Cerita Sex : TKW Hongkong Hot


Aku agak sedikit bingung, ketika tidak sedikit wanita aneh yang senyum gak jelas padaku begitu papasan. Ketika gak sengaja liat cewek mungil berlangsung menunduk lewat begitu aja. Serta anehnya aku balik badan serta spontan ngejar tuh cewek.
“Maaf mbak, kalau bioskop ada di lantai berapa yak?” pura-puraku bertanya padanya. Untungnya dirinya mau jawab mesikipun dengan kepala tetap menunduk.
“Naik satu lantai lagi mas” jawabnya singkat
“Makasih mbak, maaf telah ganggu perjalanan mbaknya” kata-kata yang ngeluncur gitu aja dari mulutku.

“Oh ya mbak ada yang lupa, maaf ya sebelumnya, mbak ini baru ada persoalan ya kog jalannya nunduk serta wajahnya cemberut gitu?” tanyaku sok akrab. Akhirnya mbak yang aku sapa ini menatap aku serta senyum sedikit serta mengatakan
“Gak tuh, sok tau kamu, emangnya kenapa sih tanya-tanya. Emang kalian mau temenin aku muter-muter disini?” jawabnya agak ketus.

 Kamipun akhirnya jalan bareng. Lama kelamaan aku berani untuk mengandeng tangannya sertadia gak marah. Jangan-jangan ini cewek karir di mall ini. Pikirku dalam hati. Aku yakin cewek ini high class sebab polo shirt yang dirinya pakai branded serta wangi parfumnya diatas 500ribuan.
Seusai berlangsung muter-muter, aku mencoba untuk ajak dirinya makan alias sekedar minum juice serta kuajak dirinya untuk keluar dari mall itu. Diapun nurut aja ketika tangannya kutarik untuk segera bergegas. Pas berlangsung keluar, dengan cara tidak sengaja tanganku berbagai kali nyentuh tahap pinggir toket cewek yang bahkan aku belum tau namanya siapa. Tanganku digenggam serta diapit hingga bener-bener nempel ke samping toketnya. Pikiranku langsung kacau, yang tadinya pingin pelan-pelan dulu atur taktik tiba-tiba nekat ngomong.
“Mbak, maaf gimana kalau kami booking kamar serta ngobrol disana” celotehku memberanikan diri. Reaksi dirinya bener-bener diluar dugaanku
“Emangnya kalian mau nginep berapa hari di hotel?” tanyanya yang bikin jantungku berdegup kencang.

Cewek yang setahuku tadi pendiem kalau ngomong sopan serta pelan, nyatanya dirinya malah lebih berani daripada aku. Kujawab dengan tawa saja pertanyaan yang dirinya ajuka padaku. Sampe akhirnya aku menyetop taksi serta menuju hotel yang dekat dengan mall tersebut.
Jantungku makin berdetak cepat, ketika aku sangatlah telah masuk di kamar hotel yang kami tuju. Ada tidak sedikit seribu tanya dalam hatiku mengenai gadis ini, tapi sekali lagi kata hatiku menenangkan diriku. “Tenang saja… dirinya wanita baik-baik yang kebetulan suka sama aku”
Kunyalakan TV serta duduk di samping ranjang. Kumulai membuka omongan dengan menanyakan namanya. Reaksi dirinya pas aku tanya begitu, dirinya malah ketawa serta mengatakan
“Lucu ya cowok disini, beda sama cowok Hongkong, kalau disana tentu tanya nanya nama, pekerjaan, tinggal dimana. Tapi kami kok baru tanya nama seusai masuk hotel…hahaha” Katanya sambil ketawa garing. Ada perkataan dirinya yang membikin aku makin deg-degkan.
“Nama no.1 ya bagimu, bukankah romantisnya dulu yang diutamakan?”
Waduh kacau nih cewek , pikirku. Malah sehingga dirinya yang agresif serta aku dibikin KO gak dapat ngomong lagi. Akhirnya aku alihkan arah pembicaraan kita, aku tanya padanya, kenapa kog jalan di mall sendiri.

Aku mencoba sesantai mungkin, kulepas sepatuku serta kurebahkan tubuhku di atas kasur. Seusai hening berbagai menit, cewek ini mau juga cerita siapa dirinya.
“Aku tuh TKW mas, baru saja balik dari Hongkong, Telah 2tahun aku disana serta kontraknya telah habis. Aku aslinya dari Solo, cuma baru kini dapat jalan-jalan ke mall di Jakarta”
Sambil lanjutin cerita, dirinya mulai rebahan di sampingku serta bahkan tangannya berani megelus rambutku. Dirinya bercerita tidak sedikit, mulai dari awal kerja hingga batapa bahagianya kalau tinggal disana.

Kira-kira telah 30 menitan dirinya cerita, tapi aku tetap belum berani ambil keputusan, apakah yang aku lakkan kepada cewek ini. Terpaksa deh aku nekad bilang sama dia
“Kalau aku pakai celana singkat kalian keberatan gak?”
Dia bukan hanya ngangguk boleh, malah dirinya juga ikutan buka kaos kakinya yang berwarna pink serta buka melepas juga polo shirt sama celana panjang katunnya. Sial aku malah tambah salah tingkah. Apalagi pas aku lihat merk victoria secret 34B serta celana span pink yang memperlihatkan bentuk pantat serta pinggulnya yang terawat banget. Tapi aku tetep aja pura-pura cuek. Semetara dirinya gantungin polo shirt serta celana panjangnya.
Sekarang posisi kami sama-sama rebahan, kepala dirinya diatas dadaku yang tetap pake kemeja, serta dirinya mengatakan padaku
“Kemejamu lepas aja mas biar gak lecek”
Aku merasa isyaratnya telah makin jelas. Tapi aku tetep aja pura-pura gak tau arah omonganya kemana. Kulepas kemejaku serta aku kembali rebahan lagi serta kembali diletakkan kepalanya di atas badanku. Kumencoba mengatur nafasku supaya tidak kelihatan kalau aku sebetulnya sngat gugup. Apalagi saat dirinya bilang padaku
“Kamu kelihatannya telah gak sabar ya…emang kalian telah bawa kondom?” serasa jantungku berhenti berdetak. Hahahaha.
Tanpa berlama-lama langsung saja kulumat bibir mungilnya serta kumainkan lidahku ke dalam mulutnya. Dengan nafsunya kulumat habis bibirnya. Dirinya mendesah semacam cewek-cewek yang bermain di film bokep. pegangan tangan dirinya makin kenceng kepunggungku serta lidahnya ikut masuk bermain-main di dalam mulutku. Pas sedang asyik-asyiknya saling melupat, aku mencoba untuk melepas tali BHnya. tiba Tiba-tiba ciumanya dirinya hentikan serta mengatakan,
“Mas, namaku Sinta, mas sendiri namanya siapa?” sambil menatapku lembut penuh gairah.
“Namaku Okto” jawabku
Kembali kami saling melumat. Cewek ini sangatlah telah sangat lihai. Dalam hatiku mengatakan, jangan-jangan cewek ini pemain film bokep. Ciumannya turun berganti ke kontolku. Dirinya menciumi kontolku dari luar CD. Tanpa ragu lagi aku langsung melepas celana kolorku serta CDku. Lidahnya begitu lembut ketika menjilati kontolku. Aku mencoba untuk meremas toketnya, tapi dirinya menepis tanganku. Aku disuruh diam serta menikmati permainannya saja. Intinya dirinya yang berkuasa.
Kontolku dilahap habis oleh mulutnya hingga mau muntah tapi ditahan., mungkin kontolku masuk hingga tenggorokannya. Saat itu juga aku merasa ada yang mau keluar dari dalam kontolku serta akhirnya
“Crooot…crooot…croot” pejuhku keluar semua masuk ke dalam tenggorokannya. Kepalanya kutekan supaya kontolku masuk kedalam lagi.
Ketika aku melepas kontolku dari mulutnya, kepala kontolku tidak menyisakan pejuh sedikitpun. Mungkin dirinya telan semua pejuhku. Babak satu untukku blow blast job terdahsyat yang sempat aku rasakan dalam nasibku.
Seusai itu kami pun rebahan kembali. kuatur nafasku yang sempat terenggah-engah sebab tingkahnya. Kurang lebih dua menit kami istirahat dirinya mulai lagi mengulum kontolku dengan lembut. Gak pakai lama, gairahku naik lagi.
Hari ini aku yang menguasai permainan,Kulepas Cdnya, kudekati memeknya, kujilati serta kusedot klitorisnya, celah memeknyapun habis aku lumat. Kepalaku dijepit sama dia. Tapi tetap dapat bernafas kog, hehehe. Sinta mendesah serta mengerah nikmat
“Ssssttt..aaahhh…ooohhh nikmatnya”
Kepalaku langsung ditarik ke wajahnya, kami berciuan luar biasa lagi. Sambil membisikan kata-kata manis
“Permainanmu sungguh luar biasa mas, puasin aku ya?”
Langsung saja kuarahkan kontolku ke celah memeknya yang tidak berambut.Dia memintaku untuk pelan-pelan ketika memasukan kontolku. Kuturuti permitaannya. Kutusukkan pelan kontolku ke dalam memeknya
“Blesss…blesss…” Sinta menggeliat menahan nikmat.
Kugoyangkan kontolku berirama, kutekan pantatku supaya kontolku masuk semua ke dalam memeknya. Hampir 10menit aku menyodok serta menggoyang memeknya, keringatku bercucuran membasahi badan Sinta. Kaki Sinta menjepit pinggulku sambil semakin mendesah.
“Ooohhh mas, semakin maaass…” Dirinya memelukku dengan erat sekali, serta teriak
“Aku keluar maasss..aahhhhh”. Dirinya menciumi seluruh tubuhku yang basah oleh keringat.
Aku pikir itu permainan terbaruku. Tapi pikiranku salah, sebab dirinya kembali melumat kontolku dengan nafsu yang membara. Hari ini jilatannya lebih ganas lagi, dirinya selain menjilati kontolku. Digigitnya kontolku sebab gemas serta disedotnya kepala kontolku hingga aku menggelijang menahan linu serta enak.
Sinta langsung ambil posisi menindihku. Dimasukin lagi memeknya ke kontolku yang tetap tegang. Kuremas toketnya, kupilin-pilin putingnya dirinya mendesah nikmat. Lalu aku iseng-iseng tanya sama dia
“Pernah gak, anusmu disodok sama kontol” tanyaku tetap dalam posisi digoyang sama Sinta.
“Iiihh, kalian tanya apaan sih, gak pernahlah, sakit donk” jawabnya sambil semakin menggoyang kontolku.
“Gimana kalau kami coba” kataku.
“Kalau kalian mau ayo gak persoalan” jawabnya sambil turun dari atas tubuhku.
Dan akhirnya kami nekad, kutusuk anusnya dari belakang. Kumasukan pelan-pelan, terbukti pertamanya agak susah, tapi aku semakin mencoba serta akhirnya “Blesss….” Sinta teriak kesakitan
“Aduuh maass, sakiit…” dirinya meringis menahan sakit. Tangannya luar biasa sprai kasur.
Tapi aku tidak memperdulikannya, aku semakin menyodok anusnya pelan-pelan, Seusai aku merasa bakal keluar untuk yang kedua klainya, sodokanku kupercepat. Sinta meringis menahan sakit. Serta hinggalah “Crooot…crooot…” pejuhku kukeluarkan semua ke dalam anus.
Aku sangatlah merasakan kepuasan yang teramat sangat. Ini pengalaman Sex ku yang tidak dapat kulupakan. Kamipun terkapar lemas diatas kasur. Kami sama-sama puas dengan permainan ini.

Share: