Cerita Dewasa Kompleks Ibu Muda Hot


Ada seseorang bunda rumah tangga yg tetap tetap muda dimana umurnya 29 tahun. dirinya bernama Citra sedang suaminya yg umurnya lebih tua 30 th. bernama Hanif, Bunda Citra di lingkungan gampang berteman dan supel, penampilannya juga umum saja tetapi bersahaja, sedang suaminya lumayan baik dan bertanggung jawab dengan keluarganya. bisa disebut tempat tinggal tangganya serasi.

Pada saat malam agenda 17 Agustusan tahun 2003, Citra dan Hanif beserta warga lingkungan di mana mereka tinggal mengadakan malam hiburan berbentuk Organ tunggal. Tua muda, lelaki wanita, seluruhnya turut bergembira. Seluruhnya turun berjoget ikuti alunan lagu yg dibawakan oleh penyanyi. Awal mula mereka berjoget dengan pasangan semasing. Seluruhnya bergembira sembari tertawa leluasa ikuti irama musik.

Setelah sebagian lagu, mereka rutin berjoget dengan bertukar pasangan. Mereka rutin bergembira. Citra berjoget dengan seseorang ayah, Hanif berjoget dengan seseorang anak wanita remaja. . Begitulah mereka berjoget hingga sebagian lagu dengan bertukar pasangan hingga sekian waktu.

Mendekati akhir acara, pada lagu paling akhir, Citra berjoget dengan seseorang ayah, sedang Hanif berjoget dengan Kiki, seseorang bunda rumah-tangga yg tinggal sebagian tempat tinggal dari tempat tinggal mereka. Kiki, seputar 40 th., bunda dari seseorang karyawan swasta yg bekerja dengan system shift, mempunyai 2 orang anak yg telah lumayan besar.

Mesikipun telah berumur tetapi desain Kiki senantiasa terkesan muda lantaran langkah berpakaiannya yg senantiasa agak seksi dan pintar bermake up. SKikintas Citra mKikirik pada Hanif yg tengah berjoget dengan Kiki. Tampak Hanif tengah tertawa dengan Kiki sembari berjoget.

Kemudian kembali Citrapun berjoget dan tertawa dengan pasangannya. Mendekati tengah malam agenda berakhir. Seluruhnya kembali pada tempat tinggal semasing dengan perasaan bahagia meskipun lelah. . Sesampai dirumah, setelah mandi air hangat, Citra dan Hanif selekasnya ke tempat tidur.
” Bagaimanakah tadi, sayang? ” bertanya Hanif sembari memeluk Citra.

” Apanya? ” kata Citra sembari meletakkan kepalanya di satu diantara tangan Hanif.
” Ya tadi saat kami ditempat pesta tadi, ” kata Hanif sembari mengecup bibir mungil Citra.
” Saya betul-betul bahagia. . . ” kata Citra sembari tersenyum sembari tangannya mengusap-ngusap dada dan jarinya memainkan puting susu Hanif.
” Wajibnya kami kerap perbuat agenda seperti tadi, janganlah hanya satu tahun sekali. . . ” kata Hanif sembari tangannya masuk ke baju tidur Citra. Buah dada Citra diremas dengan mesra.
” Mmhh. . Terbuktinya mengapa? ” kata Citra sembari mencium pipi Hanif lantas mengecup bibirnya.
” Ya kami kan bisa bergembira dengan tetangga yg ada. Tdk tidak jarang sekali kami ngumpul bareng mereka, ” tutur Hanif sembari buka semua kancing baju tidur Citra.
Lantas dijilatnya puting susu Citra sembari tangannya meremas buah dada Citra yg satu lagi.
” Mmhh. . . ” desah Citra sembari memejamkan matanya.
Sembari terus menciumi dan menjilati buah dada Citra, tangan Hanif yg semula meremas buah dada, turun ke perut lantas disusupkan ke celana dalam Citra. Selekasnya jarinya menyentuh bulu-bulu kemaluan Citra yg tdk terlampau tidak sedikit. Citra terus terpejam sembari sesekali mendesah. . Jari-jari tangan Hanif lantas turun menyusuri belahan belahan meki Citra.
” Ohh. . . ” desah Citra keras sembari menggerakkan pinggulnya.
Jari Hanif rutin menggosok-gosok belahan meki Citra hingga cairan meki Citra keluar tidak sedikit.
” Mmhh. . . ” desah Citra sembari tangannya memegang tangan Hanif yg tengah bermaik di mekinya.
” Enak, sayang, ” kata Hanif sembari melumat bibir Citra.
Sesaat jari tengah Hanif masuk ke celah meki Citra. Tanpa ada menjawab pertanyaan Hanif, Citra membalas ciuman Hanif dengan luar biasa sembari menjepitkan pahanya lantas menggoyangkan pinggulnya lantaran menahan kebahagiaan saat jari tangan Hanif keluar masuk celah mekinya. Sesaat tangan Citra selekasnya menyelusup ke celana piyama Hanif, dan lalu menggenggam dan meremas k0ntol Hanif yg telah tegang.
” Buka bajunya dong, sayang, ” kata Citra berbisik ke tKikinga Hanif. Hanif selekasnya bangkit lantas melepas semua bajunya. K0ntol Hanif tampak telah tegak dengan ditumbuhi bulu yg benar-benar lebat.
Lihat ini, Citra selekasnya bangkit dan duduk di pinggir ranjang. Digenggamnya k0ntol Hanif lantas dikocok perlahan-lahan. Cairan bening tampak keluar dari celah k0ntol Hanif. Tanpa ada tidak sedikit cakap ujung lidah Citra selekasnya menjilati cairan itu sambai habis.
Tdk lama, mulut Citra telah mengulum batang k0ntol Hanif yg lumayan besar. Cpok. . Cpok. . Cpok. . Terdengar nada kuluman mulut Citra pada k0ntol Hanif.
” Ohh. . Enak, sayang. . Ohh. . . ” desah Hanif sembari memegang kepala Citra lantas memompa pelan k0ntolnya di mulut Citra.
” Ubahan, dong. . . ” kata Citra sembari melepas kulumannya lantas memandang mata Hanif. Hanif tersenyum.
” Naiklah ke ranjang. . . ” tutur Hanif.
Citrapun selekasnya naik ke atas ranjang lantas telentang dan buka lebar pahanya. Tdk lama, Citra mendesah lantaran lidah Hanif pandai bermain dan menjilati kelentit dan celah meki Citra.
” Ohh, sayangg. . Teruss. . . ” desah Citra agak keras.
Terlebih saat jari Hanif masuk ke celah mekinya sembari lidahnya tdk henti menjileti kelentit Citra. Gerakan pinggul Citra terus keras ikuti rasa enaknya. Selang berbagai saat tangan Citra dengan keras meremas rambut Hanif dan menekankan kepalanya ke meki. Lantas.
” Ohh. . Enak, sayangg. . Mmff. . Sshh. . . ” jerit kecil Citra terdengar saat Citra meraih puncak kebahagiaan. . Orgasme.
Hanif selekasnya hentikan jilatannya lantas naik ke atas badan istrinya ini. Mesikipun mulut tetap tetap basah oleh cairan meki Citra, Hanif segera melumat bibir Citra. Citrapun segera membalas ciuman Hanif dengan hebat.
Sembari terus berciuman, tangan Citra selekasnya memegang dan menuntun k0ntol Hanif ke celah mekinya. Selang sebagian detik lalu. . Bless. . Bless. . Bless. . K0ntol Hanif lansgung keluar masuk meki Citra. Keduanya bermandi peluh sembari sesekali terdengar desahan kebahagiaan mereka.
” Mekinya legit, sayang. . Enak. . . ” bisik Hanif. Citra tersenyum sembari menggoyangkan pinggulnya.
” Terbuktilah mengapa? ” bertanya Citra.
” Saya tidak sempat jemu menyetubuhi anda. . . ” bisik Hanif sembari rutin memompa k0ntolnya. Citra tersenyum.
” Bila wanita lain terasa bagaimanakah, ” bertanya Citra lagi.
” Saya tidak sempat bersetubuh dengan wanita lain, kok. . . ” kata Hanif.
Citra tersenyum lantas merangkulkan kedua tangannya ke pundak Hanif sembari terus menggoyangkan pinggulnya menyeimbangi gerakan k0ntol Hanif.
” Saya ingin bertanya, sayang… ” kata Citra.
” Apa? ” kata Hanif.
” Badan Mbak Kiki, tetangga kami ini, keren tak..? ” bertanya Citra.
” Ah kamu pertanyaannya ada-ada saja… ” kata Hanif tdk menghiraukan.
” Saya serius, sayang.. Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok… ” kata Citra.
” Tadi saksikan belahan buah dadanya tak? ” bertanya Citra.
Hanif mengangguk. Citra tersenyum sembari rutin menggoyangkan pinggulnya.
” Jujur.. Iya, badan dirinya keren. Dan tadi saya sempat saksikan belahan buah dadanya. Geram? ” kata Hanif sembari mengentikan gerakannya.
Citra tersenyum sembari rutin menggoyang pinggulnya.
” Janganlah berhenti dong, sayang.. Rutin setubuhi saya.. Mmhh… ” kata Citra.
” Saya tidak geram kok. Malah saya sukai mendengarnya… ” kata Citra.
” Mengapa? ” bertanya Hanif heran.
” Tadi saat saya saksikan kamu berjoget dengan Mbak Kiki, tdk paham mengapa ada perasaan aneh… ” kata Citra.
” Tadi mendadak saya memikirkan kamu bermesraan dengan Mbak Kiki… ” lanjut Citra lagi.
” Mengapa demikian? ” bertanya Hanif.
” Saya tdk paham… ” kata Citra.
” Kamu cemburu? ” bertanya Hanif.
” Tidak sekalipun. Malah demikian sebaliknya, saya benar-benar mau lihat kamu bermesraan dengan Mbak Kiki… ” kata Citra.
Hanif tersenyum.
” Kamu lagi horny kali ya, tadi… ” kata Hanif tanpa ada hentikan gerakan k0ntolnya.
Citra kembali tersenyum. Setelah sebagian lama memompa k0ntolnya, Hanif mengejang, gerakannya sehingga tambah cepat.
” Saya ingin keluar, sayang.. Ohh… ” bisik Hanif.
” Tahan dahulu sebentar, sayang.. Saya juga ingin keluar.. Mmhh… ” bisik Citra sembari mempercepat gerakan pinggulnya.
Tdk lama badannya mengejang, tangannya kuat memeluk badan Hanif.
” Ingin keluar, sayangghh… ” jerit Citra.
” Ohh.. Nikmat, sayang.. Ohh… ” jerit kecil Citra saat meraih orgasme.
Selang sebagian detik, Hanif juga makin mempercepat gerakannya. Hingga pada akhirnya.. Crott.. Crott.. Crott.. Air mani Hanif menyembur didalam meki Citra. Hanif menekankan k0ntolnya dalam-dalam ke meki Citra.. Badan keduanya lemas sama-sama berpelukan sesaat k0ntol Hanif masuk ada didalam meki Citra.
” Ingin tidak bila saya minta kamu maen dengan Mbak Kiki.. Saya serius, ” kata Citra sembari memeluk pundak Hanif.
” Mengapa sih kamu ingin yg aneh-aneh demikian? ” bertanya Hanif.
” Saya tdk paham jawabnya, sayang.. Yg tentu ada perasaan horny saat memikirkan kamu bermesraan dengan Mbak Kiki… ” kata Citra.
” Ingin kan, sayang? ” bertanya Citra memaksa.
” Bila saya ingin, bagaimanakah langkahnya, sayang… ” kata Hanif sembari mengecup bibir istrinya.
” Nanti saya yg mengatur… ” kata Citra sembari tersenyum.
Hanif juga tersenyum sembari mencabut k0ntolnya dari meki Citra, lantas bangkit dan kenakan pakaian. Merekapun tidur lalu.. Tidak sedikit langkah yg dikerjakan Citra agar Kiki bisa dekat dengan dan bersahabat dengan dirinya dan Hanif. Dan faktor seperti itu mengangkat hasil. Kiki sekarang mulai kerap berkunjung ke tempat tinggal mereka meskipun cuma untuk sebatas bercakap.
Cerita Dewasa Rumit Bunda Muda Hot
Hingga satu malam Citra mengajak Kiki datang ke tempat tinggalnya.
” Mas Wiryo telah berangkat kerja kan, Mbak? ” bertanya Citra.
” Telah dari tadi dong.. Dirinya bisa segi shift malam, ” tutur Kiki.
” Eh ada apa undang saya itu malam? ” bertanya Kiki.
” Tidak ada apa-apa kok, Mbak… ” kata Citra.
” Kami cuma mau ajak Mbak nonton VCD baru yg dibKiki Mas Hanif, ” kata Citra sembari mKikirik pada Hanif.
Hanif membalas dengan senyuman.
” VCD begituan ya? ” bertanya Kiki semangat.
Citra tersenyum sembari mKikirik Hanif.
” Cepatlah putar! ” tutur Kiki tidak sabar. Hanif bangkit dari tempat duduknya lantas menuju ke VCD player.
” Mbak Kiki sukai film type apa? ” bertanya Hanif sembari menyodorkan sebagian keping VCD.
Setelah pilih, Kiki selekasnya menyerahkan film yg mau dilihatnya. Hanif selekasnya memutarnya. Mereka bertiga mKikihat film BF tanpa ada tidak sedikit bicara. Mereka duduk bertiga di karpet. Citra duduk berdampingan dengan Kiki, sesaat Hanif duduk dibelakang mereka.
” Telah ada yg bangun, ya..? ” kata Citra tersenyum sembari mKikirik ke arah Hanif.
” Lumayan… ” kata Hanif.
” Lumayan apa? ” bertanya Kiki sembari matanya sedikit mKikirik ke arah selangkangan Hanif yg mulai agak menggembung. Hanif tersenyum sembari menutupi kakinya dengan bantal.
” Mbak Kiki seberapa kerap begituan dengan Mas Wiryo? ” bertanya Citra.
” Ah, tdk tidak jarang sekali.. Mungkin saja lantaran dirinya lelah, ” kata Kiki sembari matanya rutin lihat adegan seronok di video.
Kembali mereka terdiam sepanjang sebagian waktu sembari lihat video.
” Sini dong..! ” kata Citra pada Hanif sembari matanya berkedip berbagi isyarat. Hanif beringsut mendekati Citra.
” Ada apa sih..? ” bertanya Hanif.
” Duduk dekat sini dong… ” kata Citra dengan nada manja.
Dengan berniat tangan Citra selekasnya masuk ke Celana Hawaii Hanif. Lantas digenggamnya k0ntol Hanif yg telah tegang dan diremasnya pelan. Kiki yg lihat faktor seperti itu, perasaannya sehingga tdk karuan.. Pada rasa malu dan rasa mau lihat bercamput baur.
” Telah ingin ya? ” kata Citra pada Hanif.
Suaranya berniat agak keras. Hanif tersenyum sembari matanya mKikirik ker arah Kiki. Kiki yg makin tidak menentu perasaannya, kebetulan mKikirik ke arah Hanif. Pandangan mereka beradu sepanjang sebagian detik. Kiki lantas buang pandangannya ke arah video.
Hatinya berdebar saat berpandangan dengan Hanif.. Citra mKikirik ke arah Hanif sembari tersenyum. Lantas dengan tanpa ada bebrapa sangsi, Citra turunkan celana Hanif hingga k0ntolnya yg besar terkesan tegak tampak. Lantas dikocoknya pelan.. Hanif terus diam sembari matanya mKikirik ke arah Kiki yg tentu terkesan gKikisah.
” Mbak sukai tidak pada barang lelaki yg berbulu tidak sedikit? ” bertanya Citra sembari memandang Kiki.
” Mm.. Eh.. Iya.. Iya.. Saya sukai… ” kata Kiki tergagap memandang Citra sembari matanya sepintas mKikirik ke tangan Citra yg tengah meremas k0ntol Hanif.
” Bila seperti gini sukai tak, Mbak? ” bertanya Citra sembari matanya menyaratkan agar Kiki lihat ke k0ntol Hanif.
” Ah, kamu itu… ” kata Kiki sembari matanya lihat k0ntol Hanif sebagian waktu.
Citra tersenyum. Tangannya mencapai tangan Kiki, lantas ditariknya ke arah k0ntol Hanif. Kiki menuruti aspirasi Citra mesikipun hatinya terasa serba salah..
” Cobalah pegang, Mbak… ” kata Citra sembari tangannya menuntun jari-jari Kiki untuk menggenggam k0ntol Hanif.
K0ntol Hanif merasa hangat dan berdenyut di tangan Kiki. Nafas Kiki memburu. Ada desiran spesifik yg mengajar tangannya bergerak meremas pelan k0ntol Hanif. Hanif tersenyum sembari mKikirik ke arah Citra. Citra juga tersenyum sembari mundur agak menjauh.
Hanif tanpa ada disangka tangannya mencapai dagu Kiki, lantas dengan selekasnya mengecup bibirnya, lantas dilumatnya dengan hangat. Kiki yg telah terangsang gairahnya segera membalas ciuman Hanif dengan hangat juga sembari tangannya mulai berani mengocok k0ntol Hanif. Tangan Hanifpun dengan selekasnya menyusup ke balik daster Kiki. Dikilas balik paha Kiki. Elusan tangannya selekasnya naik ke pangkal paha, lantas jarinya disKikipkan ke celana dalam Kiki.
” Mmhh… ” desah Kiki sembari menggKikinjang saat jari tangan Hanif menyusuri belahan mekinya yg telah benar-benar basah.
” Ohh.. Mmhh… ” desah Kiki lebih keras saat jari Hanif keluar masuk celah memknya.
Pinggulnya sedikit digoyang lantaran nikmat. Sesaat Citra berniat menghindari diri dari mereka. Citra mendapatkan satu rangsangan yg sangat benar-benar saat lihat suaminya bercinta dengan wanita yg Citra gemari.
Citra tidak perbuat apa pun cuma diam sembari lihat mereka bermesraan. Cuma nafas Citra yg mulai cepat yg terdengar.. Saat tangan Hanif mulai coba melepas baju Kiki, Kiki agak tersentak sebentar. Dengan selekasnya matanya memandang Citra. Tetapi saat dilihatnya Citra tersenyum sembari matanya menyaratkan agar Kiki meneruskan bercinta lagi.
Kiki sebentar terdiam. Tetapi saat tangan Hanif merangkul dari belakang dan tangannya meremas buah dada Kiki, Kiki terpejam dan memegang tangan Hanif yg tengah meremas buah dadanya.
” Ohh… ” desah Kiki bersamaan dengan jilatan dan pagutan Hanif di lehernya sembari tdk terlepas tangannya meremas buah dada Kiki.
Tdk lama Hanif selekasnya melepas daster Kiki. Kiki terkesan agak cCitrag saat Hanif melepas BH dan celana dalamnya dari belakang. Hanifpun melepas semua bajunya. Selekasnya kemudian Hanif menindih badan telanjang Kiki. Jilatan lidah dan remasan tangan Hanif pada buah dada Kiki bikin Kiki menggKikinjang rasakan nikmat.
” Ohh.. Oohh… ” desah Kiki saat jilatan lidah Hanif turun ke perut lantas turun lagi menyusuri selangkangannya.
Pinggulnya bergoyang ikuti desiran rasa nikmat.. Citra terus diam mKikihat badan telanjang suaminya yg bergumul mesra dengan Kiki. Nafasnya terus memburu saat lihat k0ntol Hanif dihisap sembari dikocok oleh Kiki. Tanpa ada merasa tangannya menyelusup ke celana dalamnya. Lantas jarinya mulai menggosok-gosok belahan mekinya sendiri. Tidak tahu kenapa Citra benar-benar nikmati saat Hanif memompa k0ntolnya ke mulut Kiki.
Nafas Citra makin memburu, juga satu jarinya makin cepat keluar masuk mekinya sendiri saat lihat Hanif mulai menyetubuhi Kiki.
Desahan dan erangan mereka bikin gairah Citra sehingga tambah naik.
” Ohh.. Sshh… ” desah Kiki saat Hanif dengan perkasa mengeluar masukkan k0ntol di mekinya.
” Bagaimana terasa, Mbak? ” bertanya Hanif sembari mengecup bibir Kiki.
” Ohh benar-benar enakk.. Mmhh… ” kata Kiki sembari merangkul pundak Hanif, sesaat pinggulnya bergoyang ikuti gerakan Hanif.
Tak tahu telah berapakah lama mereka bersetubuh disaksikan Citra, hingga pada akhirnya Kiki memeluk badan Hanif kuat-kuat. Mekinya didesakan ke k0ntol Hanif dalam-dalam. Gerakan pinggulnya terus cepat. Lantas mendadak badannya bergetar sembari mendesah panjang.
” Oohh.. Oohh… ” desah Kiki terkulai lemas setelah mendapatkan orgasme.
Sesaat Hanif tetap tetap rutin menggenjot k0ntolnya di meki Kiki yg telah lemas. Gerakannya terus cepat saat Hanif rasakan ada sebuahfaktor yg menekan nikmat di k0ntolnya. Tdk lama selekasnya dicabut k0ntolnya dari meki Kiki, lantas digesek-gesekannya pada belahan meki Kiki.
Hingga pada akhirnya. . Crott! Crott! Crott! Air mani Hanif tumpah tidak sedikit diatas bulu-bulu meki Kiki. Badan Hanif lantas lemas terkulai diatas badan telanjang Kiki. Citra yg lihat faktor seperti itu selekasnya hampiri mereka. Diusapnya pantay Hanif.
” Tetap tetap kuat tak, sayang. . ? ” bisik Citra ke tKikinga Hanif.
Hanif selekasnya mencabut k0ntolnya dari meki Kiki lantas bangkit. Kiki juga sekian.
” Mengapa sayang? ” bertanya Hanif sembari mengecup bibir Citra.
” Saya ingin. . . ” kata Citra sembari memegang k0ntol Hanif yg lemas dan tetap tetap basah.
” Saya tetap tetap lemas, sayang. . . ” kata Hanif.
” Sebentar lagi saya minta jatah ya, sayang. . . ” kata Citra sembari mencium bibir Hanif.
” Bagaimana, Mbak? ” bertanya Citra pada Kiki sembari tersenyum. Kiki tersenyum sembari kenakan pakaian.
” Saya bisa ketagihan, loh. . . ” kata Kiki.
” Setiap saat Mbak perlu, datang saja ke sini. . . ” kata Citra tersenyum juga.
” Saya pulang dahulu ya, ” kata Kiki sembari memeluk Citra erat.
Share: