Cerita Dewasa: Pelajaran Mesum Khusus Buat Kekasihku


“sayank, ayo masuk..udah masuk nih..” sahut Anik (21) yg tdk lain merupakan pacarku.
Anik terbilang cewek yg cantik, putih bersih, tinggi, seksi, serta tubuhnya pun proporsional.
“iya nantik, kalian masuk duluan aja..” jawabku,
“bener ya? Awas lho kalo sampe bolos lagi” sahut Anik,

“iya yannnkkkkkk..” jawabku, lalu Anik pun berangkat serta masuk kelas sedangkan aku tetap asik saja kongkow bersama kawan-kawanku.
Sebab keasikan kongkow, aku pun sehingga bablas untuk masuk kelas,
“hhmmmm keren ya bolos lagi..nongkrong aja terus!” sahut Anik sambil menjewer telingaku,
“aaa..aduhduhduhh..sakit yank..” jawabku sambil dijewer,
“dibilangin jangan bolos juga, malah tetap bolos..uuuuuuffftttt..” sahutnya,
“iya iya ampun yank, gak lagi-lagi aku bolos..” kataku,

“gak ada ampun-ampunan, ikut aku pokoknya..” jawabnya sambil menjewer kupingku, aku pun menjadi tertawaan kawan-kawanku sebab faktor itu.
Anik pun melepaskan jewerannya ditanganku,
“pokoknya kalian wajib ngerti pelajaran tadi..” sahut Anik,
“ya tp gimana caranya sayank?” tanyaku,
“kita kerumah kalian sekarang, aku yg ajarin kamu..” jawabnya, lalu aku pun pulang kerumah bersama Anik sebab ada pelajaran tambahan yg bakal diberbaginya.
Seampainya dirumahku, aku ajak masuk Anik. Rumahku sedang sepi sebab orang tua ku berada diluar kota sebab urusan keluarga, jadilah aku serta Anik berdua saja.
“kamu tunggu dulu aja disini, aku mau bikin minum sama nambil cemilan dulu” kataku, lalu Anik pun menurut saja.

Aku pun kembali dgn mengangkat minuman serta cemilan,
“nah ayo kami mulai pelajarannya” sahut Anik, lalu ia pun mengajariku pelajaran tadi.
Cukup lama Anik mengajariku pelajaran kuliah tadi hingga tidak terasa jam telah memperlihatkan jam 3 sore.
“akhirnya berakhir jg..” kataku sambil berbaring dilantai,
“nah kini leluasa dah, terserah kalian mau ngapain” sahut Anik sambil merapikan catatan dibindernya,
“bener nih leluasa ngapain aja?” tanyaku,
“he’eemmhh..” jawabnya,

“kalo gitu giliran aku ngajarin sesuatu ke kamu..hehehehe..” jawabku sambil berlari kekamarku mengambil suatu  tas, “ngajarin apa? Kalian mau kemana?” Tanya Anik.
Lalu aku pun kembali dgn mengangkat tas punggung,
“apa itu yank?” Tanya Anik,
“sekarang giliran aku ngajarin kalian sesuatu..hehehehe” jawabku,
“iya tp apa?” jawab Anik penasaran,
“udah kini kalian nurut aja..coba tangan kalian taruh kebelakang..” sahutku, lalu Anik pun mengikutinya.

Seusai itu, aku ikat pergelangan tangan Anik menyiku kebelakang,
“aawwwhhhh kok tangan aku diiket gini sih yank?” Tanya Anik,
“gak apa-apa sayank, kalian nikmatin aja dulu..hehehe..” jawabku sambil mengikat tahap atas serta bawah payudaranya, “eeemmmmhhhhhh..aaahhhhhh..jangan kenceng-kenceng..” sahut Anik,
“iya ini jg gak kenceng kok..” jawabku, “yank, ini mainan apa sih? Kok aku diiket-iket gini?”
Tanya Anik,
“ini namanya bondage sayank, tp yg soft. Aku suka banget ngeliat gambar cewek diiket kayak kalian gini sayank” jawabku sambil mengikat pergelangan kakinya,
“oooh gitu..tp jangan apa-apain aku lho? Mentang-mentang aku diiket gini kalian dapat leluasa apa-apain aku” sahutnya, “ya enggak lah sayank, aku tuh sayang banget sama kamu..kamu sayang jg kan sama aku?” Tanyaku sambil aku ikat tahap betis serta lututnya,
“iya aku jg sayang sama kamu” jawabnya sambil tersenyum, lalu aku cium bibirnya yg merah itu,
”uuummmhhhhh mmmuuaaahhhh..”
Seusai aku ikat tubuh Anik, lalu aku pun memutar film. Anik pun mencoba melepaskan ikatan ditubuhnya dgn tutorial meronta,
“yaannkkk, lepasin dulu doonkk..pegel nih..” sahut Anik sambil meronta serta bersandar didadaku,
“kenapa sih sayank? Itu lihat filmnya..” jawabku,
“tp pegel yaannkkk..ayolah bukain sebentar..” sahutnya,
“ah kalian banyak bicara banget sih yank..” lalu aku pun beranjak serta mengambil sapu tangan serta bandana,
“buat apa itu yg? Lepasin aku dulu” sahutnya,
“ssstttttt udah kini kalian diem dulu ya..hehehhe” jawabku,
“yaannkkk jaaammmppphhhhhh mmmmppphhhh..” belum sempat Anik bicara, suatu  sapu tangan aku sumpalkan ke mulutnya serta aku tutup lagi dgn bandana supaya sapu tangan dimulutnya tdk dapat dikeluarkan.
“mmmmppphhhh mmmmppphhhh..” erang Anik sambil meronta, lalu aku rangkul tubuuh Anik supaya tdk tidak sedikit bergerak.
Anik pun mulai tenang dlm rangkulanku serta ia pun mulai menikmati filmnya. Perlahan tanganku pun mulai menelusup kedalam kemeja serta bra yg ia gunakan,
“mmmmpppphhhhh mmmmmmhhhhh..” desah Anik sambil terus menyaksikan film.
Aku elus-elus payudaranya sambil aku pilin-piin putingnya.
“mmmpppppphhhhhh mmmmmpppphhhhh mmmmhhhhhhh..” desah Anik saat payudara serta putingnya aku pilin-pilin.
Aku mulai isep-isep lehernya sambil aku pilin payudaranya,
“mmmmppphhhhh mmmmhhhhhh mmmmhhhh..” desahnya, aku terus meremas payudaranya sambil aku pilin putingnya serta aku isep-isep lehernya yg mulus itu.
“mmmmhhhhhhhhh mmmmmmmmhhhhh..” Anik terus memberbagi respon yg lumayan membikinku horny.
Lalu aku mulai telusupkan tanganku kedalam celananya,
“mmmpphhh mmmppphhh..” tiba-tiba Anik menjauh dariku serta memperlihatkan mulutnya yg disumpal,
“kenapa sayank?” tanyaku,
“ffuuaahhh..jangan kesitu dulu, aku belum dapet feelnya..” jawabnya.
“oooh oke deh..” lalu aku lanjut dgn mencium bibirnya,
“mmmppphhhh uuummmhhh..” aku lumat bibir Anik,
“mmmppphhhh mmuuaaahhhh..” Anik pun membalas lumatanku. Lalu aku lumat lidahnya sambil aku elus-elus payudaranya, “uuuuummmmhhhh mmmppphhhh aaahhh..” desahnya.
Aku terus elus-elus serta remas-remas payudranya,
“eemmmhhhh mmmppphhhh..” desah Anik sambil memejamkan matanya, lalu aku pilin-pilin putting Anik sambil sedikit menekan,
“aaaaaaahhhhhhhhh!” jerit Anik, langsung saja aku bekap mulutnya,
“ngapain sih jerit-jerit segala?” tanyaku sambil melepaskan bekapan tanganku,
“maaf yank kelepasan..hehehe..” jawabnya,
“waahh bahaya nih kalo kedengeran tetangga..” sahutku, lalu aku ambil sapu tangan serta aku sumpal mulut Anik supaya tdk menjerit lagi.
“mmmmppphhhhhh mmmpphhhhhh..” erangnya,
“nah kalo gini kan aman” jawabku sambil mengelus-elus payudaranya.
Aku buka kancing kemejanya lalu aku keluarkan payudaranya dari cup bra-nya serta itu membikin payudara Anik mencuat serta terus besar, aku elus-elus payudaranya sambil aku jilat-jilat putingnya.
“mmmmmmpppppphhhhhhhhh!!” jerit Anik sekali lagi, aku pun terus isep-isep putingnya sambil aku pilin-pilin putting yg satu lagi.
“mmmmppphhhh mmmmppphhhh mmmmppphhhh” desah Anik sambil memjamkan matanya, lalu aku buka celananya serta aku elus-elus meqinya.
“mmmpphhh mmmpphhh mmpphhh..” desah Anik keenakan.
Aku isep-isep putting Anik sambil aku elus-elus payudaranya, lalu aku baringkan Anik di sofa dgn serta aku tutup matanya dgn bandana,lalu aku jilat-jilat meqi Anik.
“mmmmppphhh mmmpphhh mmmpphhhh..” desah Anik sambil menggelinjang.
Lalu aku buka celanaku serta aku elus-elus meqi Anik dgn k0ntolku serta pelan-pelan aku masukan k0ntolku ke meqi Anik.
“mmmmmppphhhhh mmmppphhhhhh..” desah Anik, lalu aku mulai genjot-genjot meqi Anik perlahan.
“mmmppphhh mmpphhh..” desah Anik, aku isep-isep payudara serta leher Anik sambil terus genjot meqinya. aku lepas sumpalan di mulutnya lalu aku lumat bibirnya,
“uuummmhhhh mmuuuaahhh aahhh sayaannkk aahhh..” desah Anik tdk beraturan saat aku genjot meqinya sambil melumat bibirnya.
“aaahhh sayannkkk uuuhhhh aahhh mmmhhhh..” desahnya,
“kenapa sayank? Enak kan? Hehehe..” tanyaku, “aaahhhh mmmppphhhh aaahhhh aahhhh aaahhhh..” desah Anik keenakan, “aaawwwhhhh sayaaannkkk aaaahhhh saakkiiittt!!” jerit Anik saat aku menggenjotnya dgn kasar,
“ssstttt diem donk sayaaank..” sahutku, “aaaahhhh mmmppphhhh yaaannnkkkk aaammmppphhh..” desah Anik saat aku sumpal lagi mulutnya sebab takut didengar tetangga.
“mmmpphhh mmpphh mmppphhh..” terasa meqi Anik pun terus menjepit k0ntolku serta putingnya mengeras.
Kelihatanya Anik telah sangat horny, maka aku percepat genjotan di meqinya.
“mmmpphhh mmmpphhh mmmpphhhh mmmppphhhh..” desah Anik sambil menggelengkan kepalanya saat aku genjot meqinya sambil aku pilin serta isep-isep putingnya,
“mmmppphhhhhh mmmmpppphhhhh..” erangnya sebab telah tdk tahan lagi menahan orgasmenya,
“keluarin barengan ya sayang..” sahutku serta Anik pun terus mendesah serta menggelinjang,
“mmmppphhhh mmmppphhh mmmpphhhh..” desahnya,
“aaahhh sayaannkk aku mau keluar nih..” sahutku.
Tak lama kemudian kami pun orgasme bersamaan,
“mmmmmppphhhh mmmpphhhh..” desah Anik lemas.
Aku lepas dulu sumpalan dimulutnya,
“kamu luar biasa sayank, makin cinta deh sama kamu..” kataku sambil mencium bibirnya,
“uuummmhhh emmhhh aaammmhhhh..” Anik pun membalas ciumanku, ku lumat bibir serta lidahnya serta ia pun membalasnya. “kamu disini dulu ya, aku mau masak dulu buat kita..” sahutku,
“lepasin aku yaankk, pegel nih..” jawabnya,
“hehehe..nanti ya sayank, tp kalo kalian dapat lepasin aja sendiri..hehehe..” kataku sambil menyumpal lagi mulutnya, “tp yank eeuummppphhh mmmpphhhh..” belum sempat Anik bicara, aku sumpal lagi mulutnya dgn saputangan.
“aku masak dulu ya sayank..” kataku sambil mencium keningnya.
Lalu Anik pun mulai meronta-ronta melepaskan ikatannya sementara itu aku didapur memasak untuk kami berdua.
Berakhir masak aku pun kembali serta menonton Anik tetap keadaan terbelit sebab tdk dapat melepaskan diri dari ikatanku,
“lho belum lepas jg sayank? Hehehe” ledekku,
“mmmppphhhhhh..” jawab Anik, lalu aku lepaskan ikatannya serta aku bersihkan tubuhnya dari sisa-sisa spermaku.
Seusai kami berdua rapih, kami pun menyantap masakan yg aku buat. Seusai kejadian itu hubungan kami pun terus luar biasadan penuh warna. Setiap minggu kami rutin bermain dgn alias tanpa berhubungan badan (ML), serta aku berjanji gak bakal sempat buat Anik sedih. 
Share: