Cerita Sex: Pembalasan Dendam Denisa


Hatiku terasa hancur berkeping-keping, seusai di hianati oleh orang yg di cintai. Orang yg selagi ini jadi tahap nasibku. Tp tekadku telah bulat, aku wajib membalas atas semua lakukananya padaku. Di hadapanku telah berdiri seorang laki-laki yg sama-sama di hianati oleh orang yg di cintainya.
Aku Denisa serta suamiku bernama Ikbal, bertahun-tahun aku mengarungi mahligai rumah tangga yg tersanjung. Hingga akhirnya ketersanjunganku itu musnah seusai dihancurkan oleh suamiku sendiri yg berselingkuh dgn tetangga sebelah rumah.

Ya, Mas Ikbal suamiku kedapatan tidur dgn Tante Hima. kami pun bertengkar hebat, bakal namun aku tetap menahan rasa ingin bercerai sebab rutin terbayang wajah Bayu anakku
Namun satu tekadku yg bulat yaitu pembalasan dendam. Aku ingin membalaskan dendam dgn tutorial yg sama suamiku lakukan terhadapku. Serta caranya yaitu tidur dgn Oom Dewo suami dari Tante Hima. Serta aku ingin melakukannya dgn sepengetahuan suamiku sendiri. Aku ingin dirinya pun ikut merasakan apa yg kurasakan pada saat dirinya tidur dgn orang lain.

Dan hari yg kutunggu pun tiba. Seusai sebelumnya aku merencanakan faktor ini dgn Oom Dewo. Kami sepakat untuk melakukannya di hotel. Serta berniat bakal merekam segala lakukanan kami serta memberbagi rakaman itu terhadap pasangan kami masing-masing. Serta terbukti Oom Dewo hari ini telah kembali menjadi pria yg normal seusai menjalani terapi sekian lamanya.

Di hadapanku ,Oom Dewo menyiapkan segala keperluan untuk merekam kegiatan bercinta kami. Dipasangnya DVDcam di atas Tripod. Selain 1 DVDcam, namun 3 buah dirinya pasang. Jadi memperoleh 3 aspek pandang kamera yg tidak sama. Kami juga tidak lupa menyewa kamar hotel di bilangan utara Jakarta. Suatu  penginapan khusus yg dikelilingi oleh cermin, jadi sensasi yg didapatkan bakal tidak sama.
Tak lama kemudian ,kulihat Oom Dewo telah berakhir dgn kamera nya.

“Dik Nisa, kini bagaimana? Mau mandi dulu?” tanya Oom Dewo kepadaku. Aku pun menjawab,
“Oom saja duluan mandi, kelak saya akhir-akhir…”. Oom Dewo pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi, serta tidak lama kudengar suara air mengalir dari shower kamar mandi.
Tiba-tiba timbul perasaan enggan melakukan faktor ini. Terbersit kembali wajah Bayu anakku. Serta tanpa sadar aku meneteskan air mataku. Bakal namun ketika timbul bayangan wajah Mas Ikbal di pikiranku, kembali hatiku diselimuti amarah serta dendam. Serta pada akhirnya seusai mengumpulkan keberanian ku, aku pun bertekad tetap bakal melakukannya.

Kudengar suara shower telah berhenti serta kemudian munculah Oom Dewo yg hanya menggunakan handuk yg dililitkan di pinggangnya. Aku pun beranjak menuju kamar mandi. Ku basahi tubuhku dgn siraman air hangat. Kugosok pelan setiap inci dari tubuhku. Serta kubersihkan meqiku dgn sabun jadi tercium bau harum dari meqiku. Seusai kurasa bersih, aku pun melilitkan handuk di badanku. Serta aku pun keluar dari kamar mandi.

Kulihat di ranjang Oom Dewo telah berbaring di bawah selimut. Serta kulihat dirinya tersenyum kepadaku. Aku pun berlangsung mendekatinya. Kemudian kulepaskan handukku. Serta terpampanglah keindahan serta kemolekan tubuhku di hadapan Oom Dewo. Serta tanpa basa busuk Oom Dewo pun membuka selimutnya jadi tubuh telanjangnya tampak jelas di mataku. Ku lihat nyatanya penis Oom Dewo jauh lebih besar dari Mas Ikbal. Dalam keadaan tertidur pun kulihat penisnya telah besar ukurannya. Faktor ini membikinku sedikit ngeri, namun sekaligus penasaran dgn ukuran penis yg besar itu.

Oom Dewo pun bangkit dari ranjang serta berlangsung mendekati DVDCam serta mulai merekam. Serta Oom Dewo pun mendekatiku hingga dirinya berdiri cocok di belakangku. Tangannya mendekapku dgn lembut, mengelus bahuku, kemudian turun ke arah lenganku hingga hingga ke telapak tanganku. Den dgn lembut mengajar tanganku hingga akhrinya kurasakan tanganku menyentuh batang kejantanannya yg tetap tertidur.
Dgn perlahan aku pun mengelus-elus penis Oom Dewo yg menempel cocok di belahan pantatku.
“Emmmhhhh….ssssshhhh….diik…” Oom Dewo pun mendesah dgn lembut.
Tak lama kemudian kurasakan penisnya mulai mengeras hingga akhirnya berdiri dgn tegak. Aku pun membalikan badanku, serta astaga nyatanya benar apa yg kubayangkan. Penis Oom Dewo berdiri tegak serta besarnya membikin aku tercekat serta tidak bisa berbicara. Penis nya mungkin kurang lebih 18 centi serta berdiameter 4 cm. Itu perdiksiku. Aku tetap berpikir apakah penis itu bisa masuk kedalam meqiku alias bahkan malah merobeknya.
Ketika aku tetap tertegun menonton penis Oom Dewo yg besar itu, tiba-tiba Oom Dewo menekan tubuhku jadi aku pun berlutut serta wajahku cocok berada di depan penisnya. Kemudian Oom Dewo sedikit menekan kepalaku hingga wajahku menempel di penisnya. Aku pun mengerti keinginannya, serta tanpa disuruh lagi aku pun membuka mulutku serta perlahan memasukan penisnya ke dalam mulutku. Serta nyatanya terbukti sesak sekali terasa dalam mulut ku. Serta aku pun mulai memaju mundurka kepalaku sambil sesekali kujilat kepala penisnya. Mulai dari atas hingga ke pangkal pahanya. Sesekali kukulum biji Oom Dewo serta tampak jelas wajah Oom Dewo yg memerah menahan nikmat.
Tak lama kemudian Oom Dewo luar biasa tubuhku serta menidurkan ku di atas ranjang. Kemudian dgn kedua tangan kekarnya di bukalah kedua pahaku jadi meqiku terpampang denga jelas di depan wajahnya. Oom Dewo pun berlutut, kemudian kulihat tangan kirinya mengusap-usap meqiu dgn lembut.
“Aaaaahhhh….oooohhhhh……aauuuuhhhhh….”. tanpa sadar aku pun mendesah merasakan kenikmatan yg tiada tara.
Belum pernah aku luar biasa nafas lagi, tiba-tiba kurasakan lidah Oom Dewo menyeruak kedalam meqiku. Menyapu tahap bibir meqiu hingga dinding dalam meqiku.
Dan tanpa sadar aku pun menjambak rambut Oom Dewo sebab kenikmatan yg kurasakan bertambah dgn sapuan lidahnya.
“Oooohhhh….mmmmppphhhh…ooohhhhhh….” eranganku keluar begitu saja dari mulutku.
Titik-titik syaraf dalam tubuhku serasa dibangunkan serta disengat oleh ajaran kenikmatan yg tiada tara. Belum lagi ditambah dgn jari tengah Oom Dewo kurasakan masuk kedalam meqiu serta mengobok-obok isinya. Sedangkan lidahnya berpindah menyapu klitorisku. Otomatis saja tubuhku mengejang kuat menahan geli serta nikmat pada saat yg bersamaan.
“Ooommmhhhhh…. sssuuddahhh….. saaayyyaaaa… nggaaakk.. taaahhhaannn……Oooohhhhhh…..!!!” aku pun berteriak dgn keras serta menjambak rambut Oom Dewo dgn lebih kuat lagi.
Ya, aku memperoleh orgasme pertamaku. Serta rasanya bagai diterbangkan ke atas langit ke tujuh serta dijatuhkan ke dalam kolam kenikmatan yg tiada tara. Serta bukannya berhenti bakal namun jari serta lidah Oom Dewo nyatanya bertambah kencang menstimulasi meqiku.
”Oommm…. sssuuuddaaahhhhh… sssuuddaaahh…oooohhhh….sssshhhhh….aaauuuu uuuhhh!!!!” teriakku dgn keras.
Kemudian Oom Dewo pun tersenyum serta berdiri di antara kedua pahaku yg tetap terbuka dgn lebar. Tangan kanannya menggenggam penis besarnya itu, kemudian dirinya mulai menggosok-gosokannya di bibir meqiku. Sesekali penisnya dipukul-pukulkan ke meqiku. Tidak lama kemudian dgn perlahan penisnya pun ditekan. Terasa sekali pada saat kepala jamurnya yg besar itu menyeruak masuk ke dalam meqiku.
“Hhhmmmmppphhh…. ooouuhhh….!!!” hanya erangan kenikmatan yg keluar dari mulutku.
Akan namun pada saat penisnya mulai masuk terus kedalam meqiku terasa agak perih, mungkin penisnya terbukti terlalu besar untuk ukuran meqiku.
“Oooccchhhhh…… sssaakkkiittt…. ooommm…. ppppeeelllaaannnnn…..uuucchhhhhh….”.Jeritku pelan.
Oom Dewo hanya tersenyum, kemudian perlahan mencabut kembali penisnya hingga hanya tersisa kepala penisnya saja. Serta kembali menekan penisnyan lagi hingga masuk kurang lebih semacamga nya. Terus menerus dgn hati-hati Oom Dewo melakukannya, hingga akhirnya rasa perih serta sakit itu hilang serta berganti rasa nikmat yg kurasakan sekarang.
“uuucchhhhh…. oooohhhhhh…… ooommm… nniiikkkmmaaaaatttt….ssshhhhhh… oooohhhhh…!!!” erangan ku terus keras serta liar keluar dari mulutku.
Mendengar erangan ku yg berubah dari erangan menahan sakit menjadi erangan menahan kenikmatan, tanpa menantikan lama Oom Dewo tiba-tiba menekan penisnya kuat-kuat jadi habislah seluruh penisnya masuk kedalam meqiku.
“Oooohhhhhh…….!!!!!” jeritku menahan sakit, nikmat serta kaget sekaligus pada saat yg bersamaan. “Oom….saakiittt…. jaangann llaanggssuungg ggittuuu…eemmmpphhhh…!!” kataku pada Oom Dewo.
Oom Dewo tersenyum serta mengatakan ,
”Maaf dik, habis meqi kalian nikmat banget…. rapet banget, padahal kan dah punya anak…..”. Aku pun berpura-pura cemberut serta marah ,
”Tp kan sakit Om, punya Om besar banget….”. Oom Dewo mengatakan ,
”Ya deh…maaf ya… tar Oom kasih hadiah buat gantiin sakitnya….”. serta begitu berakhir berkata Oom Dewo pun melumat bibirku.
Lidahnya bermain liar di dalam mulutku. Sesekali menghisap serta menggigit kecil bibir serta lidah ku. Aku pun tidak tinggal diam, ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya serta membalas ciumannya dgn lebih liar lagi.
Sementara itu penis Oom Dewo yg telah masuk seluruhnya tetap terbenam di dalam meqiku. Hingga lama-lama rasa perih serta sakit itu hilang kembali. Aku pun menurunkan tanganku dari leher Oom Dewo. Serta memegang pinggangnya serta memberbagi isyarat supaya Oom Dewo kembali menggerakan penisnya. Oom Dewo pun mulai luar biasa penisnya keluar dgn perlahan serta menekannya kembali. Terus menerus , terkadang menggoyangkan penisnya ke kiri serta kanan.
“Aauuuuhhhhh…. ooomm… nikmaatttthhhh… sshhhhh..!!!’. eranganku sambil kembali mengimbangi permainan lidah Oom Dewo.
Tangan kiri Oom Dewo pun tidak tinggal diam, serta mulai meremas –remas toketku serta terkadang memelintir putingku, jadi kurasakan nikmat nya bertambah.
“Diiikk…. me… meeeqqiiiiii… mmuuuhhh… nniikkmmaatttttt… bbaanngeett… oooohhhh…!!” Oom Dewo mengerang serta kulihat kepalanya mendongak ke belakang menandakan dirinya merasakan nikmat yg luar biasa.
Aku pun menggoyangkan pinggulku untuk mengimbangi gerakan Oom Dewo. Gerakan pinggangku membikin Oom Dewo terkesan menahan rasa nikmat. Serta kurasakan genjotannya terus cepat serta terus kuat. Bakal namun aku tdk lagi merasakan sakit alias perih. Entah mungkin meqiku telah beradaptasi dgn ukuran penisnya yg besar itu. Sesekali kugerakan otot meqiku jadi menjepit penisnya. Serta terbukti Oom Dewo tampak sangat menyukai permainan meqiku.
Tak lama kemudian Oom Dewo mencabut penisnya serta luar biasa tubuhku. Dirinya pun menggeletakkan tubuhnya di kasur. Aku pun mengerti kalau dirinya ingin supaya aku menaiki penisnya. Maka tanpa basa –basi, kugenggam penisnya serta kubimbing cocok di bibir meqiku. Kugesek-gesekan sebentar penisnya di beber meqiku. Serta aku pun mulai menurunkan tubuhku jadi perlahan penisnya tampak masuk sedikit demi sedikit. Kurasakan penisnya yg besar itu menggesek dinding dalam meqiku jadi tanpa sadar akupun mengerang sebab merasakan nikmatnya disaat penis Oom Dewo masuk.
“Aaaaaahhhhhh…. ssshhhhhhh…. Ooommmm…..!!” erangku.
Dan ketika penisnya telah masuk dua pertiganya kuangkat kembali tubuhku. Serta terus berulang –ulang hingga tanpa terasa genjotan serta goyanganku pun terus cepat. Tangan Oom Dewo pun tidak tinggal diam. Kedua tangannya meremas – remas toketku dgn kuat. Sakit serta enak kurasan bersamaan disaat Oom Dewo meremas toketku. Kadang sesekali kedua tangannya memegang pinggangku serta menolong menaik turunkan tubuhku di atas penisnya.
“Diiikkkk…. tteeerruuussshhhh…. oooohhhhhhh…. hhhmmmppp…”. erang Oom Dewo. Eranganku pun tidak kalah hebat. “Oooohhhhhhh….. sssshhhhh….. eemmmmmpphhhh…. ooohhhhhh…… ooouuuhhhhhh….!!!”.
Keringat kami pun membasahi seluruh tubuh kami berdua. Serta terbukti tidak lama dari itu aku merasakan kalau aku bakal segera mencapai orgasme. Serta kupercepat goyanganku hingga akhirnya aku pun mencapai orgasme.
“Aaaaahhhhh…… sssshhhhhh…… oooommmm…. ssayyyyyaaa… kkkee…llluuuaaarrrrhhhh…. oooohhhhhh…!!!!!” jeritku dgn kuat bersamaan dgn orgasme ku yg kedua. Kutekan sekuat-kuatnya pantatku hingga penis besar Oom Dewo pun hilang ditelan meqiku. serta kurasakan tubuhku bergetar luar biasa serta seluruh bulu di tubuhku merinding menahan nikmat yg tiada duanya. Serta tidak lama kemudian aku pun roboh di atas tubuh Oom Dewo.
Tanpa menantikan lama, Oom Dewo membalikan tubuhku tanpa mencabut penisnya dari meqiku. Kemudian kaki kananku diangkat tinggi serta diletakan di dadanya. Sedangkan kaki kiriku diletakan di antara kedua kakinya. Oom Dewo mulai menggenjot penisnya keluar masuk dari meqiku. Serta tangan kirinya meremas toketku sedang tangan kanannya memegang kakiku yg bersandar di dadanya. Sesekali Oom Dewo menjilat serta mengulum jemari kakiku. Geli ,nikmat kurasakan bersamaan dgn genjotan serta hisapan Oom Dewo.
“Aaahhhh…. Oooommm…. ooouuhhhh….ooouuuuhhhh…..sssshhhhh….!!!!!”. erangku dgn kencang terdengar memenuhi ruangan kamar hotel yg mulai kurasakan suhunya memanas.
Cukup lama Oom Dewo menggenjotku dgn posisi semacam itu. Bakal teapi tdk kulihat tanda-tanda Oom Dewo bakal mencapai puncaknya. Mungkin ini dampak dari terapi kelamin yg dijalani Oom Dewo selagi ini. Pikiran ku pun buyar sebab tiba – tiba Oom Dewo membalikan tubuhku serta luar biasa pantatku jadi posisiku saat ini menungging. Serta tanpa menantikan lama Oom Dewo kembali menusuk meqiku dgn penisnya. Bakal namun hari ini kurasakan penisnya lebih menyesakan meqiku. Serta ku buka kedua kaki ku lebih lebar supaya tdk terlalu sesak. Bakal namun ditahan oleh Oom Dewo.
“Jangan Dik… lebih nikmat begini….”. kata Oom Dewo sembari mulai menggenjot penisnya.
Akupun mengikuti keinginan Oom Dewo, meski kurasakan sesaknya meqiku hingga terasa hingga ke ulu hati. bakal namun aku tdk merasakan sakit sama sekali, bahkan bisa dibilang jauh lebih nikmat dari posisi sebelumnya. Serta terbukti dgn posisi semacam ini aku pun mulai merasakan bakal mencapai orgasme kembali.
“oooommmm….. yyyaannnggg… kennnceeennggg….oooohhhhh… oooohhhhh….. saaayyyaaahhh… mmmaauuu… kkkeellluuaaarrr…. oooohhhhh…!!!” jeritku sembari menggenggam sprei dgn kuat.
Dan terbukti akhirnya aku pun mencapai orgasme ku kembali.
“oooohhhhh……… saaayyyaaa… kkeellluuaaarrrr…. oooouuuuccccchhhhhh….. !!!!”. Kurasakan tubuhku bergetar dgn hebat.
Dan orgasme yg kurasakan hari ini jauh lebih nikmat dari sebelumnya. Jadi aku pun menggigil kenikmatan serta seluruh syaraf tubuhku semacam tersengat arus listips kenikmatan.
Tubuhku terasa lemas serta lunglai, namun disaat yg sama kurasakan pula kenikmatan yg sangat luar biasa. Bisa dibilang melebihi kenikmatan yg kudapatkan dari mas Ikbal. Belum lagi aku bernafas dgn tenang, Oom Dewo menggenjotku kembali dgn kuat serta cepat.
“oooohhhhh….. Oooommm…. uuudddahhhh…. uuudaaahhh…ddduuullluuuu….. oooohhhhh…….!!!!”. jeritku merasakan sodokan kuat dari penis besar Oom Dewo.
Akan namun Oom Dewo semacam tdk mempedulikan teriakanku. Dirinya terus menggenjot serta menggenjot dgn kuat. Toketku pun tidak luput dari remasan kuat tangannya.
Rasa letih yg kurasakan bertambah kuat kuarasakan. Bakal namun ada kenikmatan pula yg kurasakan dari sodokan penis Oom Dewo. Serta genjotan Oom Dewo kurasakan terus kuat serta terus kuat lagi. Serta Oom Dewo pun mengerang dgn luar biasa ,
”Diiikkkk…. oooohhhhh…. mmaauuuu…. kkkeellluuuaarrr…..sssshhhhh…. oooohhhhh….!!!”. aku pun kembali merasakan desakan orgasme kembali datang.
“Yyaaaahhhh…. tteeerrruuuussshhh…. ooommmm…. oooohhhhh…. ssaayyyyaaa… jjuugggaaa… mmaauuu… lllaaagiiiihhh…. oooohhhhh…..oooohhhhh….!!!” jeritku dgn kuat.
Tak lama berselang Oom Dewo menjerit serta menekan penisnya sekuat tenaganya jadi tubuhku terhenyak.
“ooooooooohhhhh……….. ccreeeeettt….cccrrreeeeettttt….cccrreeeeetttt…. !!”. aku pun menjerit dgn kuat saaat orgasme ku kembali datang bersamaan dgn hentakan penis Oom Dewo di dalam meqiku.
“Ooooooooommmmmm….. oooohhhhh……!!!!”. serta kurasakan semprotan air mani Oom Dewo di dalam meqiku begitu kuat serta tidak sedikit.
Tubuhku langsung roboh tidak berdaya, kurasakan seluruh tubuhku semacam tidak bertulang lagi. Lemas serta tidak bertenaga. Namun nikmat yg sungguh tidak terkira kurasakan pada saat yg bersamaan.
Oom Dewo pun bangkit dgn sedikit lunglai, tubuhnya yg kekar tampak basah kuyup oleh keringatnya. Oom Dewo mendekati ku serta mengarahkan penisnya yg tetap sedikit berdiri ke arah mulutku. Meski sedikit enggan ,entah kenapa aku membuka mulutku serta membiarkan penisnya masuk kedalam mulutku. Oom Dewo pun menggenjot perlahan penisnya di dalam mulutku. Lidah ku pun menyapu penisnya serta menghisapnya, membersihkan sisa –sisa air mani yg tetap sesekali menetes dari lobang penisnya. Seusai kurasa bersih, aku pun mengeluarkan penisnya dari mulutku.
Kulihat Oom Dewo tersenyum puas serta dirinya pun mengecup kening ku seraya mengatakan ,
”Hebat kalian Dik….meqi kalian terbukti ga ada duanya…”. aku pun membalas senyumannnya serta mengatakan ,
”Ya Oom, punya Oom juga hebat….saya hingga ga punya tenaga lagi untuk bangun…”. Kulihat Oom Dewo berlangsung menuju DVDcam serta mematikannya. Serta tidak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu hotel.
Oom Dewo mengambil handuk serta melilitkannya ke pinggangnya kemudian berlangsung menuju pintu. Serta nyatanya pegawai hotel yg mengetuk pintu bermaksud mengumumkan bahwa jam sewa kamar telah habis. Kulihat Oom Dewo kembali berlangsung mendekatiku.
“Dik, pakai bajunya, kami keluar….nanti kalau mau kami janjian lagi saja ya..”.kata Oom Dewo sembari memberbagi pakaianku.
Aku pun segera berpakaian meski badan tetap terasa lemas. Serta berakhir berpakaian kami pun bergegas meninggalkan hotel. Dalam hatiku tetap ada rasa tidak percaya kalau aku memiliki keberanian untuk membalaskan dendamku terhadap Mas Ikbal serta Tante Hima. Tp ada sebagian rasa bersalah timbul jika wajah Bayu timbul dipikiranku.
“Telahlah Dik, yg penting kalian telah bisa balas lakukanan suamimu serta istipsu…disamping itu kami juga telah terpuaskan…betul tdk..” kata Oom Dewo memecah keheningan dalam mobil.
Tangan kiri Oom Dewo mengelus pahaku serta sesekali naik ke atas rok ku. Aku pun tersenyum serta mengatakan ,
” Ya Oom, saya telah merasa dendam saya terbalaskan…….tp….”. Oom Dewo kembali mengatakan ,” tp kenapa Dik…? tetap tidak lebih yg tadi? Hehehe…”. Canda Oom Dewo.
“Ah, Oom Dewo bisa saja….tp kalau terbukti mau kami atur saja waktunya ,Oom….” balasku.
Jujur, aku merasa memperoleh kepuasan yg tdk aku bisakan dari Mas Ikbal. Serta mobil kami pun melaju serta meninggalkan kenangan yg tdk bakal kulupakan. Maafkan Mami mu Bayu, kesucian keluarga kami telah ternoda, semua gara-gara Papamu.
Share: