Cerita Sex : Terpana Oleh Ibu Tiriku


Aq yg tetap duduk dibangku SMP melihat keluargaku yg kini kecewa tapi mau gimana lagi aq juga nggak dapat protes, dimana saat kejadian itu papaku menikah lagi dengan tante yg usianya dibawahnya 4 thn, namanya tante Iin, orangnya cantik setdknya diumurku kini ini telah dapat berfantasi serta merasakan ketegangan dlam celanaku.

Tante Iin orangnya tinggi, kulit putih mulus, pantatnya padat serta toketnya montok. Saat menikah dengan papaku, tante Iin juga seorang janda tapi belum punya anak. Sejak nikah, Papa jadi semangat nasib berimbas pada kerjanya yg super semangat. Sebagai pengusaha, papaku tak jarang sekali keluar kota. Tinggalah aq serta mami tiriku dirumah.

Lama lama aq jadi deket sama tante Iin yg sejak bersama papa aq panggil mami Iin. Aq jadi bersahabat sama mami Iin sebab kalau kemana-mana mami minta tolong aq temenin. Dirumahpun kalau papa nggak ada aq yg nemenin nonton TV alias nonton dvd. Aq bahagia sekali dimanja sama mami tiriku ini.

1 thn telah papa nikah sama mami Iin tapi belum ada tanda-tanda kalau aq bakalan punya adik baru. Bahkan papa terus giat cari duit serta tak jarang banget keluar kota. Aq serta mami Iin terus bersahabat aja.

Sampai-sampai kita semacam tdk ada batasan sebagai anak tiri serta bunda tiri. Kita mulai tak jarang tidur disatu tempat tidur bersama. Mami Iin mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku mesikipun tdk bener-bener telanjang.

Tapi terkadang aku suka meringkus basah Mami Iin lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Berbagai kali kejadian aku jadi apal kalau setiap habis mandi Mami pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk serta sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.

Berbagai kali kejadian aku membuka kamar Mami yg nggak dikunci aku kepergok Mami Iin tetap dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap berakhir Mami mandi berbagai menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu serta pemandangan indah terhampar dimata mudaku.

Sampai sebuahketika, mungkin sebab terdorong nafsu laki-laki yg mulai menggeliat diusia 16 tahun, aku menjadi bernafsu besar ketika melihat Mami sedang tiduran dikasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayg tubuhnya sendiri sambil sedikit merintih.

Aku terpana didepan pintu yg sedikit terbuka serta menikmati pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu. Kemaluanku berdiri tegak dibalik celana pendekku. Ah, inikah pertanda kalau anak laki-laki sedang birahi? Batinku.

Aku terlena dengan pemandangan Mami Iin yg terus hot menggeliat-geliat serta melolong. Tanpa sadar tanganku memegang serta memijit-mijit si otong kecil yg sedari tadi tegang. Tiba-tiba aku semacam pengen pipis serta ahh koq pipisnya enak ya. Akupun bergegas kekamar mandi seiring Mami Iin yg lemas tertidur.

Kejadian semacam jadi pemandanganku setiap hari. Lama -lama aku jadi bertanya-tanya. Mungkinkah ini disengaja sama Mama? Dari ketidak jarangan melihat pemandangan ini rupanya terekam diotakku kalau wanita cantik itu merupakan wanita yg lebih dewasa. Wanita berusia yg cantik dimataku terkesan sangat sexy serta sangat menggairahkan.

Suatu siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku. Semacam biasa aku melongok ke kamar Mama. Kulihat Mami Iin dalam keadaan telanjang bulat sedang tertidur pulas. Kuberanikan untuk mendekat Mumpum perempuan cantik ini lagi tidur, batinku.
Kalau selagi ini aku hanya berani melihat Mami dari balik pintu hari ini tubuh cantik tanpa busana bener-bener berada didepanku. Kupelototi semua lekuk liku tubuh Mama. Ahh, si otong bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas.

Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yg nggak dapat dibendung, kuberanikan tanganku mengusap paha Mami Iin, pelan, pelan. Mami diam aja, aku terus berani. Saat ini kedua tanganku terus nekad menggerayg tubuh cantik Mami tiriku.

Kuremas-remas toket ranum serta dengan naluri plus pengetahuan dari film BF aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap putting susu Mama. Mami tetap diam, aku makin berani. Terispirasi film blue yg kutonton bersama temen -temen, aku tanggalkan seluruh pakaianku serta si otong dengan marahnya menunjuk-nujuk. Aku tiduran disamping Mami sambil memeluk erat.

Aku sedikit sadar serta ketakutan ketika Mami tiba -tiba bergerak serta membuka mata. Mami Iin menatapku tajam.
“Ngapain Ndri? Koq kalian telanjang juga?” tanya Mama.
“Maaf ma, Andri khilaf, abis nafsu liat Mami telanjang gitu” jawabku takut-takut.
“Kamu mulai nakal ya” kata Mami sambil tangannya memelukku erat.

“Ya udah Mami juga pengen peluk kamu, udah lama Mami nggak dipeluk papamu. Mami tadi kegerahan makanya Mami telanjang, e nggak taunya kalian masuk” jelas Mama.
Yg nggak kusangka-sangka tiba-tiba Mami mencium bibirku. Dirinya mengisap ujung lidahku, lama serta dalam, terus dalam. Aku bereaksi. Naluri laki-laki muda terpacu. Aku mebalas ciuman Mami tiriku yg cantik.

Semuanya berlangsung begitu saja tanpa direncanakan. Lidah Mami kemuidan berpindah menelusuri tubuhku.
“Kamu telah dewasa ya Ndri, gak apa-apa kan kalian Mami perperbuat semacam papamu” gumam Mami disela telusuran lidahnya.
“Punya kalian juga telah besar, belom sebesar punya papamu tapi lebih keras serta tegang”, cerocos Mami lagi.

Aku hanya diam menahan geli serta nikmat. Mami lebih tak sedikit aktif menuntun (atau mengajariku). Si otong kemudian dijilatin Mami . Ini membikin aku nggak tahan sebab kegelian. Lalu, punyaku dikulum Mama. Oh indah sekali rasanya. Lama aku dikerjain Mami cantik ini semacam ini.

Mama kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki serta luar biasa tubuhku supaya tiduran diatas tubuh indahnya. Mami kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar serta mengarahkan keselangkangan Mama. Aku hanya diam saja. Terasa punyaku semacamnya masuk ke memek Mami tapi aku tetep diam aja hingga kemudian Mami luar biasa pantatku serta menekan.

Berasa banget punyaku masuk ke dalam punya Mama. Pergesekan itu membikin merinding. Dengan cara naluri aku kemudian meperbuat gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan. Mami juga mengoyangkan pinggulnya. Mami yg kulihat sangat menikmati bahkan membawa tinggi-tinggi pinggulnya jadi aku semacam sedang naik kuda diatas pinggul Mama.
Tiba-tiba Mami berteriak kencang sambil memelukku erat-erat,
“Andri, Mami enak Ndri” teriak Mama.

“Ma, Andri juga enak nih mau muncrat” serta aku ngerasain sensasi yg lebih gila dari sekedar melihat Mami kemarin-kemarin.
Aku lemes banget, serta tersandar layu ditubuh mulus Mami tiriku. Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur, Mami juga. Aku terbangun ketika Mami mengecup bibirku serta menggeser tubuhku dari atas tubuhnya.

Mama kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Akupun menyusul Mami dalam keadaan telanjang.
Kuraba punyaku, lengket sekali, aku pengen mencucinya. Aku melihat Mami lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar. Uhh, tubuh Mami tiriku itu terbukti indah sekali. Nggak terasa punyaku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi punyaku menunjuk aku berlangsung ke kamar mandi menghampiri Mama.
“Ma, mau lagi dong kayak tadi, enak” saat ini aku yg meminta.

Mama memnandangku serta tersenyum manis, manis sekali. Kamuipun melanjutkan kejadian semacam dikamar.
Hari ini Mami berjongkok di kloset lalu punyaku yg sedari tadi mengacung aku masukkan ke memek Mami yg memerah. Kudorong keluar masuk semacam tadi. Mami menolong dengan luar biasa pantatku dalam -dalam.

Nggak berapa lama Mami mengundang berdiri serta dalam posisi berdiri kita saling memeluk serta punyaku menancap erat di memek Mama. Aku menikmati ini, sebab punyaku semacam dijepit. Mami menciumku erat.
Baru kusadari kalau badanku nyatanya sama tinggi dengan mamaku. Dlama posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan ketika cairan kental kembali muncrat dari punyaku sementara Mami mengerang serta mengejang sambil memelukku erat. Kita sama–sama lunglai.

Seusai kejadian hari itu, kita rutin meperbuat persetubuhan dengan Mami tiriku. Hampir setiap hari sepluang sekolah, bahkan sebelum pergi sekolah. Lebih gila lagi kadang kita meperbuat mesikipun Papa ada dirumah.

Telah pasti dengan curi-curi peluang kalau Papa lagi tidur. Keberadaan Papa dirumah semacam siksaan buatku sebab aku nggak dapat melampiaskan nafsu kepada Mama. Aku sangat menikmati. Aku bahagia kalau Papa keluar kota untuk waktu lama, Mami juga seneng. Mami terus melatih aku dalam beradegan sex.
Tidak sedikit pelajaran yg dikasi Mama, mulai dari tutorial menjilat memek yg bener, tutorial menghisap toket, tutorial mengenjot yg baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperperbuat wanita dengan enak. Aku sadar kalau aku menjadi luar biasa sebab Mami tiriku.

Kurang lebih setahun lebih aku menjadi pemuas Mami tiriku menggantikan posisi ayah. Aku bahkan jatuh cinta dengan Mami tiriku ini. Nggak sedetikpun aku mau berpisah dengan mamaku, kecuali sekolah. Dikelaspun aku rutin memikirkan Mami dirumah, pengen cepet pulang. Aku jadi nggak sempat berteman lagi sama temen -temen.

Sebagai cowok yg ganteng, tak sedikit temen cewek yg suka mengundang aku jalan tapi aku nggak berminat. Aku rutin teringat Mama. Justru aku bakal berminat kalau melihat bu guru Widya yg umurnya setua Mami tiriku alias aku berminat melihat bu Sarfi tetanggaku serta temen Mama.

Tapi percintaan dengan Mami hanya bersi kukuh setahun lebih sebab kejadian tragis menimpa Mama. Mami meninggal dalam kecelakaan. Ketika itu seorang diri Mami tiriku mengundang aku nemenin tapi aku nggak dapat sebab aku ada les. Mami akhirnya pergi sendiri ke mal. Dijalan mobil Mami tabrakan luar biasa serta Mami meminggal ditempat. Aku merasa sangat berdosa nggak dapat nemenin Mami tiriku tercinta. Aku shock. Aku ditenangkan Papa.

“Papa tau kalian deket sekali dengan Mami Iin, tapi nggak usah kecewa ya Ndri, Papa juga kecewa tapi mau bilang apa” kata papaku.
Selama ini papaku tau kalau aku sangat deket dengan Mama. Papa bahagia sebab Papa mengira aku bahagia dengan Mami Iin serta menganggapnya sebagai Mami kandung. Padahal kalau Papa tau apa yg terjadi selagi ini. Aku merasa berdosa kepada Papa yg dibohongi selagi ini.

Tapi semua apa yg diberbagi Mami Iin, kasih sayang, cinta serta pelajaran sex sangat mengecap dipikiranku. Hingga saat ini, aku terobsesi dengan apa semua yg dimiliki Mami Iin dulu. Aku mendambakan wanita seumur Mama, secantik Mama, sebaik Mami serta luar biasa di ranjang semacam Mami tiriku itu. Kusadari kini kalau aku sangat bahagia bercinta dengan wanita STW semuanya berawal dari sana.

Share: