang kejantananku. Tidak disangka kalau aku dapat juga membersihkan wajahnya dan menjilat spermaku sendiri.
Tanganku diarahkan ke liang senggamanya dan digosok-gosokkan ke klit-nya. Kami saling memegang kira-kira 30 menit. Terus kami berdua mandi untuk membersihkan badan kami.

Musim Bokep : Gentot Pacar Temen DI Kamar Mandi


kisah sex ini saya alamiah sendiri.... hari ini kisah mengenai pacar temen yang saya entotin di kamar mandi kontrakan... bener bener pengalaman yang sangat menarik yang tidak terlupakan... yuuk simak curhatan sex saya dibawah ini.....

Sebut saja namaku Rian, usiaku 25 tahun serta aku bekerja di salah satu indomaret diwilayah semarang jawa tengah, aku mempunyai tubuh yang atletis, kulitku putih, tinggi badanku 170 cm, bentuk tubuh yang ideal bagi seorang cowok, tidak hanya itu, aku juga type cowok yang gemar melihat film bokep khususnya video skandal yang tersebar di dunia maya...

Singkat cerita, aku tinggal di kontrakan di daerah semarang tengah tidak jauh dari tempat kerjaku. Aku mempunyai kawan main yang lumayan akrab, setiap saat rutin bareng untuk menghabiskan malam.... namanya Aria, dirinya seorang anak motor yang tidak jarang mengikuti balap liar di jalur alteri semarang..... dari kegemarannya tersebut, dirinya mempunyai pacar seorang mahasiswi yang bener bener cantik serta sexy....

Namanya Nadia, kuliah disalah satu fakultas ekonomi di perguruan tinggi Negeri semarang..... pada sebuahsaat, Aria mengundang saya untuk berkaraoke di cafe biasa kami gunakan untuk menghibur diri.... tetapi pada saat itu keuangan saya sedang pas pasan, apalagi ditambah cuaca hujan deras....
“Brooo, singsong yuk.... daripada bengong di kontrakan”. Aria mengirim bbm saya untuk mengjak berkaraoke..

“Wah sory bro, lagi krisis nih... buat bersi kukuh nasib dulu aja dech...”. jawabku sambil sedikit menolak ajakan sebab ekonomi baru bener bener gak memungkinkan..
“Haduuuhhh gue juga brooo, gmna ya, nih aku dah ama si NADIA nih....”. Aria terus membujuk tapi apadaya dompet hanya berisikan lembaran merah 4 lembar.
“Yaudah loe kesini aja ajak si Nadia.... kami mabuk hingga pagi aja gmana...?.. aku punya inisiatif untuk mengisi malam itu dengan mengundang ke kontrakanku...

Akhirnya Aria setuju serta datang ke kontrakanku selang berbagai jam kemudian.... dengan menaiki Ninja 4 tidak full modifikasi, Aria juga mengundang pacarnya si Nadia.. sungguh pandangan yang menarik,,, ngiler beneeerrr melihat body si Nadia.... dengan kaos warna hitam yang ketat, terkesan payudaranya yang bener bener sexy mencuat keatas dengan kencang serta padat, ditambah menggunakan celana singkat jeans......bokongnya yang bener bener semok membikin saya merasakan birahi untuk mencicipi tubuh Nadia...

“Selamat malam brooo... sory lama soalnya hujan deres nunggu reda dulu...” Aria sambil masuk ke kamar kontrakan saya dengan menggandeng masuk si Nadia...
“Ohhh santai aja bro, namanya juga hujan,, ini pacar kalian ya Aria???.... “Tanyaku sambil basa busuk serta terus ku perhatikan wajahnya yang bener bener putih bersih rambut rebonding luruuuusss ... kulit leher hingga dada tercium wangiiii... seakan bakal nafsu terus bergelora serta kontolpun mengeluarkan sinyal yang kuat...
Akhirnya kami sepakat untuk membeli minuman keras congyang botol kecil (minuman khas kota semarang) setidak sedikit 10 botol, serta makanan ringan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram...
“Nadia biar disini dulu ya bro ama loe, gue belanja dulu buat pesta.” Kata Aria terhadap saya, dalam hati kecil ... wah ini peluang emas untuk lebih tau siapa Nadia.,,, pengen banget ngajak ngobrol ahhhh....

“Siaapppp deech brooo, gue jagain si Nadia.. aman pokonya ama gue....” jawabku bersemangat sebab tidak sabar ingin berbincang dengan bidadari satu ini..
Tak lama kemudian Ariapun berangkat untuk membeli miras serta makanan tambahan,,, terkesan Nadia duduk bersimpuh di atas kasur saya, dengan tangan yang rutin membelai rambut lurusnya, apalagi ditambah parfumnya yang bener bener wangi tercium meningkatkan gairah terus tidak terbendung... tetapi dalam benak saya juga berfikir, ini salah sebab Nadia merupakan pacar sahabat saya... batinkupun mulai meberontak...

“Nama kalian siapa..???”.. tanyaku memulai percakapan dengan si Nadia..
“Nadia mas, kalo mas siapa? Udah kenal lama sama si Aria?”... jawab si Nadia dengan senyuman hangat...
“Ohhh .. aku Rian serta aku telah 5 tahun kenal dengan Aria....” dengan serius aku mengobrol dengan si Nadia....

Tak lama kemudian Aria datang dengan membawa persediaan pesta untuk malam ini... serta pestapun dimulai... awalnya saya membuka congyang 3 botol serta saya berikan untuk Aria serta si Nadia... makanan tambahan untuk pelengkap 1 porsi kepiting saos tiram saya taruh mangkok besar, serta kamipun menikmati suasana.... 3 botol habis juga, Aria meminta saya untuk membuka lagi minumannya... akhirnya saya buka lagi ... Nadia juga saya tambah lagi... kamipun sambil bercanda bergurau pada malam itu... akhirnya seusai habis masing masing 2 botol, Aria dengan muka yang merah merekah, Nadia yang mulai meredup matanya, saya langsung membukakan lagi 3 botol untuk saya, Aria serta pacarnya si Nadia...

“Ayolah brooo,, gitu aja dah K.o..... kalah ama cwek loe si Nadia...” aku menyuruh si Aria untuk meningkatkan minumannya....
“Wehhh loe ngremehin gue brooo, sini gue habisin jatah loe juga....” Aria menjawab, serta dengan perasaan berapi api ingin memperlihatkan bahwa dirinya jago minum, akhirnya si Aria menenggak langsung 1 botol yang saya kasih, serta kemudian membawa 1 botol lagi jatah saya tetapi hanya terminum seperempat, sebab mungkin telah tidak kuat...

Akhirnya dirinya tepar tidak berdaya... Saya serta Nadia dalam keadaan setengah tiang tetap bercanda serta sesekali mengejek Aria yang telah gugur dalam perpestaan malam hari ini....
“AAAAhhh payah cwok kalian Nadia,, gitu aja K.O”.. ujarku sambil bercanda dengan Nadia..
“Iya nih tadi sok sok”an langsung nenggak 2 botol, eh malah K.O....”. sambil tertawa serta melayang layang tubuhnya,,, matanya yang telah mulai redup...

Saya mulai kembali bergairah untuk merasakan memek si Nadia, keadaan telah ON, ditambah melihat payudara Nadia yang bener bener kencang... serta putih kulit dibagian dada serta lehernya, membikin kontol ini gak mau diajak kompromi.... selang berbagai saat kemudian, Nadia membangunkan Aria yang telah tepar serta tertidur di kasur saya.... Nadia meminta diajak ke kamar mandi untuk kencing sebab telah habis 2 botol setengah....

“Sayang, bangun bntar, anterin aku ke kamar mandi, pengen pipis nih....” sambil membangunkan Aria, Nadia seakan telah tidak tahan untuk mengeluarkan air kencingnya....
“Telah biarkan si Aria tidur, dirinya dah gak sadar Nadia, daripada bangun ntar malah muntah muntah.. ayo kuantar...”.. bujuku sambil berharap peluang siapa tau bisa rejeki....

Dengan sempoyongan berdiri, langsung aku bantu si Nadia untuk berlangsung... tangan kanannya kutaruh di pundak saya, aku peluk tahap dadanya... tanpa sengaja memegang payudaranya yang bener bener padaaaaaattt .... kontolpun mulai ngaceng,, sambil menuju ke kamar mandi, tanganku rutin beraksi seakan memberi bantuan dengan curi curi peluang...

Pada saat itu bener bener keadaan sepi sebab habis hujan, sehingga gak ada orang kurang lebih yang tetap bangun.... seusai hingga di kamar mandi, aku dudukan si Nadia ke wc duduk.... aku lepaskan pelan pelan serta si Nadia meminta aku untuk menutup pintunya.... tidak tidak lebih akal, aku tutup pintu tetapi tidak saya rapatkan....

kuintip dari lubang pintu, Nadia mulai melorotkan celana serta CD nya, terkesan jembut yang sungguh rapi nan indah... memeknya merekah merah,,,, perutnya yang langsing... membikin kontol terus memperlihatkan tegangan tinggi seakan ingin memasuki lobang surga milik Nadia... air kencingpun keluar dari memek si Nadiaa,,, terus kuamati memek nya hingga selsei kencing,

kemudian di bilas memeknya dengan semprotan air, terkesan wajahnya yang sungguh menggoda, dengan bibir tipis, mata sayu.... uuuuhh sungguh bidadari yang jatuh dari langit... dengan perasaan tidak sabar aku langsung masuk ke kamar mandi... aku langsung berdiri di depan Nadia...

“Nadia, memekmu sungguh menggoda...” ujarku sambil melihat ke arah Nadia yang dalam keadaan setengah tiang....
“Kamu mau apa Rian???...”jawabnya dengan terbata bata serta seempoyongan...
Tanpa berfikir panjang... langsung aku ambil possisi di depan memek Nadia... langsung ku jilatin memek Nadia yang merekah... kakinya ku taruh pundakku serta ku angkat ke atas...
“Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk riaannn.. enaaakkk bangeeettt.” Desahan Nadia menikmatinya, kelihatannya telah ON juga si Nadia...
“srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp...” terus aku jilatin seluruh rongga memek Nadia, serta aku hisap itil memeknya, hingga Nadia terus meronta serta mendesah hebat...

“Rian... masukin yuk.... gatel nih memek....” terkesan telah kalau nadia merupakan hypersexx....
Mendengar ajakan Nadia tersebut, kemudian langsung ku angkat Nadia, ku lepas baju serta Branya... aku balikan ke arah dinding.... aku lepas celanaku serta aku basahi kontolku dengan air liurku.... kontolpun telah tidak tertahan lagi.... saya ajak Nadia untuk Dogie style sex....perlahan kumasukkan ujung kontolku dari belakang ... ku gesek gesekkan ke memek nadia....
“Masukin Rian,, ayooooo terus Riann...” Pinta Nadia kepadaku.... dengan perasaan yang telah tidak bisa menahan nafsu birahinya...

JLEEEEPPPPP...akhirnya kontolkupun masuk ke dalam lobang memek milik nadia... “aaaahhhh ooohhh..... enak banget Rian.... dorong teruuuuussss rian... memekku penuh dengan kontolmu yang besar......” desahan Nadia membikin aku terus semangat untuk memuaskan nya... aku maju mundur keluar masuk serta terus ku goyang kontolku ke memek Nadia...

Aku merunduk serta sambil meremas payudara nadia, sesekali aku pelintir putingnya yang telah tumbuh... aku remas remas terus serta terus ku genjot .... Nadia hanya bisa mendesah... berbagai menit kemudian Nadia akhirnya orgasme yang pertama kalinya... Nadia mengeluarkan cairan putih hangat terasa di kontolku yang berada di dalam memek Nadia...

“Aaaaccchhhh...ssssstttt...eemmmhhhh... Keluar Rian.....Aaaacchhhhh oohhhh... Nikmat sekali rian”... aku terus meningkatkan genjotanku... aku merasa bahagia dalam hati bisa membikin Nadia orgasme dengan begitu cepat.,... selang berbagai menit kemudian akupun tidak bisa menahan sperma untuk keluar... dalam masa puncakku... ku genjot lebih cepat lagi.... akhirnya dengan penuh semangat...

Aku cabut kontolku dari Nadia... ku crooot kan ke pantat Nadia semua spermaku.... crooooootttt aaaahhh akhirnya air kenikmatanpun keluar dengan cepat serta tercecer di bokong serta punggung Nadia...

“Makasih Nadia, memekmu sungguh menarik....” kataku sambil ku pelukn nadia...
“iya Rian.... makasih juga udah ngasih aku kenikmatan malam ini...”...

Akhirnya aku bilas bokong serta punggung rian yang penuh sperma,,, aku bantu untuk menggunakan pakainnya lagi,, serta aku antar untuk ke kamar menemani Aria yang telah tepar tidak berdaya...

Musim Bokep : Malam Pertama


istipsu Yang Tidak Perawan – Panggil saja aku Nita, Statusku kini telah memiliki suami.Seusai sekian lama kami menjalin hubungan tanpa status yang resmi dari KUA akhirnya pagi tadi kurang lebih pukul 08.00 disaksikan orang tua, 2 saksi resmi, serta ratusan orang dari pihak pengantin pria maupun wanita, kami telah resmi menjadi sepasang suami istri yang telah sah, resmi, serta leluasa untuk melakukan hubungan seks kapan saja dimana saja baik siang, malam, dikamar, didapur, dikamar mandi, ditengah rumah, sambil masak, sambil nonton TV, pokoknya kata pak penghulu tadi bilangnya leluasa sebebasnya asal sesuai dengan aturan agama yang kami anut.

Tibalah saatnya kami memasuki malam pertama di kamar pengantin cocoknya kurang lebih pukul 23.30 dimana agenda resepsi pernikahan telah usai, para tamu tidak ada lagi yang datang, serta orang-orang dirumah juga tampaknya tinggal berbagai orang saja yang tetap terjaga menantikan peralatan resepsi, adapun tidak sedikit telah tertidur pulas sebab tentu kecapean melayani tamu demi tamu yang datang tidak henti silih berganti baik tamu dari pengantin pria, pengantin wanita, maupun tamu dari orang tua kami.
Seusai mengunci rapat pintu kamar, suamiku mengatakan setengah berbisik “Dik, ini malam pertama kami sebagai suami istri. Tebak apa yang bakal kami lakukan pertama kali dikamar pengantin ini?” Mendengar pertanyaan suamiku tersebut aku hanya tertunduk malu sambil menggeleng-gelengkan kepala isyarat menjawab tidak tahu. Padahal sebetulnya dalam hatiku tidak sedikit sekali yang ingin kuungkapkan, tetapi sebab aku malu sehingga hanya dapat terdiam tanpa mampu mengatakan-kata.Cerita Sex Malam Pertama –
Sesekali kulihat wajah suamiku yang tidak henti menatap wajahku sambil tersenyum hingga akhirnya dirinya memakai telunjuknya untuk menganggat daguku agak tidak terus tertunduk. Tetap dengan perasaan malu, akupun menegakkan wajahku hingga menatap lurus ke wajah suamiku. Kulihat suamiku kembali tersenyum yang reflek kubalas senyuman suamiku itu dengan senyuman malu.
Cerita Sex Malam Pertama – “Abang kan kini telah menjadi suami adik, tidak butuh malu semacam itu lagi dong! Kami telah halal untuk berdua-duaan dikamar semacam ini, jangan takut digerebek hansip alias pak RT kaya semasa tunangan dulu” canda suamiku coba mencairkan suasana. Aku hanya mengangguk sambil sedikit tertawa tetapi tetap menujukkan rasa malu.
Dan kami pun lansung berpelukan, didalam pelukkan suamiku, aku merasa ada barang yang keras menempel di pahaku. nyatanya tongkat tersebut merupakan kerisnya si suamiku yang telah mulai menegang. aku pun menatap suamiku serta suamiku lansung mencium bibir ku serta kedua tangannya satu meraba tahap dada ku serta satunya telah masuk dalam CD ku.
Terasa sekali bila suamiku memengang miss V ku, ia dengan lembut mengosok-gosok klitorisku yang membikin aku tidak dapat mengontrol nafsu birahi yang mulai memanas ini. Serta aku juga mengosok-gocok celana suami ku serta aku cium-cium leher suamiku serta seusai itu sambil tidak berpisah satu sama lain kami berdua berlangsung step by step menuju ke ranjang.
Seusai hingga diranjang suamiku kayaknya telah engak dapat nunggu lagi untuk menjalankan tugasnya ini, ia lansung membuka semua bajuku serta bajunya.Cerita Sex Malam Pertama – Ia lansung mengajariku gimana untuk sedot kerisnya yang begitu panjang serta besar..hehehe hingga-sampai mulutku yang kecil ini tidak muat untuk kerisnya.
Aku pun berusaha agar tidak mengecewakan suamiku, aku jilat serta hisap perlahan-lahan keris suamiku kadang aku melirik ekspresi suamiku yang sedang menikmati serviceku yang amatir ini. Seusai kurang lebih 10 menit aku sedot suamiku meminta untuk foreplay dengan posisi 69. Aku sendiri si agak malu sebab belum sempat barangku di jilat sama orang lain, dengan muka yang malu saya juga menuruti permintaan suamiku. Suamiku lansung menjilat-jilat miss V ku yang telah mulai basah berlendir itu serta kami sesama saling menyervis satu sama lain.
Seusai foreplay nya berakhir suamiku membaringkanku serta membuka lebar kedua kakiku, meski tetap malu serta sedikit deg degan karna aku ni tetap perawan, sehingga aku pun dengan lembut bilang sama suamiku untuk pelan-pelan aja, maklum belum sempat ML takut sakit juga.Cerita Sex Malam Pertama – 
Dan suamiku pun mulainya dengan pelan-pelan serta ia coba untuk memasukkan kerisnya ke miss v ku, ia mulai dengan lembut pelan-pelan memasukkan kepala kerisnya tetapi sebab sakit saya pun menahan tubuh suamiku untuk berhenti sejenak serta perlahan-lahan masuk. Suamiku tau kalau aku lagi sakit sehingga dirinya pun dengan halus mainnya. Perlahan-lahan keris pun masuk ke dalam miss v ku serta terasa banget kalu ada tongkat yang keras muat dalam lobang miss v ku. serta perasaan itu sulit untuk dikatakan “sakit campur enak”.
Suami ku pun pelan-pelan keluar masuk kerisnya serta lama-lama mungkin karna aku juga teransang jadinya engak gt terasa sakitnya malahan ada satu perasaan yang enak then aku pun menikmatinya, seusai 20 menit gitu suamiku bergoyang-goyang diatas tubuhku, aku menonton kalau suamiku telah mulai kecapean sehingga aku pun menyuruh suamiku untuk mengajarku posisi lain yang biar aku yang menyervisnya. si suamiku lansung ambil keluar kerisnya, serta dikerisnya tersedia tidak sedikit darah perawanku yang telah aku pertahankan sekian lama.
Dan suamiku lansung baring diranjang serta menyuruh aku untuk menaikinya “ya kayak lagi nunggang kuda” suamiku menyuruh aku untuk bergoyang serta dirinya menempatkan tangan ku di dada nya untuk jari-jariku dapat bermain sama puting nya.

Dan suamiku kedua tangannya juga sambil meraba-raba dada ku yang kian montok.
Seusai aku goyang-goyang cukup lama, suamiku memintaku untuk berdiri serta merungkuk di ranjang, sedangkan suamiku bangun serta berlutut dibelakangku. ia membawa pinggulku serta menusuk dari belakang. dipikiran ku suamiku ini kuat juga ya telah mau sejam kami berhubungan tapi suamiku tetap terkesan fit aja. Serta suamiku juga dorong-dorong aku dari belakang, makin didorong terasa kecepatan dorongannya terus cepat, cepat, cepat, serta makin cepat, habis itu suamiku lansung ambil keluar kerisnya serta lansung memutar badanku untuk berbaring serta menyemprot maninya di mukaku. Maninya yang menetes di muka ku terasa panas serta ada sedikit bau.

Seusai semua mani nya crot dimukaku, aku sedot lagi keris suamiku nampak sekali kalau suamiku terasa sangat nikmat. Sekian dulu d cerita pengalaman pertama ku bersama suami tercintaku

Kategori

Kategori