Cerita Sex: Tiara, Sang Model


“krinnnnggg…kkrrrrriiiiiiinnnnnngggggg…” suara hpku bordering.
“bro, dimana lo?”Tanya kawanku dari telepon,
“dirumah bro, kenapa?” jawabku,
“bĂȘte banget nih malem minggu dirumah aja..cabut yuk..” ajaknya,
“cabut kemana? Kayak punya duit aja lo..hahahahha” ledekku,
“aaaahhhh ngehe lo..ayo lah kami ke club..hehehe..” ajaknya,
“wiiiddiiihhh laga lo gembel maenannya club..hahahaha..” ledekku lagi,
“yeee lomau ikut kaga?” tanyanya,
“yaudah gue ikut..” berakhir menelpon, kami punberangkat ke club.

Aku sertai (22) mendatangi suatu  club dengan kawanku, sesampainyadisana kami pun langsung masuk. Didalamnya pun persis dengan bayanganku, tidak sedikitwanita berpakaian minim, live music serta Dj, minuman keras dimana-mana.
“Heh,mau ngapain lagi disini?” tanyaku pada kawanku,
“terserah lo mau ngapain, asal jangan nyari ribut aja..” jawabnya,
“bingung gue bro..” jawabku,
“alaahhh udah jangan bingung, nikmatin aja..” jawabnya,
“ah gue duduk aja lah..” lalu aku punduduk di bar sambil memperhatikan keadaan kurang lebih.

Aku lihat ada seorang cewek sexy dengan mengenakan blouse serta bawahan rok mini jeans diatas lutut serta kakinya yang jenjang di selimuti oleh stoking warna hitam sedang sendirian, sertatak jarang kami pun saling memandang.
“mantap juga tuh cewe..” sahut kawanku,
“hehehe..kenalan donk..” jawabku,

“udah lo embat aja, udah pandang-pandangansama lo, berarti dirinya minta di temenin..udah lo samperin sana..” serta kawanku punmendorongku, lalu aku pun mendekati wanita tersebut.
“hei, sendirian aja nih?”sahutku,
“iya nih lagi gak ada temennya..” jawabnya sambil tersenyum,
“boleh aku temenin? Hehehe” sahutku,
“boleh donk..” jawabnya,
“aku sertai..kamu?”sahutku sambil menjulurkan tangan,
“aku tiara..panggil aja tya..” jawabnya sambil tersenyum.
“kamu baru kesini ya?” tanyanya,
“iya, aku baru sekarangkesini..hehehe..” jawabku,
“pantes aku belum sempat lihat kalian sebelumnya..”jawabnya,
“hehehe..kerja dimana?” tanyaku,
“kerja kalo ada jadwal pemotretan aja..” jawabnya,
“waahh berarti kalian model donk? Dapat kali kapan-kapan kamujadi model aku? Hehehe..” gurauku,
“boleh juga..hehehe..” jawabnya.

Lalu akupun mengajaknya turun ke sertace floor, tidak lama kemudian kami pun amblas dalamirama music yang menghentak.
“aku pesan minum dulu ya..” sahutku serta tya punmungangguk sambil bergoyang mengikuti music.
Aku pun berangkat ke bar untuk memesanminuman, serta ku lihat tiara tetap asyik bergoyang. Lalu aku masukan obat tidurke minuman tiara, tidak berapa lama kemudian tya pun menghampiriku,
“wwuuhh..capek aku..” sahutnya,
“hehehe..ini minum dulu..” lalu aku berbagi minuman pada tiaradan ia pun meminumnya.
“lanjut lagi yuk..” sahutnya,
“boleh yuk..” lalu kamipun turun.
Tiba-tiba saja tya memegang kepalanya,
“kamu kenapa?” tanyaku,
“adduhh gak tau nih..tiba-tiba aja kepalaku sakit..” jawabnya,
“mungki terlalu tidak sedikit minum..aku antar kalian pulangaja ya..” sahutku,
“dirumahku gak ada orang..aku takut sendirian..” jawabnya,
“yaudah kerumahku aja ya..” sahutku, serta tya pun mengangguk.
Lalu aku papah tya ke mobilku serta aku bawa kerumahku.

Sesampainya di rumahku, aku bawa tya kekamar tidurku. Mungkinsebab obat tidur yang aku berbagi sedikit, jadinya tya pun tidak pingsan sertahanya lemas saja.
“kamu istirahat disini dulu ya..hehehe..” kataku, serta tya punhanya mengangguk.
Lalu aku elus-elus rambutnya serta aku buka satu persatukancing blousenya.
“kamu ngapain serta? Jangaann..” sahut tya sambil menepistanganku,
“udah kalian tenang aja..” lalu aku lepas semua kancing blousenya,
“dani..janganmacem-macem” tya pun mulai meronta, lalu aku tindih tubuh tya sambil aku pegangkedua tangannya serta aku mulai cium-cium lehernya,
“aahhh janganndan..toollooonnngggg..” teriak tya sebab panic ingin diperkosa.
Lalu aku bekapmulutnya,
“sssttttt jangan macem-macem..aku dapat kasar sama kamu..” lalu akubalikkan tubuh tya serta aku ikat pergelangan tangan, lengan serta payudaranya.
“aaaggghhhjangaaannn daaannn..toolloonnggg..” ronta tya sedikit lemas sebab efek dariobat tidur tadi.
Lalu aku ikat frogtied kainya yang dibalut dengan stokinghitam. Lalu aku ambil lakban perak serta aku lakban mulut tya supaya tidak teriak.
“mmmppphhhmmmpphhh mmmppphhhh..” erang tya sambil meronta.
Lalu aku cium-cium lehernyadan aku jilat-jilat belakang telinganya. Tya pun menangis pasrah dengantindakanku,
“mmmpphhh mmppphhh mmmppphhh..” erang tya sambil menangis. Lalu akuremas-remas payudaranya sambil terus cium serta jilat lehernya,
“udah gak usahnangis..biar jadi kenang-kenangan, aku potret juga nih..hehehe..” lalu aku punmemotret tya saat aku gerayangi.
Hasratku pun mulai memuncak, lalu aku singkaprok jeans tya serta aku plorotin juga CDnya. Aku mulai elus-elus vagina tya sambil aku remas-remas payudaranya. Aku pilin-pilin klitorisnya sambil aku pilin-pilin putingnya. Aku isep-isep putting tya sambil aku elus vaginanya yang telah basah. Lalu aku buka celana serta boxerku, lalu perlahan-lahan akuelus-elus vagina tya dengan penisku.
“mmmpphhh mmmmpphhh..” erang tya sambilmenggeleng-gelengkan kepalanya, serta perlahan aku mulai masukkan penisku kevagina tya.
“mmmmmpppphhhhhh mmmmpppphhhhhh..” erang tya,
“kamu nikmatinya..hehehe..” lalu aku mulai genjot-genjot penisku di dalam vaginanya.
“mmmpppphhhmmmppphhh mmmppphhh..” erang tya sambil meronta serta memejamkan matanya,
“mmmpphhhmmpphhh mmmppphhh..” aku gejot terus penisku makin lama makin cepat. Serta tanpadisadari tya pun mulai menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama genjotanku.
Terasa vagina tya menjepit penisku serta tya pun mulai menikmatinya.
“mmmpphhh mmmpphhhmmmpphhhh..” erang tya semaki kencang, serta tidak lama kemudian kami pun orgasmebersamaan.
Tya pun terbaring lemas,
“hehehe..enak kan rasanya..” sahutku sambil membuka lakban dimulutnya,
“jahat kamu..kenapa kalian tega perkosa aku?”sahutnya,
“hehehe..habisnya kalian cantik serta sexy sih..bikin aku jadi pengenaja..hehehe..” jawabku,
“dasar brengsek..kamu jahat..lepasin aku..” bentak tya,
“tapi kalian suka kan? Hehehe” tanyaku, tya pun hanya terdiam lalu berteriak. “ttooolloooonngggg..ttoollloooonngggg..”teriak tya kencang, lalu aku ambil chloroform serta sapu tangan di laci meja,lalu aku bekapkan ke mulut serta hidung tya.
“mmmppphhhh mmmpphhh mmmpphhhh..”tya pun mengerang serta meronta,
“ayo hirup baunya..” sahutku sambil terusmembekapnya.
“mmmppphhhh mmmmmppphhhhh mmmmpppphhhh..” tya pun mulai merasa lemas serta akhirnya pingsan.
Pada saat tya pingsan, aku pun memperkosanya lagi untuk yang kedua kalinya.Seusai puas aku perkosa, aku biarkan dulu tya istirahat.
Keesokan harinya, jam 7 pagi, aku pun melihat tv disebelahtya sambil merangkulnya.
“eeegghhhh eemmmhhh..” tya pun siuman dari pingsannya.
“aadduuhhhh v ku sakiitt..” sahutnya, “udah kelak juga gak bakal terasa lagi koksakitnya..hehehe..” jawabku,
“jahat kamu, kenapa kalian perkosa aku?” tanyanya,
“kan aku sempat bilang kalo aku mau potret kamu..ini hasilnya..” sambil memperlihatkan hasil jepretan foto tya saat aku perkosa.
“tapi aku kan gak tau kalo mau dipotret kaya gitu..tau gitu aku juga gak bakal mau..” jawabnya,
“udahlah semuanya juga udah kejadian..hehehe..” jawabku, lalu tya pun cemberut saja.
“ayo donk bergaya..aku mau potret kalian nih..hehehe..” sahutku,
“gak mau..males aku jadi model kamu..” tya pun ngambek,
“ayolah..profesional donk sayang” rayuku,
“gak mau..” tegasnya,
“oo yaudah..berarti kalian lebih milih video kalian lagi diperkosa tersebar diinternet, khususnya disitus dewasa..” ancamku,
“iiihhh jangan..”sahutnya,
“kalo gitu pose donk..hehehe..” jawabku, lalu tya pun berpose dalam ikatan.
Aku ganti ikatannya dengan ikatan hogtied serta mulutnya aku sumpal dengan ballgag, aku ambil foto pose tya yang terbelit hogtied serta dari mulutnya menetes air liur yang membikinnya terus sexy. Berakhir pemotretan, aku ambil handycam serta aku letakan di aspek kamar, lalu aku lepas ikatan hogtiednya lalu aku ikat pergelangan kakinya ke sudut-sudut tempat tidur. Serta aku pun mulai menggerayangi tubuh tya.
Hari ini tya pun tidak meronta menolak perlakuanku, mungkin sebab posisinya yang tidak berdaya jadi ia pasrah saja. Aku mulai remas-remas payudara yang kiri serta aku isep-isep payudaranya yang sebelah kanan.
“mmmppphhhhhhh..” erang tya mencoba menikmati isepan demi isepanku di payudaranya.
Aku elus-elus vaginanya serta tya pun memejamkan matanya. Aku lepas ballgag yang menyumpal mulutnya, lalu aku lumat bibirnya.
“mmmuuaaahhh mmuuuaahhh mmuuuaahhh..” tya pun membalasnya
“mmuuaahhhh mmmuuuaaahhh mmmuuuaahhh..” lalu perlahan, aku naik ke atas tya sambil terus melumat bibirnya serta meremas payudaranya.
Lalu aku masukan penisku kedalam vaginannya.
“aaaahhhhh uuummmhhhh mmmmhhhhh..” erang tya saat penisku melesak ke vaginanya.
Lalu akugenjot penisku divaginanya,
“aaaahhhh uuummmhhhh eeeghhhhh..” erang tya, aku genjot vaginanya makin lama terus kencang.
“aaahhhh ooouuhhhh uuuhhhhh uuuhhhh..” erang tya.
“mmmmhhhhmmmhhhh aaahhhhhh..” tya pun memejamkan matanya merasakan genjotanku,
“uuuuhhhhaaahhhhh aaahhhhhh aaahhhhh..” pinggul tya pun mulai ikut bergoyang
“uuuummmhhhaahhhh aaahhhh aaahhhh…” erangnya, aku percepat genjotanku hingga terasa vagina tya menegang serta akhirnya orgasme.
“aaahhhhhhh mmmmmhhhhh..” genjotanku terasamakin licin sebab tya telah orgasme.
Aku genjot vaginannya yang terus licin serta akhirnya aku pun mencapai puncaknya serta muncrat didalam.
“makasih ya buat semuanya..” bisikku ditelinga tya, tya pun hanya diam saja sebab tetap terlalu lemas.
“lepasin aku daann..pegel nihh..” pinta tya,
“ayo daann lepasinaammpphhhh mmmmppphhh..” belum berakhir tya bicara, langsung aku bekap lagi tya dengan sapu tangan yang telah aku beri chloroform serta tidak berapa lama tya pun pingsan.
Saat tya pingsan, aku lepas semua ikatan di tubuh tya sertaaku bersihkan vaginanya dari sisa-sisa spermaku. Sejak kejadian itu, tya pun bersedia menjadi modelku untuk objek pemotretan bondage serta kami pun terus mengulanginya selagi pemotretan berjalan. 
Share: