Cerita Sex: ML Sama Rektor


Nama ku Indah Pramesty, saat ini umurku 18 tahun, kuliah semester pertama di fakultas ekonomi salah satu perguruan tinggi di jawa.

Sekilas mengenai penampilanku, tinggi badanku 170cm dgn berat badan 54, boleh dibilang lumayan idealis, meski pakainku rutin terlihat sexy, tp aq suka dgn keindahan lekuk tubuhku, adalah kepuasan tersendiri bagiku bila ada pria yg memandang bahkan memuji penampilan ku.

Aq tdk tahu bagaimana semua ini berawal. Yg pasti, sejak aq merasakan adanya gejolak seks pada diriku, keberminatanku tertuju pada laki-laki setengah baya alias lebih, kebapakan serta gemuk. Anehnya lagi, puncak gairahku bukan pada wajah melainkan ketiak. Ya, aq rutin membayangkan ketiak laki-laki berusiaan 50 tahun.

Cita-cita mengenai ketiak laki-laki setengah 50 tahun itulah yg kemudian mengisi benakku apabila birahi datang. Di segi lain, aq tetap takut setengah mati apabila gairah misterius ini kuungkapkan. Dampaknya, selagi ini aq hanya dapat mencari lubang dgn tutorial melirik serta berharap dapat menonton ketiak itu pada setiap laki-laki yg memenuhi kriteria itu, berusiaan 50-an tahun serta gemuk.

Aq simpan gairahku ini sejak aq merasa mempunyai naluri seks, sangatlah penantian panjang yg tdk hanya menyiksa, melainkan juga merilis frustasi bagiku. Selagi itu pula keberanianku semacam lenyap ditelan bumi. Aq terus mencari tutorial supaya dapat menemukan laki-laki dgn ketiak semacam yg aq impikan namun sekaligus menyimpan mimpi rahasia ini dari siapapun. Hingga sebuahhari mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah itu terjadi ketika dimasa pertengahan kuliahku di sebuah perguruan tinggi bergengsi di Jawa. Aq terbukti salah satu yg beruntung dapat kuliah di sana.
Saat itu aq serta teman-teman mahasiswaku sedang menggarap sebuah kegiatan sosial yakni menggelar aksi pasar terjangkau di sebuah daerah yg belum lama lalu tertimpa bencana banjir. Nah, sebagai anak buah panitia inti aq ketiban tugas menghadap Rektor universitasku untuk meminta ijin serta bantuan sarana semacam kendaraan pengantar serta beberapa peralatan yg kita perlukan di lokasi nanti.

Ini bukan tugas yg mudah sebab kesibukan rektor yg tdk sempat berakhir itu. Namun aq juga bersemangat sebab aq sungguh menyukai tampang rektorku ini. Meski tdk sempat bertatap muka dengan cara dekat, namun dari beberapa peluang aq sudah mengamati, rektorku adalah seorang pria setengah umur yg bagiku masuk daftar ‘sangat seksi’. Barangkali aq dapat menonton sekilas ketiaknya ketika berkata dgnku nanti, pikirku berharap.

Masih pagi ketika kakiku menginjakkan kaki di lantai tiga gedung rektorat, tempat ruangan rektor berada. Dari sekretarisnya aq tahu, aq mendapat urutan ketiga menghadap rektorku. Okey, aq lalu merebahkan pantatku di ruang tunggu. Seusai kurang lebih 30 menit menantikan, perempuan yg tampak anggun di usianya yg aq taksir kurang lebih 35 tahun itu terbuktigilku serta menyuruhku masuk.

Aq segera masuk ke ruangan ber-AC. Pak Rektor tetap sibuk menandatangani menandatangani beberapa berkas.
“Silakan duduk, dik,” katanya tanpa memandangku.
Tampaknya, mahasiswa terbukti rutin tdk hebat baginya. Namun beberapa menit kemudian aq sadar aq sudah keliru mekualitas rektorku.
“Apa yg dapat saya Bantu nih,” katanya santai, sembari bangkit dari kursi putarnya.
Dadaku makin bergemuruh. Beberapa menit kemudian, sosok yg kukagumi itu sdh berada hanya kurang lebih 50 centimeter di depanku. Sungguh membikinku terkesiap.
Hari itu beliau mengenakan kemeja putih lengan panjang, berdasi serta bawahan gelap. Wajahnya kebapakan, dadanya menyembul indah dibalik kemeja putihnya, membangun komposisi yg begitu eksotik berpadu dgn perutnya yg meski menyembul namun tdk lumayan gemuk. Lengannya besar serta tampak kuat dgn bulu-bulu di lengannya yg sedikit terbuka.
“Okey, apa yg dapat bapak bantu? Bapak sedang tdk begitu sehat nih?” katanya kemudian.
Penggunaan kata ‘bapak’ sungguh membikin andrenalinku mengalir cepat.
“Ini, Pak, saya mau meminta universitas menolong kita menggelar agenda pasar terjangkau..” aq lalu berceloteh menerangkan konsep agenda serta rangkaian kegiatan yg bakal kita gelar, mirip salesman produk elektronik.
“Wah, keren itu, menolong warga yg baru saja tertimpa musibah. Baik, apa yg dibutuhkan?” katanya.
Plong, langkah besar sudah kucapai. Aq lalu menyodorkan proposal serta beliau segera menandatanganinya seusai membaca sekilas.
“Saya setuju, saya dukung,” katanya.
Gol, tugasku sudah mencapai targetnya. Tiba-tiba aq lihat dirinya memijit-mjit leher dgn tangan kirinya, menampakkan ada yg salah pada urat leher. Peluangku, pikirku setengah ngelantur.
“Ee, bapak sedang tidak enak badan, apa yg sakit, Pak?” tanyaku setengah gemetar.
Hari ini otakku sdh dipenuhi fantasi mengenai orang ini. Aq berusaha memancingnya.
“Ini loh, leher saya kaku sekali, semacamnya bapak salah tidur nih,” katanya sembari mengelus leher kirinya.
“Mmm, boleh saya pijit, Pak, barangkali bakal menolong,” kataku begitu saja.
Aq merasa sdh lepas kendali ketika mengucap kalimat itu.
“Oya, boleh, wah itu bakal sangat menolong,” katanya.
Kuletakkan map berisi proposal serta sejurus kemudian kedua tanganku sdh memijit leher ektorku yg gagah. Persentuhan kulit tanganku serta kulit leher Pak Rektor segera membikin hormon seks-ku tersentak.
“Wah, bapak tidak lebih tidur, nih,” kataku berusaha memecah sunyi.
“Iya nih, soalnya beberapa malam ini lembur baca laporan. Wah ini enak sekali,” kata Pak Rektor sembari melepas dasinya.
Aq terkesiap sebab Pak Rektor lalu membuka beberapa kancing kemejanya. Tanganku segera bergerak. Urutan jariku tdk lagi hanya terpusat pada segi leher kirinya, melainkan bergerak ke arah depan serta pundak. Pak Rektor menengadah, kulihat matanya menutup, tanda merasakan keenakan. Tanganku lalu menuju ke dada atasnya.
“Wah, enak sehari ini, terus ya. Jangan kawatir, saya sdh bilang sekretaris saya tdk mau menerima tamu hingga siang nanti,” katanya.
“Ngg, lebih baik kemeja Bapak dibuka ya,” kataku setengah berharap.
Di luar dugaan, tanpa menantikan waktu Rektorku segera membuka kemeja. Saat ini tampaklah tubuh bapak yg seksi ini. Tanganku segera menyambutnya, jari-jariku bergerak ke arah dada, kembali ke leher, lalu ke dada serta terus mendekat ke putingnya. Tiba-tiba kedua tanganku diraihnya serta aq diminta bergerak hingga berhadapan dgn wajah rektor.
“Mau nggak adik mencium Bapak?” katanya.
Meski kaget, namun aq tdk boleh menyiakan peluang. Tanpa menantikan waktu, aq segera mendaratkan hidungku ke pipinya, lalu ke bibir Pak rektor. Ahh, luar biasa. Aq merasa sekujur tubuhku semacam kena setrum tegangan tinggi. Aq terus menciumi wajahnya, lalu leher, lalu pundaknya, lalu dadanya. Erangan lirih bergumam dari mulut rektorku. Saat ini dirinya tersandar pasrah di kursi panjangnya.
“Pak, saya ingin mencium ketiak Bapak,” kataku meminta.
“Perbuat, perbuat sekarang,” kata Pak Rektor.
Sekejab kemudian aq daratkan mulutku dibagian atas lengannya. Aq tdk mau terburu-buru. Sembari membawa lengan kirinya dgn tangan kananku, aq terus menciumi lengan Rektorku, terus dekat ke arah ketiak. Hingga lengan itu sangatlah terbuka.
Kulihat bulu-bulu itu merekah, wow, luar biasa. Darahku terkesiap. Pertama-tama aq ciumi ketiak itu dgn hidungku. Aroma parfum lembut menyapa indra pembauanku, bercampur dgn aroma keringat laki-laki.
“Oh, Pak Rektor. Kamu seksi sekali,” kataku.
Kini lidahku menyapu ketiaknya, membikin bulu-bulu rimbun itu basah. Sementara tangan kiriku terus meremas ketiak kirinya.
“Oohhh.. Oohhh..Oohhh… Terus, Nak, terus, Bapak bahagia.. Ougghh, nikmat sekali,” desah Rektorku tercinta itu.
Mmm, tanpa basa-basi lagi, aq lepas ikat pinggangnya, lalu kait celana, lalu aq pelorotkan. Wow, batang itu sudah sekeras batu. Aq lalu melepas celana dlm rektorku.
“Perbuat, nak, perbuat, bapak sungguh menikmatinya,” kata dia.
Kami berlumat bibir kembali, lalu aq jilati lehernya, lalu dadanya. Aq sedot puting toketnya hingga Pak rektor mengaduh. Lidahku terus bergerak, saat ini ketiak kanannya aq jilati, sementara tangan kananku meremas-remas bulu ketiak kirinya. Lalu sebalinya, aq lumat ketiak kirinya dgn lidahku hingga mengkilap-kilap sebab basah. Lalu perutnya aq jilati, bulu halus di sana membikin penisku sangat kencang sebab birahi.
Kini wajahku berada diantara dua kakinya. Penis itu aq ciumi, jembutnya aq jilati. Perutnya yg membuncit seksi aq remas. Sementara tangan kiriku terus meremasi ketiak kanannya.
“Oohhh.. Pakk, Oohhh.. Pak, bapak sangatlah seksi, ketiak bapak Oohhh..,” kataku sebelum mulutku sudah dipenuhi batang penisnya yg sdh sangat keras.
“Perbuat sekarang, perbuat sekarang.. Oughh,” kata Rektorku sembari bangkit serta membalikkan badannya.
Kini batang penisnya ada di antara selangkanganku. Kedua tangannya memegangi sandaran kursi. Aq lalu melepas celanaku. Lalu rektorku menggosok-gosokkannya kemaluannya pada selangkanganku. Tanganku terus sibuk meremasi ketiak serta dadanya yg gembul. Sejurus kemudian batang penisnya yg termasuk besar sdh masuk ke lubang yg ada di selangkanganku.
“Aahhh.. Aahhh. Aahhh..” teriak rektorku lirih.
“Oooh, enak sekali, ayo digenjot, Indah sdh ngga tahan nihh,” kataku.
Dia langsung menekan batang penisnya hingga masuk keseluruhan ke lubang memek. Beberapa menit kemudian rektorku yg seksi sdh berhubungan badan dgnku ku. Dirinya menggenjotnya, tarik-tekan-tarik-tekan.. Ougghh.. hebat nikmat.
“Aahhh.. Pak.. Saya sdh ngga tahan.. Aahhh..,” kataku serta air maniku sdh siap menyembur.
Tanganku kananku segera menyusup mencari ketiaknya, tangan kiriku meraih puting kirinya serta.
“Aahhh.. Pak, saya keluar.. Aahhh,” desahku sembari mengejangkan badanku menikmati sejuta pesona puncak ini.
“Oooohhhh.. bareng dikk! Oooohhhh” rektorku balas mendesah.
Sesaat kemudian rektorku membalikkan badan. Penisnya yg sdh sangat tegang semacam roket yg siap diluncurkan. Wajahku ditariknya, dibenamkan untuk menjilati penisnya yg terus dikocoknya. Aq jilati penis itu sementara tangan kananku terus mengocoknya.
“Oooohhhh.. Oooohhhh.. Nimat sekali.. Oooohhhh.. ” jeritnya.
Gerakan mengocok itu terus kukencangkan, sementara mulutku terus melumat pucuk penisnya yg merah membara. Tangan kiriku meremas-remas puting kirinya.
“Oooohhhh.. Bapak mau keluar lagi, awas, bapak mau keluarr lagiiii, Oooohhhh” katanya sembari mengejang.
Benar saja, beberapa detik kemudian cairan putih menyembur ke wajahku, memuncrati seluruh wajahku hingga kuyup.
“Ouugghh.. Nikmaat.. Nikmaat sekali..,” ucap Pak rektor di akhir ereksinya.
Kami lalu berangkulan. Aq tetap menciumi dada serta ketiaknya. Lalu kita berciuman.
“Bapak, jangan dicukur rambut ketiaknya ya, oh, bapak ini seksi sekali,” kataku.
“Tenang saja, ketiak bapak milikmu, bapak tdk bakal mencukurnya. Bapak bahagia kamu menciuminya,” katanya sembari mendaratkan ciuman ke mulut.
Kami berpagutan lagi.
“Jangan bilang siapapun. Ini hanya antara kita, okey. Bapak bahagia sama kamu, kita juga sangat seksi serta pandai membahagiakan saya. Bapak bakal calling kamu kelak untuk ketemu, okey,” kata Rektorku.
Aq tertawa bahagia lalu menghadiahinya dgn ciuman di bibir. Seusai kembali berpakaian serta membersihkan bekas pertempuran kami, aq meminta pamit kembali ke kampus. Aq melangkah keluar ruang rektorku semacam melayg. Dirinya tdk hanya seorang rektor, melainkan laki-laki cita-cita yg tiba-tiba hadir begitu saja, menjawab semua mimpi, membikinnya nyata serta mengajakku terbang ke langit tujuh.
Sejak itu aq serta rektorku tidak jarang membikin janji berjumpa di hotel alias tempat tertentu. Setiap kali berjumpa, ketiaknya adalah tahap yg paling aq gemari. Aq ciumi, jilati serta terus jilati. Kita sungguh menikmati semua itu sebagai dua orang penggemar. Hingga aq lulus serta kemudian bekerja di kota yg lain.
Sejak itu pula kita jarang berjumpa, rektorku sendiri ditarik ke Jakarta serta menjadi pejabat di Kementrian Pendidikan usai habis masa menjadi rektor yg hanya lima tahun itu. Lalu semuanya kembali semacam semula, serta aq terus memimpikan laki-laki berusia setengah abad alias lebih, gemuk serta ketiak yg lebat.
Hingga kisah ini aq tulis, mimpi itu terus menggema dlm ruang pikir serta setiap desah nafasku. Aq rutin berharap serta berharap, aq bakal berjumpa laki-laki setengah abad alias lebih tua, gemuk serta ketiak yg rimbun. Aq mengharapkannya, terus memimpikkannya, hingga kini. Seandainya aq berjumpa dgn laki-laki semacam itu, bakal aq beri semuanya, semuanya.

Cerita Sex: Pejantan Lugu Buat Istriku


Namaku merupakan Rudi, sebagai seorang pebisnis muda aku sdh bisa dikatakan berhasil. Aku bisa mengatakan begitu sebab tidak hanya punya usaha yg mapan, rumah yg mewah, aku juga mempunyai seorang istri yg cantik bernama Riyanti. Tetapi ada satu faktor yg membikinku tidak bisa dikatakan sebagai laki-laki yg berhasil, bahwa aku sendiri sama sekali tidak bisa memberbagi nafkah batin bagi istipsu.

Keadaan ini terjadi pada tahun kedua perkawinanku, dimana saat itu aku mengalami kecelakaan yg hampir merenggut nyawaku. Dampak dari kecelakaan itu dokter bilang bahwa aku tidak bisa lagi memberi nafkah batin, apalagi keturunan bagi istipsu. Faktor ini membikin aku dan Riyanti lumayan terpukul, tetapi kami berdua sudah berjanji bahwa ini hanya rahasia diantara kami berdua.
Pada tahu ke-4 perkawinan kami, orang tua kami mulai bertanya kapan kami bisa memberi mereka cucu. Aku dan Riyanti hanya bisa menjawab segera mungkin, padahal dlm hati kami menangis sebab sudah berbohong pada orangtua kami berdua.

Suatu hari aku entah darimana mendapat ide gila, dan ketika kusampaikan pada istipsu semacam yg sdh kuduga ia menolak mentah-mentah ideku tersebut. Ide yg kumaksud merupakan aku bakal mencarikannya laki-laki lain untuk menghamilinya. Semakin terang hali ini kuperbuat sebab tdk tega menonton Riyanti istipsu, semakin menerus dipuaskan nafsuny adenagan sex toys, padahal aku tahu ia sendiri tdk puas.

Akhirnya dgn segala bujuk rayu akupun berhasil membikin Riyanti setuju dgn rencana ini.
“ Tp mas bagaimana kalau aku hamil apa kamu, tetap bakal mencintaiku ?” tanya Riyanti padaku.
“ Pasti saja sayang aku juga meperbuat ini supaya kalian bisa memperoleh kepuasan dan supaya kami berdua bisa punya anak.“ jawabku padanya.

Kami berdua sudah setuju, tinggal mencari laki-laki yg mau meperbuatnya. Faktor ini terbukti susah sebab Riyanti mengajukan persyaratan bahwa ia mau meperbuatnya tp wajib dgn yg tetap perjaka, alasanya supaya tdk terkena penyakit kelamin. Akhirnya seusai mencarinya kami menemukannya, ya nama pemuda itu merupakan Aswin, seorang pemuda berumur tujuhbelasan. Ketika aku bertanya pada Riyanti apa ia mau dgn pemuda itu ia tidak menolak, sebab ia yakin tetap perjaka.

Tdklah susah membikin Aswin tinggal dirumah kami, orang tua Aswin merupakan pembantu dirumah mertuaku, dgn argumen menjadikannya sebagai pembantu dan satpam dirumah kami, kami berhasil mengundang Aswin untuk tinggal bersama kami.

Selama kemarin hari tinggal dirumah kami aku dan Riyanti memeriksa sifat dari Aswin, dan kami berdua setuju bahwa rencana kami bisa diperbuat. Malam ini kami berdua bakal segera meperbuatnya.
Malam itu aku sengaja terbuktigil Aswin ke dlm kamar supaya bisa menjalankan rencana kami. Terdengar suara ketukan dipintu lalu kemudian suara.
“ Pak permisi apa saya boleh masuk” kata Aswin tanpa sadar apa yg bakal dirinya temui
“ Masuk Win pintunya tdk dikunci” jawabku padanya.
Lalu iapun masuk dan terkejut menonton Riyanti istipsu tidur telanjang dada di kasur sementara tahap bawah tertutup selimut.
“ pak ada apa ini, lagipula kenapa bunda telanjang begitu?” tanya Aswin.
Sdh kuduga dirinya ini lumayan polos orangnya, lalu segera saja akupun menjawabnya.
“Win bapak mau minta tolong, kalian mau kan. Bapak mau kalian puasin bunda malam ini kalau bisa buat bunda hamil, kalian bisa kan.” Kataku padanya.
“tp pak ,tp.”
Tanpa kuduga Riyanti bangkit dari tempat tidur lalu menuju Aswin. Segera saja ia membuka celana milik Aswin lalu iapun meraih k0ntol miliknya kemudian mengulumnya.
Aswin tidak bisa berbuat apa-apa ia kaget ketiak menonton tubuh polos Riyanti yg kemudian segera memainkan k0ntol miliknya.
“Anggh bu aku ngak tahan aku semacam mau kencing,” katanya
“ Keluarkan saja Win aku ingin meminumnya.” Jawabnya.
Nyatanya Riyanti mulai menjadi liar selagi dua tahun tidak mendapat kehangatan semacam itu, sudah membikinnya lupa diri dan menjadi liar. Aku yg menonton sangat bahagia nyatanya Riyanti bisa memperoleh kepuasan, supaya tidak mengganggu aku memutuskan keluar dari kamar.
Tak lama kemudian Aswin mulai mengeluarkan air maninya, tanpa pikir panjang Riyanti segera menghisap habis semuanya sambil membersihkan k0ntol Aswin dgn lidahnya.
Selanjutnya Riyanti segera naik ketempat tidur sambil mengatakan.
“Buang semua pakaianmu lalu bantu aku Win, malam ini kalian wajib bisa untuk memuaskanku” Katanya pada Aswin.
Semacam diduga Aswin tetap sedikit bimbang tp ia segera meperbuat apa yg diperintahkan oleh istipsu.
Di lain pihak seusai menonton Aswin dlm keadaan telanjang bulat, Riyanti istipsu kagum dlm usia tetap muda k0ntol miliknya sdh besar, pasti ia bakal puas malam ini pikir istipsu.
Aswin yg tetap binggung wajib berbuat apa seusai menonton dari dekat tubuh istipsu, mulai meperbuat apa yg diperintah oleh Riyanti.
“ Aswin ayo puaskan ibu, coba kalian remas dan hisap susu ibu, ayo Win.”
Aswin pun mulai meremas dan menghisap susu istipsu, hingga istipsu mengatakan.
“Auch Win jangan kalian gigit bunda sakit.” Katanya
“maafin Aswin bu Aswin ngak sengaja, maafin Aswin lagi ya bu.” Kata Aswin dlm nada memelas seolah takut dimarahi.
“ya udah bunda maafin kini kalian jilat meqi bunda tp pelan-pelan ya.”
Aswin pun segera menjilati meqi istipsu sambil tangannya meremas susu milik istipsu.
“Bu meqi bunda kok wangi?” tanya Aswin
“Kamu suka Win, coba kini kalian masukkan jari kalian ke dalamnya Win.”
Aswin pun segera meperbuat apa yg disuruh, tidak lama kemudian Riyanti istipsu mulai mendapat orgasme pertamanya saat Aswin menghisap meqinya.
“Apa ini bu kok payau tp lengket.” Tanya Aswin.
Riyanti istrku sedikit geli mendengar ucapan Aswin, lalu iapun bertanya padanya.
“Win bunda mau tanya kalian dah sempat beginian ama perempuan apa belum?”tanya istipsu pada Aswin.
“Belum bu sama bunda justru yg pertama sebab saya kaget ketika menonton bunda telanjang lalu mainin punya saya.”jawabnya.
“Jadi kalian tetap perjaka, kalau gitu kalian suka ngak ma tubuh ibu?” Tanya istipsu.
“Suka bu tubuh bunda keren apalagi meqi bunda wangi.” Jawabnya
“Jadi kalian mau kan bikin bunda puas malam ini, apa kalian takut Win sama bapak.”
“Saya takut sama bapak kalau saya dituduh berbuat tdk baik ama ibu.”
“Kamu ngak usah takut Win tujuan kalian bapak ama bunda sama bawa kesini supaya kalian bisa membikin bunda hamil, jadi kalian mau kan. Kalau kalian mau coba bawa bantal kecil itu kemari Win.” Pinta istipsu.
Aswin pun segera bangkit dan mengambil bantal kecil yg ada di kursi, kemudian memberbaginya pada Riyanti istipsu. Riyanti pun segera menggunakan bantal kecil itu dibawah pinggulnya, ia mencoba buat posisi dimana ia bisa cepat hamil.
“Win gimana apa kalian dah siap?” tanya istipsu.
Aswin pun segera bersiap ia meletakkan k0ntolnya cocok dimulut meqi istipsu.
“Pelan-pelan Win sdh lama bunda tdk dimasuki k0ntol yg orisinil apalagi sebesar punyamu itu, angggh pelan Win bunda sakit.”
Aku tahu istipsu pasti sakit sebab seusai aku dinyatakan impoten oleh dokter, mesikipun ia mendapat kepuasan dari sex toys, istipsu sama sekali tdk mau menggunakan dildo. Istipsu itu hanya mau menggunakan vibarator getar yg dipasang pada clirotisnya.
“Maaf bu habis punya bunda sempit sekali jadi Aswin wajib sedikit maksa masuknya.”
“Ya sdh, bunda dah ngak sakit lagi sekarangkamu dorong maju mundur ya.”
Aswin pun mulai memainkan miliknya didalam meqi istipsu.
“Bu mentok bu.”
Riyanti kaget tp ia menonton tetap ada k0ntol milik Aswin yg ada diluar. Riyanti berpikir anak tidak hanya besar nyatanya panjang juga.
Seusai limabelas menit memainkan k0ntolnya Aswin merasa ia bakal keluar lagi.
“Bu rasanya saya mau keluar.”
“Ibu juga Win kami keluar sama-sama didalam. Anggggh Win bunda keluar.”
Aswin merasa k0ntol miliknya diguyur sesuatu kemudian ia dipaksa lebih intim lagi dgn istipsu, sebab Riyanti melingkarkan kakinya jadi Aswin semacam terkunci. Tidak lama kemudian Aswin mulai mengeluarkan pejunya.
“Win jangan ditarik dulu bunda mau kalian keluar semua dulu, lalu kalau bunda dah bilang boleh baru kalian tarik keluar.”
Ya selagi beberapa menit Aswin dan istipsu saling tindih. Istipsu ingin supaya sperma milik Aswin bisa segera masuk kerahimnya dan membikin dirinya hamil. Tidak lama Aswin segera rebahan dikasur, ia semacamnya puas. Dik0ntolnya tampak sisa cairan darinya dan Riyanti.
Riyanti yg menontonnya segera membersihkan k0ntol itu dgn mulutnya. Ia semacam tetap belum puas dgn hubungan intim yg baru saja terjadi.
“Win kalian tetap kuatkan bunda tetap kepengin lagi. Pokoknya kalian malam ini wajib bisa muasin ibu.” Kata Riyanti.
“Baik bu.”
“Ngak kalian panggil bu coba kini kalian panggil saja mbak.” Kata istipsu.
“Baik bu eh mbak tp saya haus ingin minum.”kata Aswin.
“Ya kalian minum dulu dimeja ada air.” Kata Riyanti yg bangkit dari tempat tidur lalu meminum jamu yg sudah disiapkan.
“Mbak itu apa kok kaya jamu sih?” tanya Aswin.
“Iya ini emang jamu tp jamu buat kesuburan kalian juga wajib minum ini ya Win supaya mbak bisa cepat hamil.” Kata Riyanti pada Aswin.
Aswin pun meminum jamu itu, lalu ronde kedua dgn Riyanti dimulai.
“Win mbak mau tanya kalian sempat ngak lihat tubuh wanita telanjang sebelumnya?”
Aswin pun menjawab.
“Kalo lihat pernah, waktu itu lagi ngintip gadis yg pada mandi di sungai, tp kalo main ama mbak justru yg pertama.”
“Uh kalian bikin mbak greget ayo masukin punya kalian jangan mainin tangan kalian semakin disusu mbak kelak mbak marah lo.”
Ya yg terjadi malam itu Aswin dipaksa oleh istipsu supaya mau melayani nafsunya yg sudah dipendam selagi dua tahun. Beberapa macam gaya diajarkan pada Aswin tp yg tidak jarang diperbuat merupakan gaya yg cepat membikin hamil, yaitu gaya dimana pinggul diangkat jadi air mani cepat masuk ke rahim.
Pagi harinya aku kembali masuk ke kamar kulihat Aswin tetap saja main dgn istipsu, tp hari ini posisi doggie.
“Ana apa kalian tetap belum puas, tadi malam emang berapa kali?” tanyaku.
“Enam kali sama yg sekarang, heh heh heh….., mas mau kerja ya kalo gitu tunggu bentar ya seusai ini berakhir aku mandi lalu siapin makan.” Kata Riyanti.
“Ngak usah kalian puasin aja dulu, aku gampang kok bisa sarapan dikantor.”
Begitulah hingga pergi kekantor aku tetap menonton Riyanti main dgn Aswin, dlm hati aku puas sebab bisa menonton senyum Riyanti lagi.
Pulang dari kantor akupun bertanya pada dia.
“ Ana hingga jam berapa kalian main sama Aswin, kelihatan ampe loyo gitu?” tanyaku.
“Sampe jam dua siang, emang seling ama makan dan tidur. Tp aku maen sepuluh ronde ama dia, aku aja sampe ngak kehitung berapa kali orgasme mas.” Jawab Riyanti.
“Tp kalian baik aja kan, dirinya ngak kasar ama kalian kan.”
‘Ngak mas, mas malam kelak aku minta ijin mau main lagi ama Aswin boleh ngak mas.” Pinta istipsu.
“Boleh aja tp kalian wajib inget, kalian jangan sampe dikasari ama dia.” Jawabku.
Ya malam-malam selanjutnya akupun merelakan Riyanti istipsu tidur dgn lelaki lain yaitu Aswin. Kisah ini tetap bersambung jadi tunggu kelajutannya.

Cerita Sex Antara Marah Dan Kenikmatan


Hari itu telah jam 8 malam, serta Aira tetap sibuk mengetik proposal. Akhir-akhir ini kantor konsultan asing di mana dirinya bekerja sebagai sekretaris terbukti sedang sibuk-sibuknya. Tak sedikit perusahaan lokal yg meminta jasa dalam mereorganisasi perusahaan mereka. Di sela-sela kesibukan mengetik proposal, sesekali Aira laygkan pandangan ke ruang tengah yg tetap benderang. Di sana tersedia Mr. Rossi, Mrs. Elisabeth dari Philipinnes, Bapak Sony serta Mr. Gregory dari England. Rupanya mereka tetap menuturkan rapat untuk besok hari.

1 jam berlalu, terkesan Mrs. Elisabeth meninggalkan ruangan untuk pulang. Begitu pula Mr. Gregory. Tinggal Mr. Rossi serta Bapak Sony yg tetap terkesan serius berdiskusi. Proposal yg dibangun Aira pun telah berakhir, kini tinggal menge-print-nya.

Sambil menantikan berakhirnya hasil print, Aira membuka kancing kemeja. sambil mengelus-elus sendiri buah dadanya di balik kemeja biru yg dirinya pakai hari itu.kemarin hari itu libido Aira terbukti meninggi. dipejamkan matanya sambil menaikkan kakinya ke atas meja serta menyelipkan tangan kanannya ke dalam celana dalam.dibayangkannya Mr. Rossi lah yg sedang mengusap-usap puting payudara serta klitorisnya. Sesekali Aira memasukkan kedua jari ke dalam celah meqinya, serta dirasakannya kontraksi nikmat dari kedua paha.

Tiba-tiba Aira terbangun bahwa printer telah berakhir bekerja, serta saat dirinya membuka mata untuk menontonnya. Hati Aira terperanjat sekali ketika mendapati Mr. Rossi serta Bapak Sony sedang terpana menonton dirinya. Entah kapan mereka masuk ke dalam ruangannya.Wajah Aira merah berkobar serta segera dirinya merapikan kemeja serta rok pendeknya sambil mengambil proposal yg baru berakhir diprint.

Tiba-tiba Mr. Rossi memeluk dari belakang, dgn tangannya yg kekar dirinya berusaha menolehkan wajah Aira. Bibir Aira dilumatnya dgn kasar.Aira tersentak serta berusaha melawan. Pada saat itu juga Sony memegangi kedua tangannya, membikin Aira terus memberontak ketakutan. Aira menjerit minta tolong, tp tdk ada yg mendengar jeritan itu, Mr. Rossi menutupi mulut Aira dgn tangannya, serta dgn bantuan Bapak Sony, mereka menyeret Aira ke sofa di ruangan Mr. Rossi.

Rontahan Aira sia-sia saja. Tangan Bapak Sony sedemikian keras memegangi pergelangannya, hingga sakit rasanya. Mr. Rossi kemudian membuka paksa kemejaAira hingga berbagai kancingnya copot, kemudian dirinya menurunkan BHnya, serta tanpa ragu-ragu melumat puting payudara Aira.Oohh.., Aira tdk tahu apa yg dirinya rasakan. Antara rasa marah, kesal, benci, juga rasa nikmat bercampur aduk.
Puting susu Aira dipermainkan oleh lidah bulenya yg lebar serta panas. Ah.., membikin Aira terpejam-pejam menahan nikmat. Sementara itu mulut Aira dicium dengan cara ganas oleh Pak Sony.Pak Sony kemudian memakai kemeja satin Aira untuk mengikat kedua pergelangan tangannya di sofa. Jilatan mulut Mr. Rossi telah turun hingga ke meqi. Aira meronta-rontakan kaki dgn sepenuh tenaga, tetapi dirinya tdk berdaya melawan desakan tangannya membuka kedua paha.
Cerita mesum terakhir, Kini kedua dengkulnya menindihi kaki Aira.lelaki itu mulai membuka celana panjangnya. Tdk lama kemudian terbukalah batang kemaluan besar miliknya yg telah sedemikian tegang serta memerah. Pak Sony juga telah mengeluarkan k0ntolnya yg panjang serta besar, dirinya paksakan senjatanya memasuki mulut Aira.
”Pak Sony..! Jangan Pak..!” rintih Aira penuh iba.
Tetapi Pak Sony tdk mendengarkan ocehan Aira. Batang kemaluannya yg besar segera memenuhi mulut hingga tenggorokan. Agak sulit bernapas jadinya. Pantatnya dimaju-mundurkan, membikin mulut Aira tersedak-sedak oleh k0ntol panjangnya. Di tahap bawah Aira merasakan suatu  benda tumpul yg besar serta panas memasuki meqi dgn paksa.
Ouughh..! Besar sekali, agak sulit masuknya. Aira telah tdk bisa menjerit sebab mulutnya sibuk dgn batang kemaluan Pak Sony.Mesikipun Aira mencoba terus meronta, tetapi sebetulnya dirinya sangat menikmati lakukanan kasar kedua atasannya itu. Tangan Mr. Rossi memegangi paha Aira lebar-lebar serta menancapkan batang besarnya dengan cara cepat serta berulang-ulang.Aira merintih sakit bercampur nikmat setiap kali ujung kemaluannya menyentuh liang peranakannya.
”Ohh.., oh.. ah..! Ampun Mister.., please stop it..! You hurt me..!” Aira berusaha menjerit di antara batang kemaluan Pak Sony yg keluar masuk mulutnya dgn cepat.
Mereka menikmati posisi itu selagi 5 menitan, kemudian Mr. Rossi mengambil inisiatif untuk menunggingkan posisi Aira. Tangan Aira yg tetap terbelit di pinggir sofa. Wanita itu agak terpelintir ketika dgn paksa dirinya hebat pantat Aira dalam posisi dogie style. Sekali lagi dirinya memperkosa Aira dari belakang. Batang kejantanannya terasa lebih besar dgn posisi ini.Tdk terasa meqi Aira menjadi basah sebab sebetulnya diapun menikmati permainan ini. Mulut Aira mulai merintih-rintih nikmat.
”Oh God..! Ssshh..! Ahh..! Ooh..! Sshh..!” desah Aira tdk ragu lagi.
Aira merasakan kenikmatan yg sangat dgn posisi itu, apalagi Pak Sony kini mengulum puting payudaranya yg tergantung ke bawah sambil meremas-remasnya.Giginya yg rapi sesekali menggigit halus puting Aira, membikin Aira serasa di awang-awang.
”Oh Yeaahh.., sshh.. oh..!”Aira mengoyang-goyangkan pinggul untuk mengimbangi hempasan pinggul Mr. Rossi.
Sesekali dirinya menampar pantat Aira yg menungging ke arahnya dgn keras. Ah..! Nikmat sekali tamparan itu.Pak Sony rupanya tdk sabar ingin merasakan celah kenikmatan Aira. Dgn kasar dirinya membuka ikatan di pergelangan tangan, serta kemudian Mr. Rossi duduk di sofa. Pak Sony mendorong tubuh Aira untuk naik ke pangkuan Mr. Rossi sambil menghadap ke sofa. Sambil mencekram tengkuk Aira, Pak Sony meraih meqi Aira dari pantat yg membikinnya dalam posisi menungging. Mr. Rossi di depan serta Pak Sony di belakang. Aira hanya tersanggah oleh kedua dengkul yg terlipat di atas sofa,Mereka kemudian memasukkan batang kemaluannya di meqi serta celah anus Aira.
”Oohh..!” Aira menjerit panjang ketika batang kemaluan Pak Sony memasuki celah pantatnya dari belakang.
Sakit, tp saraf-saraf pinggul sangat terangsang oleh tusukannya. Sementara itu k0ntol Mr. Rossi telah kembali memasuki celah kemaluan Aira. Nikmat sekali rasanya digauli oleh kedua pria ini, baru kini inilah Aira merasakan dua batang kemaluan memasuki tubuh ini sekaligus dari depan serta belakang.
Mulut Mr. Rossi menghisap-hisap puting payudara Aira dgn kasar sambil terus menusukkan k0ntol raksasanya. Pak Sony menjambak rambut Aira dari belakang sambil terus menghela batang kejantanannya keluar masuk celah pantat. Aira meremas rambut pirang Mr. Rossi sebab tdk tahan oleh kenikmatan yg dirinya rasakan. Dari mulutnya keluar desisan-desisan nikmat. Begitu pula deruhan napas singkat serta tdk beraturan dari Pak Sony yg membikin Aira juga terus bernafsu.
Keduanya menggauli Aira dgn terus cepat serta terus panas, semacam sedang mengejar sesuatu. Akhirnya pertahanan kemaluan Mr. Rossi pecah, serta kedua tangannya menekan bahu Aira ke bawah untuk memaksakan batang k0ntolnya tetap di dalam liang kewanitaan Aira ketika air maninya keluar.
Oooh.., Aira merasakan semprotan air maninya di dalam liang peranakannya. Mr. Rossi mengerang kuat dgn mata terpejam serta meremas kuat-kuat susu Aira,Sementara itu Pak Sony telah hampir mencapai puncak kenikmatannya! Helaan pantatnya terus cepat, serta akhirnya ditumpahkan air maninya di dalam pantat Aira sambil mengerang serta mencakari punggung Aira.
Baru hari ini Aira merasakan semburan sperma di celah pantatnya, sungguh nikmat.Bagian bawah pinggul Aira basah kuyup oleh keringat serta air mani kedua pria tampan itu. Pak Sony menghempaskan dirinya di sofa, di segi Mr. Rossi yg tetap merasakan dirinya berada di langit ketujuh menikmati orgasmenya.
Mereka kemudian memeluk serta menciumi Aira dgn sangat lembut serta mesra, sambil meminta maaf atas lakukanan mereka itu. Airapun mengakui terhadap mereka bahwa sebetulnya ia sangat menikmati ‘perkosaan’ itu.Kejadian malam itu tdk berhenti hingga disitu, sebab sejak malam itu Aira sehingga ketagihan melakukan seks dgn lebih dari 1 lelaki. Serta Aira mulai dijadikan sebagai pemuas serta sarana pelampiasan nafsu lelaki-lelaki maniak

Cerita Sex: Anuku Di Gilir


Aku seorang mahasiswi umur aku 21 tahun serta kuliah di PTS Jakarta, aku orisinil dari Yogyakarta serta di Jakarta aku tinggal dengan kakaku yg 3 bulan yg lalu baru menikah jadi dirinya sedang hangat hangatnya bermesraan mereka tak jarang jalan keluar malam alias keluar kota untuk kemarin hari.

Perkenalkan namaku Sandra wajahku lumayan cantik tinggi badanku 170 cm bodyku sangat langsing serta pastinya padat apalagi toketku yg lumayan besar, biasanya apabila kakakku serta suaminya keluar akulah yg tak jarang menjaga rumahnya, cerita ini berawal dari saat malam itu kawan kawan kampusku bermain kerumah untuk melihat film bersama.

Seusai kurang lebih jam 10 malam, tak sedikit dari kawan sy pulang serta tinggallah 2 kawan laki-laki sy, Hendrik serta Joni. Mereka berpikir untuk menemani sy, sebab tdk baik pikir mereka meninggalkan seorang gadis di rumah sendirian di waktu kakak sy “berbulan madu” dengan suaminya.
Kami berlima akhirnya nonton video yg kita sewa hingga akhirnya kita merasa mengantuk. Jam telah menunjukkan pukul 01:00 dini hari serta kebetulan besok merupakan hari Minggu, jadi kita tdk butuh khawatir untuk berangkat kuliah.

Rumah kakak sy memiliki 3 kamar, satu untuk kakak sy serta suaminya, satu untuk sy serta satu lagi merupakan kamar tamu (pembantu pada sore hari kurang lebih pukul 19:00 pulang kembali ke rumahnya yg terletak di kampung yg dekat dengan perumahan kakak sy).

Akhirnya kita bertiga memutuskan untuk tidur. Sy tidur di kamar sy sendiri, Joni tidur di sofa di depan TV serta Hendrik tidur di kamar untuk tamu. Sy tutup pintu kamar sy seusai berangkat ke kamar mandi untuk sikat gigi, buang air kecil serta mencuci kaki serta muka (kebiasaan sy sebelum tidur).

Kemudian kebiasaan sy yg lain dalam faktor tidur ini merupakan sy menanggalkan semua pakaian sy kecuali celana dalam sy, lalu sy menutupi tubuh sy hanya dengan selimut tebal. Sy nyalakan lampu kecil di aspek ruangan kamar sy serta mematikan lampu kamar sy.
Sy tertidur seketika itu juga sebab rasa lelah sy. Tdk lama kemudian sy merasa ada seseorang yg masuk kamar sy serta menyalakan lampu dengan tiba-tiba. Sy melihat Hendrik di pintu dengan mata yg terbelalak.

Sy yg sempat belum sadar atas keadaan tubuh sy yg telanjang, tiba-tiba langsung terpekik serta spontan menutupi ketelanjangan dada sy.
“Ookkhh! aduhh.. aduhh.. kok ngga ketok-ketok dulu sih! gila loe Ndrik.. aduh..” kata sy dengan keadaan yg bimbang serta sangat malu.
“Hah! astaga! sorry banget ya! aduh sorry banget! gue cuman mao nanya dimana kamar mandi.. gue kebelet banget nih!” Hendrik dengan sedikit gagap menutup pintu kamar sy.
Tapi sebelum pintu sangatlah tertutup tiba-tiba Joni datang ke kamar mencegah Hendrik untuk menutup pintu kamar dengan argumen ingin melihat apa yg terjadi.
“Gila.. seksi banget loe, ya,” tiba-tiba Joni menyeletuk serta berlangsung cepat menuju sy.
Sy bisa melihat di sorot matanya nafsu yg entah datang darimana,
“Ndrik! buruan ke sini! cepet!” teriak Joni lagi terhadap Hendrik.
Otomatis Hendrik datang ke arah sy dengan sorot mata yg kesetanan juga.
“Oi.. apa-apaan ini! lepasin gue! lepasiinn!” teriak sy sekuat tenaga, serta tiba-tiba Joni berteriak terhadap sy sambil membungkam mulut sy,
“Diem loe Say! gila.. siapa suruh loe nunjukin tubuh loe ke kita-kita! seksi banget loe Aay! Sorry nih gue mau nyoba dikit badan loe.. bolehkan Say?”
Mereka bertiga tertawa kecil seraya membuka selimut sy. Dengan cepat Joni menggenggam kedua pergelangan tangan sy dengan erat lalu melumat bibir sy habis-habisan. Sy sempat tdk bisa bernafas sebabnya serta terus berusaha memberontak.
Entah darimana datangnya tiba-tiba sy merasakan sesuatu yg lain ketika Hendrik membuka kedua kaki sy serta menggesek-gesekkan jarinya di luar celana dalam sy yg berwarna merah muda. Sy kemudian mulai menikmati keadaan saat itu serta mulai berhenti meronta.
Seusai Hendrik puas mencium bibir sy, dirinya bangun serta langsung menanggalkan semua pakaiannya. Begitu juga dengan Joni, mereka berdua dalam keadaan telanjang bulat dalam berbagai menit.
Sy sangat terangsang melihat tubuh mereka yg sangat keren, tdk atletis tapi melihat tubuh mereka yg lumayan tinggi serta berisi membikin sy kagum.
Di tahap tengah tubuh mereka sy melihat kont0l mereka yg telah sangat menegang serta ini membikin jantung sy berdetak dengan kencang sebab ini pertama kali sy melihat kont0l laki-laki serta sangat besar untuk sy.
Ukurannya kurang lebih 18 cm (rata-rata) serta kont0l Hendrik lah yg paling besar, sebab badannya yg sangat tegap serta agak sedikit berbidang. Terus terang sy menaruh perasaan suka padanya sejak melihatnya pertama kali di kampus.
Hendrik mendekati sy serta langsung memeluk tubuh sy dengan mesra. Kita berpagutan lagi hingga sy merasakan kenikmatan yg hebat saat Hendrik menyentuhkan jarinya dengan klitoris meqi sy yg tetap terbungkus celana dalam.
“Aahh.. Ndrik.. gue syng sama loe.. syng banget..” tanpa terbangun sy mengatakan itu.
Sy tdk tahu lagi bagaimana tutorial memberi tau perasaan sy padanya.
“Gue juga syng sama loe dari dulu.. make love sama gue yah Say..” kata Hendrik yg membikin sy terkejut.
Hendrik kemudian mulai menuruni tubuh sy serta beralih ke toket sy yg berkapasitas 34A.
“Aahh..Ndrikk.. aahh.. enak banget.. aahh.. aa.. aduhh.. pelan Ndrik..” kataku saat merasakan kenikmatan atas kuluman Hendrik di puting serta kurang lebih toketku.
Sesaat itu juga Joni kemudian berlutut di atas muka sy serta mengarahkan kont0lnya ke mulut sy. Perlahan-lahan dirinya memasukkan kont0lnya ke mulut sy serta dengan segera sy mengulum kont0lnya.
Joni segera mendesis keenakan,
“Aahh.. aakkhh.. anjir enak banget Say.. isepin dong Say.. aakkhh.. hh..” sambil hebat keluar masuk kont0lnya di mulut sy.
Sy merasakan cairan payau keluar sedikit demi sedikit dari ujung kont0lnya serta ini membikin sy merasakan sedikit aneh sekaligus nikmat.
Hendrik sendiri meningkatkan kenikmatan saat itu dengan menjilati bibir meqi serta klitoris sy dengan sangat lahap. Hendrik kelihatan sangat seksi dengan posisi serta wajah itu.
“Aaakkhh!Ndrikk.. loe apain memek gue.. aahh terusin Ndrik.. aahh.. aahh!” sy merasakan tubuh sy menegang serta kaki sy kaku, meqi sy terasa hangat yg menandakan sy telah mencapai orgasme untuk yg pertama kali.
Hendrik segera menjilati serta menelan habis cairan yg keluar dari meqi sy.Sementara itu Joni meneruskan memasukkan batang kemaluannya ke dalam mulut sy hingga akhirnya sy merasakan kont0lnya panas serta mengeluarkan semburan sperma yg lumayan tak sedikit.
Kurang lebih tiga semburan sperma ke mulut sy serta mau tdk mau sy menelan spermanya habis.
“Aaakkhh! Hhh.. hh.. enak banget Say.. thnaks! loe lanjutin aja sama Hendrik,” terkesan Joni mengedipkan mata yg nakal terhadap Hendrik. Hendrik hanya tersenyum lalu melanjutkan permainan kita berdua.
Hendrik kemudian memasukkan jari tengahnya ke dalam celah meqi sy dengan cara perlahan-lahan lalu keluar masuk ke celah sy berulang hingga tubuh sy menggelinjang.
“Ndrik.. pelan-pelan yah Ndrik.. ini pertama kali, gue tetap perawan,” kataku terhadap Hendrik untuk berhati-hati.
“Iya, Say.. trust me,” katanya seraya memasukkan jarinya ke dalam celah meqi sy.
Ia kemudian mengeluarkan kembali jarinya serta memegang kont0lnya yg telah mengeras sejak tadi.
Ia lalu menggesek-gesekkan ujung kont0lnya ke permukaan meqiku serta ini membikinku terus penasaran terhadap “barang”-nya itu.
“Ohh Ndrik.. dimasukkin nikmat yah Ndrik.. cobain donk Ndrik.. oohh.. ohh..” kataku sambil memejamkan mata serta berpegangan pada kedua lengannya sebab mencoba menahan rasa birahi serta penasaran yg bertubi-tubi.
“OK.. tahan sakitnya yah Syng,” katanya sambil mengecup bibirku, lalu mengambil posisi untuk memasukkan kont0lnya ke dalam meqiku.
Hendrik dengan tangannya yg kuat membawa kedua kakiku ke atas serta membukanya jadi celah meqiku membuka dengan sempurna.
“Punya kalian kecil.. jadi bakalan agak sakit.. tahan ya!” katanya lagi sambil menusuk pelan-pelan kont0lnya ke dalam celah meqiku.
“Ookkhh! oouucchh! ookkhh.. sakiitt.. sakitNdrikk! jangan dimasukin! aakkhh..” aku berteriak kesakitan sebab terbukti kont0lnya yg sangat besar itu sangat mustahil untuk masuk ke liang senggamaku yg tetap sangat sempit.
Tapi tanpa memperdulikan teriakanku, dirinya malah makin mengganas bahkan mungkin teriakanku itu membikinnya makin terangsang serta menjadi kesetanan. Ditusuknya berkali-kali hingga akhirnya hanya ujung kont0lnya yg masuk seusai 5 menit berlalu.
Tubuh kita berkeringat, khususnya sy yg menahan sakit serta berpegangan kuat terhadap ujung bantal. Sy telah mulai menangis kesakitan serta Hendrik memeluk sy sambil menciumi sy untuk menenangkan diri sy.
Sewaktu rasa sakit telah bertidak lebih sebab ciuman bibir kita berdua, dirinya mulai mendorong pelan-pelan agar kont0lnya bisa masuk ke dalam meqi sy.
“Ookhh oohh.. sempit banget Say.. ahh.. aahh,” Bless! akhirnya dengan berbagai kali sentakan yg sangat kuat serta penuh rasa sakit, kont0lnya sanggup masuk semuanya ke dalam meqi sy.
Seusai kita berdua sanggup menanggulangi kondisi, Hendrik mulai memeluk tubuh sy serta menggenjot kont0lnya keluar-masuk meqi sy. Kenikmatan yg begitu hebat yg belum sempat sy rasakan selagi masturbasi membikin sy mendesah keenakan.
“Ooohh.. ohh.. oohh.. oohh.. eemmpphh.. nikmat..Ndrikk.. gue syng.. loe.. bangett.. ahh.. ahh..”
“Memek Sandra nikmat banget! oookkhh! oookkhh..”
Sy sempat orgasme berbagai kali yg menghasilkan tak sedikit kontraksi di celah senggama sy (yg memancing kenikmatan bagi Hendrik) sebelum akhirnya Hendrik mencapai puncaknya.
“Gue nyampe Sy.. aahh.. hh.. aakkhh!”
“Creett.. Creett..”
Entah berapa kali Hendrik menyemburkan air maninya serta jatuh lemas di atas tubuh sy. Kita berpelukan sangat erat serta berciuman hingga akhirnya kita tertidur berdua dalam keadaan sangat basah sebab keringat. Keesokan paginya kita madi berdua serta bermain lagi hingga puas hingga akhirnya saatnya Hendrik untuk pulang ke rumahnya.
Sampai kini Hendrik serta sy berpacaran serta tetap meperbuat hubungan seksual. Kadang kita berempat (sy, Hendrik, Joni serta pacarnya) bermain bersama.

Cerita Dewasa: Pelajaran Mesum Khusus Buat Kekasihku


“sayank, ayo masuk..udah masuk nih..” sahut Anik (21) yg tdk lain merupakan pacarku.
Anik terbilang cewek yg cantik, putih bersih, tinggi, seksi, serta tubuhnya pun proporsional.
“iya nantik, kalian masuk duluan aja..” jawabku,
“bener ya? Awas lho kalo sampe bolos lagi” sahut Anik,

“iya yannnkkkkkk..” jawabku, lalu Anik pun berangkat serta masuk kelas sedangkan aku tetap asik saja kongkow bersama kawan-kawanku.
Sebab keasikan kongkow, aku pun sehingga bablas untuk masuk kelas,
“hhmmmm keren ya bolos lagi..nongkrong aja terus!” sahut Anik sambil menjewer telingaku,
“aaa..aduhduhduhh..sakit yank..” jawabku sambil dijewer,
“dibilangin jangan bolos juga, malah tetap bolos..uuuuuuffftttt..” sahutnya,
“iya iya ampun yank, gak lagi-lagi aku bolos..” kataku,

“gak ada ampun-ampunan, ikut aku pokoknya..” jawabnya sambil menjewer kupingku, aku pun menjadi tertawaan kawan-kawanku sebab faktor itu.
Anik pun melepaskan jewerannya ditanganku,
“pokoknya kalian wajib ngerti pelajaran tadi..” sahut Anik,
“ya tp gimana caranya sayank?” tanyaku,
“kita kerumah kalian sekarang, aku yg ajarin kamu..” jawabnya, lalu aku pun pulang kerumah bersama Anik sebab ada pelajaran tambahan yg bakal diberbaginya.
Seampainya dirumahku, aku ajak masuk Anik. Rumahku sedang sepi sebab orang tua ku berada diluar kota sebab urusan keluarga, jadilah aku serta Anik berdua saja.
“kamu tunggu dulu aja disini, aku mau bikin minum sama nambil cemilan dulu” kataku, lalu Anik pun menurut saja.

Aku pun kembali dgn mengangkat minuman serta cemilan,
“nah ayo kami mulai pelajarannya” sahut Anik, lalu ia pun mengajariku pelajaran tadi.
Cukup lama Anik mengajariku pelajaran kuliah tadi hingga tidak terasa jam telah memperlihatkan jam 3 sore.
“akhirnya berakhir jg..” kataku sambil berbaring dilantai,
“nah kini leluasa dah, terserah kalian mau ngapain” sahut Anik sambil merapikan catatan dibindernya,
“bener nih leluasa ngapain aja?” tanyaku,
“he’eemmhh..” jawabnya,

“kalo gitu giliran aku ngajarin sesuatu ke kamu..hehehehe..” jawabku sambil berlari kekamarku mengambil suatu  tas, “ngajarin apa? Kalian mau kemana?” Tanya Anik.
Lalu aku pun kembali dgn mengangkat tas punggung,
“apa itu yank?” Tanya Anik,
“sekarang giliran aku ngajarin kalian sesuatu..hehehehe” jawabku,
“iya tp apa?” jawab Anik penasaran,
“udah kini kalian nurut aja..coba tangan kalian taruh kebelakang..” sahutku, lalu Anik pun mengikutinya.

Seusai itu, aku ikat pergelangan tangan Anik menyiku kebelakang,
“aawwwhhhh kok tangan aku diiket gini sih yank?” Tanya Anik,
“gak apa-apa sayank, kalian nikmatin aja dulu..hehehe..” jawabku sambil mengikat tahap atas serta bawah payudaranya, “eeemmmmhhhhhh..aaahhhhhh..jangan kenceng-kenceng..” sahut Anik,
“iya ini jg gak kenceng kok..” jawabku, “yank, ini mainan apa sih? Kok aku diiket-iket gini?”
Tanya Anik,
“ini namanya bondage sayank, tp yg soft. Aku suka banget ngeliat gambar cewek diiket kayak kalian gini sayank” jawabku sambil mengikat pergelangan kakinya,
“oooh gitu..tp jangan apa-apain aku lho? Mentang-mentang aku diiket gini kalian dapat leluasa apa-apain aku” sahutnya, “ya enggak lah sayank, aku tuh sayang banget sama kamu..kamu sayang jg kan sama aku?” Tanyaku sambil aku ikat tahap betis serta lututnya,
“iya aku jg sayang sama kamu” jawabnya sambil tersenyum, lalu aku cium bibirnya yg merah itu,
”uuummmhhhhh mmmuuaaahhhh..”
Seusai aku ikat tubuh Anik, lalu aku pun memutar film. Anik pun mencoba melepaskan ikatan ditubuhnya dgn tutorial meronta,
“yaannkkk, lepasin dulu doonkk..pegel nih..” sahut Anik sambil meronta serta bersandar didadaku,
“kenapa sih sayank? Itu lihat filmnya..” jawabku,
“tp pegel yaannkkk..ayolah bukain sebentar..” sahutnya,
“ah kalian banyak bicara banget sih yank..” lalu aku pun beranjak serta mengambil sapu tangan serta bandana,
“buat apa itu yg? Lepasin aku dulu” sahutnya,
“ssstttttt udah kini kalian diem dulu ya..hehehhe” jawabku,
“yaannkkk jaaammmppphhhhhh mmmmppphhhh..” belum sempat Anik bicara, suatu  sapu tangan aku sumpalkan ke mulutnya serta aku tutup lagi dgn bandana supaya sapu tangan dimulutnya tdk dapat dikeluarkan.
“mmmmppphhhh mmmmppphhhh..” erang Anik sambil meronta, lalu aku rangkul tubuuh Anik supaya tdk tidak sedikit bergerak.
Anik pun mulai tenang dlm rangkulanku serta ia pun mulai menikmati filmnya. Perlahan tanganku pun mulai menelusup kedalam kemeja serta bra yg ia gunakan,
“mmmmpppphhhhh mmmmmmhhhhh..” desah Anik sambil terus menyaksikan film.
Aku elus-elus payudaranya sambil aku pilin-piin putingnya.
“mmmpppppphhhhhh mmmmmpppphhhhh mmmmhhhhhhh..” desah Anik saat payudara serta putingnya aku pilin-pilin.
Aku mulai isep-isep lehernya sambil aku pilin payudaranya,
“mmmmppphhhhh mmmmhhhhhh mmmmhhhh..” desahnya, aku terus meremas payudaranya sambil aku pilin putingnya serta aku isep-isep lehernya yg mulus itu.
“mmmmhhhhhhhhh mmmmmmmmhhhhh..” Anik terus memberbagi respon yg lumayan membikinku horny.
Lalu aku mulai telusupkan tanganku kedalam celananya,
“mmmpphhh mmmppphhh..” tiba-tiba Anik menjauh dariku serta memperlihatkan mulutnya yg disumpal,
“kenapa sayank?” tanyaku,
“ffuuaahhh..jangan kesitu dulu, aku belum dapet feelnya..” jawabnya.
“oooh oke deh..” lalu aku lanjut dgn mencium bibirnya,
“mmmppphhhh uuummmhhh..” aku lumat bibir Anik,
“mmmppphhhh mmuuaaahhhh..” Anik pun membalas lumatanku. Lalu aku lumat lidahnya sambil aku elus-elus payudaranya, “uuuuummmmhhhh mmmppphhhh aaahhh..” desahnya.
Aku terus elus-elus serta remas-remas payudranya,
“eemmmhhhh mmmppphhhh..” desah Anik sambil memejamkan matanya, lalu aku pilin-pilin putting Anik sambil sedikit menekan,
“aaaaaaahhhhhhhhh!” jerit Anik, langsung saja aku bekap mulutnya,
“ngapain sih jerit-jerit segala?” tanyaku sambil melepaskan bekapan tanganku,
“maaf yank kelepasan..hehehe..” jawabnya,
“waahh bahaya nih kalo kedengeran tetangga..” sahutku, lalu aku ambil sapu tangan serta aku sumpal mulut Anik supaya tdk menjerit lagi.
“mmmmppphhhhhh mmmpphhhhhh..” erangnya,
“nah kalo gini kan aman” jawabku sambil mengelus-elus payudaranya.
Aku buka kancing kemejanya lalu aku keluarkan payudaranya dari cup bra-nya serta itu membikin payudara Anik mencuat serta terus besar, aku elus-elus payudaranya sambil aku jilat-jilat putingnya.
“mmmmmmpppppphhhhhhhhh!!” jerit Anik sekali lagi, aku pun terus isep-isep putingnya sambil aku pilin-pilin putting yg satu lagi.
“mmmmppphhhh mmmmppphhhh mmmmppphhhh” desah Anik sambil memjamkan matanya, lalu aku buka celananya serta aku elus-elus meqinya.
“mmmpphhh mmmpphhh mmpphhh..” desah Anik keenakan.
Aku isep-isep putting Anik sambil aku elus-elus payudaranya, lalu aku baringkan Anik di sofa dgn serta aku tutup matanya dgn bandana,lalu aku jilat-jilat meqi Anik.
“mmmmppphhh mmmpphhh mmmpphhhh..” desah Anik sambil menggelinjang.
Lalu aku buka celanaku serta aku elus-elus meqi Anik dgn k0ntolku serta pelan-pelan aku masukan k0ntolku ke meqi Anik.
“mmmmmppphhhhh mmmppphhhhhh..” desah Anik, lalu aku mulai genjot-genjot meqi Anik perlahan.
“mmmppphhh mmpphhh..” desah Anik, aku isep-isep payudara serta leher Anik sambil terus genjot meqinya. aku lepas sumpalan di mulutnya lalu aku lumat bibirnya,
“uuummmhhhh mmuuuaahhh aahhh sayaannkk aahhh..” desah Anik tdk beraturan saat aku genjot meqinya sambil melumat bibirnya.
“aaahhh sayannkkk uuuhhhh aahhh mmmhhhh..” desahnya,
“kenapa sayank? Enak kan? Hehehe..” tanyaku, “aaahhhh mmmppphhhh aaahhhh aahhhh aaahhhh..” desah Anik keenakan, “aaawwwhhhh sayaaannkkk aaaahhhh saakkiiittt!!” jerit Anik saat aku menggenjotnya dgn kasar,
“ssstttt diem donk sayaaank..” sahutku, “aaaahhhh mmmppphhhh yaaannnkkkk aaammmppphhh..” desah Anik saat aku sumpal lagi mulutnya sebab takut didengar tetangga.
“mmmpphhh mmpphh mmppphhh..” terasa meqi Anik pun terus menjepit k0ntolku serta putingnya mengeras.
Kelihatanya Anik telah sangat horny, maka aku percepat genjotan di meqinya.
“mmmpphhh mmmpphhh mmmpphhhh mmmppphhhh..” desah Anik sambil menggelengkan kepalanya saat aku genjot meqinya sambil aku pilin serta isep-isep putingnya,
“mmmppphhhhhh mmmmpppphhhhh..” erangnya sebab telah tdk tahan lagi menahan orgasmenya,
“keluarin barengan ya sayang..” sahutku serta Anik pun terus mendesah serta menggelinjang,
“mmmppphhhh mmmppphhh mmmpphhhh..” desahnya,
“aaahhh sayaannkk aku mau keluar nih..” sahutku.
Tak lama kemudian kami pun orgasme bersamaan,
“mmmmmppphhhh mmmpphhhh..” desah Anik lemas.
Aku lepas dulu sumpalan dimulutnya,
“kamu luar biasa sayank, makin cinta deh sama kamu..” kataku sambil mencium bibirnya,
“uuummmhhh emmhhh aaammmhhhh..” Anik pun membalas ciumanku, ku lumat bibir serta lidahnya serta ia pun membalasnya. “kamu disini dulu ya, aku mau masak dulu buat kita..” sahutku,
“lepasin aku yaankk, pegel nih..” jawabnya,
“hehehe..nanti ya sayank, tp kalo kalian dapat lepasin aja sendiri..hehehe..” kataku sambil menyumpal lagi mulutnya, “tp yank eeuummppphhh mmmpphhhh..” belum sempat Anik bicara, aku sumpal lagi mulutnya dgn saputangan.
“aku masak dulu ya sayank..” kataku sambil mencium keningnya.
Lalu Anik pun mulai meronta-ronta melepaskan ikatannya sementara itu aku didapur memasak untuk kami berdua.
Berakhir masak aku pun kembali serta menonton Anik tetap keadaan terbelit sebab tdk dapat melepaskan diri dari ikatanku,
“lho belum lepas jg sayank? Hehehe” ledekku,
“mmmppphhhhhh..” jawab Anik, lalu aku lepaskan ikatannya serta aku bersihkan tubuhnya dari sisa-sisa spermaku.
Seusai kami berdua rapih, kami pun menyantap masakan yg aku buat. Seusai kejadian itu hubungan kami pun terus luar biasadan penuh warna. Setiap minggu kami rutin bermain dgn alias tanpa berhubungan badan (ML), serta aku berjanji gak bakal sempat buat Anik sedih. 

Cerita Sex: Abg Minta Di Ajarin Brutal Seks


Jimmy terkesan kesal, anak abg yg baru saja lulus dari bangku sma itu tdk diperbolehkan meninggalkan rumah. Remaja 19 tahun itu disuruh menjaga rumah oleh keluarganya, pasti Jimmy sangat sedih, keluarganya bakal pergi ke rumah saudara diluar kota.

“Ma, kok Jimmy gak boleh ikut sih?”,
“udahhh, kalian jagain rumah aja, cuman mau ngucapin selamat aja sama sodara kita, mereka baru saja menempati rumah baru”,
“tp kan ma…”,
“udah, kalian jaga rumah, kami pulang besok pagi”,
“aduh, tp ma…” udah, kalian main sama temenmu aja sana…”. Jimmy saat ini ditinggal keluarganya pergi keluar kota.

Saat ini remaja 19 tahun itu bimbang wajib meperbuat apa. Entah dari mana ia mempunyai ide untuk mendatangkan cewek panggilan, atau cabe cabean.
Segera ia mengambil handponya dikamar, ia telah menyimpan pin bb seorang cewek yg katanya suka sih cabe cabean. Nama cewek itu Karina, Jimmy lumayan heran kenapa cewek yg gambar bbnya itu tampak sangat cantik dibilang cabe cabean.

Segera Jimmy menghubunginya lewat bbm, serta ia tampak makin terkejut, sebab Karina membalasnya dgn cepat.
“Jimmy datang aja ke jalan ********, aku tunggu yaach” Suara Karina tampak membikin Jimmy sehingga gembira, voice chat itu sehingga petunjuk jalan untuk menemui Karina.
Segera Jimmy mengambil uang simpanannya, menggunakan pakaian favoritnya, lalu segera pergi ketempat Karina dgn motornya.

Seusai 15 menit perjalanan, Jimmy hingga disebuah tempat kost yg terbukti tampak semacam tempat kumpul kebo. Ia menonton Karina telah ada didepan kost itu. Jimmy segera memarkir motornya lalu mendekat. Karina tampak cantik sekali, dgn tanktop hijau serta hotpants, Jimmy tdk bisa mengatakan kata saat menghampiri cewek yg mempunyai buah dada montok itu.
“Jimmy yaach? Oiii, kok diem aja?”,

“eeh…anu…itu…iya..kenalin saya Jimmy” Jimmy menjulurkan tangannya, tetapi balasan yg diberbagi Karina bukan dgn salaman, tetapi langsung mencium pipi Jimmy, tampak Jimmy sehingga malu.
“Aduh, belum apa apa kok udah main cium aja sih, hehe”,
“Kamu ganteng sih, huh, gemes…” Karina mencubit pipi Jimmy, entah sebab terbukti Jimmy itu ganteng, atau sebab ia mengangkat motor Satria itu.
“Karina, kamu…”,

“Udah, ayo kami jalan jalan dulu ya…” Karina langsung merapat ketubuh Jimmy.
“eh…iya deh, mau kemana nih?”,
“Udaah, pergi dulu aja yach” Lalu Jimmy kembali kemotornya, tetapi saat ini ia merasa Karina yg duduk dibelakang memeluk erat tubuhnya, punggungnya serasa ditekan tekan benda kenyal.
Jimmy hanya bisa tersenyum, lalu segera pergi.
“Ganteeng, kami ketaman kota aja ya, jalan jalan, hehe”,
“oooh, iya deh, yuk” Jimmy mempercepat laju motornya, pasti untuk merasakan kenikmatan lebih dari pelukan Karina.
Berbagai menit kemudian mereka hingga ditaman kota, Jimmy segera ditarik cabe cabean itu untuk jalan jalan ditaman kota.
“Waah, rame yaa”,
“iya, Karina, kalian tetap sma apa udah…”,
“Aku tetap sma kok, eh sini… gambar dulu yuk” Lalu Jimmy mulai asyik bergambar selfie bersama cewek montok itu.
Kemudian Mereka lanjut berlangsung jalan sambil bercakap cakap. Setengah jam kemudian, Karina mengundang Jimmy untuk masuk ke mall didekat taman kota.
“Bas, kalian kok ganteng banget sih, kami ke mall itu ya, kelak gambar bareng digambarbooth situ”,
“hehe, iya, terserah kalian mau kemana” Jimmy menurut saja, bagaimana ia bisa menolak permintaan cewek montok yg semakin merangkul tangan kirinya itu.
Bukannya kegambarbooth, Karina malah asyik membeli berbagai kaos serta pakaian wanita, pasti Jimmy membiarkannya, sebab ia telah mengantisipasi faktor ini, ia juga telah mengangkat uang simpanannya. Karina pernah mencoba menggunakan berbagai baju yg ia beli,
“Bas, gimana? Pas gak?”,
“wah, pantes banget, kalian sehingga makin cantik loh”,
“hehe, makasih ganteeng, cup” Lagi lagi cewek itu mencium Jimmy.
Jimmy pasti saja merasa pengorbanannya bayar semua belanjaan cabe cabean itu telah pantas, sesuai apa yg Karina berbagi padanya. Seusai puas berbelanja, Karina mengundang Jimmy pulang.
“ayuk pulang Bas, kelak aku kasih hadiah dikost, hehe” Dalam hati Jimmy merasa menang besar, tampak ia berusaha menahan diri supaya tdk terangsang ucapan cewek centil itu.
Segera Jimmy mengantar pulang Karina menuju kostnya.
“Ayo ganteeng, sini sini, masuk masuk..” Saat tiba dikostnya, Jimmy segera diajak masuk kekamar kost Karina.
Jimmy telah tdk tahan ingin bercinta dgn cewek montok itu. Karina memselesaikan belanjaannya, kemudian duduk layaknya model untuk luar biasa perhatian Jimmy.
“Ganteeng, sini doong”,
“Jimmy perlahan mendekati cabe cabean itu,
“Ada apa cantik?”,
“Makasih yaa udah beliin aku baju baju yg keren”,
“Iya, apa sih yg gak buat kam…mmm” Belum berakhir bicara, Karina telah mencium Jimmy.
Tanpa butuh dikomando mereka telah asyik memperlawankan lidah mereka, juga asyik menikmati ciuman mesrah itu.
“mmmmm…cup…mmm..slruuup…mmm…Bas…mmm…kamu luar biasa deh…”,
“iya dong…mmm…slruup…kamu cantik sih..mm”. Jimmy semakin mencium cewek cantik itu, ia juga merobohkan tubuh mulusi itu, lalu tangannya mulai meremas buah dada montok Karina.
“mmm…aaahn…mmm…nakal kalian ya…mmm…tidak lebih kenceng remesannya…mmm” Jimmy makin menjadi, tangannya saat ini luar biasa tanktop Karina keatas, Karina yg tdk menggunakan bh itu saat ini buah dada montoknya telah diremas langsung oleh tangan jahil Jimmy.
“mmm…cup…mmm..aaah…mantep bas…uuh…cup…mmm…” Jimmy kemudian menghentikan ciumannya, lalu berpindah menjilati Puting merah muda Karina, Cabe cabean itu terkesan menggigit bibirnya merasakan kenikmatan itu,
“mmmmm…pentilmu imut banget, mmm…” Jimmy menggigit kecil puting yg mengeras itu,
“aaah…nakal kamu…hehe…hiih…belum ada yg gigit putingku…mmmm…kamu terbukti hebat” Jimmy menyedot puting itu, walau tidak keluar air susunya, Jimmy telah bahagia sekali.
“mm…oooh nikmat banget sih, tubuhmu seindah pesonamu Karina…mmm”.
“gantian dong ganteeng, sini sini, aku udah pengen ngulum k0ntolmu…” Celana Jimmy lalu dibuka, segera k0ntol remaja itu saat ini mulai dikocok oleh Karina.
“uuuh, besar juga k0ntolmu Bas,hehe…oommm” Karina suda menelan kepala k0ntol Jimmy dimulutnya, segera kepalanya bergerak naik turun mengulum k0ntol itu, tampak Jimmy merem melek merasakan kenikmatan luar biasa.
“mmmmm..mm..mmm..mmm.srluup..mmm” Gerakan cepat Karina mengulum k0ntol itu membikin Jimmy tdk tahan.
Creet Creet Creeeettt, Jimmy membanjiri mulut cewek cantik itu dgn spermanya.
“slruuuup…mmm…sedap banget bas, gak tahan nih, lepas pakaianmu ganteeng”. Segera Jimmy melepas pakaiannya, lalu remaja itu menonton Karina perlahan melepas hotpantsnya, bukan main bahagianya Jimmy, k0ntolnya langsung berdiri lagi saat Jimmy menonton Karina membuka selangkangannya memamerkan meqi basahnya yg terkesan menggairahkan. “Aduh cantiiik, meqimuu..aduh gemes, hmmm… sini biar aku sedot…”,
“haus ya? Kamu… auuuh…” Kepala Jimmy telah ada diselangkangan cabe cabean itu, ia telah asyik menjilati bibir meqi Karina, lalu ia juga mulai memasukkan dua jarinya kedalam celah kenikmatan itu.
Gerakan Jari Jimmy mengobok obok meqi basah itu membikin Karina mendesah keras.
“aaah…aaah…mmmf…uuh….geli bas…aaah” Jimmy makin nakal, ia memasukan lidahnya serta berputar putar menjilati dinding dalam meqi harum itu, Jimmy juga menyedot air yg keluar dari celah senggama itu.
”uuuhf…sedot semuanya bas….mmmf…aaahn” Seusai puas menikmati air kewanitaan Karina, Jimmy memegang k0ntolnya serta bersiap melesat masuk untuk mencetak goal.
Tetapi Karina menghentikannya.
“Pake ini dulu ganteeng” Karina mengangkat suatu  kondom ditangannya, lalu ia pasangkan kek0ntol Jimmy.
“nah, gini baru aman, yuuk sini sayaang” Karina kembali membuka selangkangannya, Meqinya yg tampak terbuka itu membikin Jimmy telah tdk sabar lagi.
Segera Remaja itu dgn cepat merayap keatas tubuh montok Karina, lalu sleeeb, k0ntolnya yg dibungkus kondom itu telah masuk dalam meqi Karina yg terasa tetap sempit walau telah tdk perawan.
“aaaaauhh….k0ntolmu besar banget bas….oooh…mmmf”,
“Tenang aja cantiik, pasti kalian puas deh…” Segera perlahan k0ntol Jimmy bergerak maju mundur, serta kenikmatan meqi
Karina mulai terasa menyelimuti k0ntol Jimmy.
“uuuuh, nikmat banget…meqimu tetap sempit… uuh” Segera Jimmy mempercepat gerakannya, saat ini Meqi Sempit cabe cabean itu mulai disodok keras k0ntol besar Jimmy, Karina tampak mulai menggelinjang.
“Aaaah..aaah..aaah..uuuh…bas…mmmmf…eih eih eih…oooh…mantep banget…uuuuf”,
“mmmf…iya cantik… aduuh…toketmu sehingga bergoyang…sini aku pegangin..oooh” Tangan Jimmy segera meraih buah dada montok Karina, saat ini benda bundar kenyal itu diremas remas tangan Jimmy.
“aaahn…mmmf…uuuh…bas….i love you bas…oooh…mmmf” Jimmy makin gembira mendengar desahan indah Karina.
Layaknya mesin jahit, K0ntol Jimmy itu dgn cepat melesat keluar masuk mengoyak meqi cabe cabean itu, Tubuh Karina makin menggelinjang.
“aaaahn…uuuuh…aaaah…mmm..oooh…sssh..mmmf…Jimmy…oooh…cintaku…mmmf”,
”Cantiik…mmmf…aku udah gak kuat..oooh” Creeet creeet, Sperma Jimmy tertahan didalam Kondom itu, Seusai itu k0ntol
Jimmy diraih tangan Karina, kondom itu dilepas, lalu Karina menyedot isi kondom itu, Karina terkesan bahagia sekali menikmati Sperma milik Jimmy.
“slruup…mmm…uhug uhug, Pejuhmu tidak sedikit banget sih, duh duh, dasar kalian Bas”,
“hehe, maklum, kan yg diewe cewek cantik kayak kamu”,
“Hehe, makasih Jimmy ganteeng, Kalian terbukti yg paling baik, hehe”. Seusai itu mereka segera berpakaian, lalu tampak Jimmy telah ingin pulang.
“Karina cantik, makasih buat kali ini ya… cup”, Jimmy mencium bibir Karina yg tampak tetap kelelahan itu.
“Iya ganteeng, kelak kalau ada peluang kami main lagi yach, makaciih” Lalu Jimmy segera meninggalkan kostan itu.
Tampak diwajah pemuda itu senyuman kemenangan. Jimmy sangat puas telah meniduri cabe cabean secantik Karina. Tidak menyesal ia menghabiskan semua uang tabungannya untuk menikmati tubuh montok Karina. 

Cerita Sex: Foto Bugil


Guru Biologi memberi kami tugas untuk meringkus kodok, mencari kepompong, meringkus kupu-kupu alias memotret 5 tipe kupu-kupu. Seusai bagi tugas, aku kebagian memotret kupu-kupu. Langsung saja kupinjam kamera om dan kebetulan om punya lensa yang keren yang bisa memperbesar semacam teropong.

Aku baru bisa memotret 2 tipe kupu-kupu. Itupun belum tahu hasilnya sebab filmnya belum di cuci cetak. Kawanku memberi saran untuk ke bukit sebab disana tidak sedikit tipe serangga dan mungkin ada kupu2 juga. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. Maka aku berkelana di bukit itu mencari kupu-kupu, sementara kawanku menantikan di warung.

Aku telah bisa lagi 2 kupu-kupu yang warnanya tidak sama, tinggal satu lagi. Di kejauhan kulihat ada dua sejoli berlangsung-jalan juga di bukit itu. Hmm romantic sekali. Aku gambar mereka memakai lensa close up. Cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Keduanya bertubuh atletis.

Aku meneruskan mencari kupu-kupu. Tidak juga bisa kupu-kupu ke 5, aku menonton 2 sejoli itu bermesraan, berciuman. Eh, tangannya meraba-raba dada perempuan, sedang yang perempuan meraba-raba celana laki-laki. Asyiik juga nih, nonton dulu. Kuarahkan kembali kamera untuk memotret mereka. Wah nyatanya mereka mulai mencopot kaos jadi bertelanjang dada. Makin seru nih..
Sebab agak tertutup pohon, aku mencari tempat yang bisa lebih jelas menonton mereka.

Terjadilah adegan berikutnya. Mereka bugil, saling mencium dada dan alat kelamin, lalu berhubungan sex. Mereka menikmati berhubungan sex di udara terbuka di bukit. Sementara aku semakin memotret adegan demi adegan. Lensa kamera om canggih juga, jadi aku bisa mengcloseup susu si cewek dan dengan jelas close up penis si cowok yang sedang menancap di memek cewek. Penisku ikut ngaceng menonton adegan itu.

Saat sedang asyik nonton dan memotret, lewatlah seekor kupu-kupu. Aku jadi ingat tugasku. Kelihatannya tidak sama dengan kupu2 sebelumnya, maka kuikuti kupu-kupu itu dan kucoba gambar. Dirinya bergerak semakin, dan baru saat sampaip di daun, dari jarak jauh aku langsung mengarahkan lensa kamera ke arahnya. Akhirnya aku bisa gambar dari lima ekor kupu-kupu.

Berakhir memotret kupu-kupu aku ingat lagi pasangan yang sedang mesum, tapi aku tidak menontonnya lagi, kelihatannya mereka telah berakhir. Aku kembali ke kawanku diwarung. Dari atas bukit aku sempat menonton sepasang kekasih itu naik kedalam mobil. Kupasang lagi kamera dan kugambar mobil itu, dan aku bisa nomor mobilnya.
Baca juga cerita sex terakhir di www.orisex.com

Sebab ada gambar-gambar mesum diantara gambar kupu-kupu, malam hari aku ke rumah kawan yang punya toko cuci cetak film. Kawanku bilang bahwa tokonya telah tutup, aku minta dispensasi sebab wajib dikumpulkan besok, dan supaya tidak merepotkan, biar aku kerjakan sendiri. Kawanku setuju dan dirinya hanya menolongku membuka toko dan menyalakan mesin cuci cetak. Aku sempat dikasih tahu tutorial cuci cetak, sangat praktis, tapi aku tanyakan untuk memastikan.
Lalu aku mencuci cetak dan tidak lupa ucapkan terimakasih sambil bayar ongkos.
Di kamar aku memperhatikan dengan kagum hasil gambar2ku, baik gambar kupu-kupu maupun gambar-gambar mesum. Aku tidak kenal yang laki-laki dan yang perempuan yang berbuat mesum itu. Supaya tidak ketahuan, aku menyimpan gambar2 mesum itu dalam koperku yang kukunci.
Sebab gambar kupu-kupuku yang dikualitas keren, aku tidak jarang diminta untuk menjadi juru gambar sekolah. Pasti saja aku sanggupi asal dipinjami kamera om. Sebulan kemudian, saat porseni antar sekolah, aku juga kebagian tugas memotret aktivitas sekolahku di porseni. Saat meliput pertandingan basket putri, aku menonton salah satu pemain lawan mirip dengan perempuan yang di gambar mesum.
Mumpung bawa kamera, segera aku gambar dia. Tanya punya tanya nyatanya namanya Tia salah satu tim basket putri dari SMA swasta populer di Padang,. Aku menyempatkan diri menyapa dan berkenalan dengannya dan sekali lagi mengambil gambar bersama tim SMA nya dan SMA ku. Salah satu gambar kukegunaaankan lensa untuk mengclosup wajah Tia.
Seusai aku cuci cetak, aku bandingkan gambar Tia dan gambar wanita yang ada di gambar mesumku. Menurutku orangnya sama. Waktu membagi2kan gambar terhadap pemain, khusus untuk Tia kusisipkan juga gambar muda-mudi, yang menurutku merupakan Tia, sewaktu sedang jalan berdua di bukit.
Kemarin hari kemudian saat pulang sekolah, kawanku mencariku dan memkabarhu ada cewek cakep menantikanku di dekat pintu psupaya sekolah. Aku kesana dan nyatanya Tia.
“Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya.
Aku mengikutinya. Dirinya mengajakku minum di kantin dekat sekolah.
“Kamu bisa gambar ini dari mana?”, tanyanya.
“Aku yang motret. Itu kalian ya?”, aku balik bertanya.
“Iya. Aku dan pacarku”, katanya. Ia meminum jusnya dan menatapku tajam, memperhatikan kedua mataku.
“Sekarang pacarnya dimana?”, aku belagak bloon.
“Masih kuliah di Surabaya. Gambar itu waktu kampusnya lagi libur”, Tia menjawab.
“Kamu motret kejadian berikutnya?”, tanyanya menyelidik.
“Iya”, jawabku. “Mati dah aku”, Tia menepuk jidatnya sendiri.
“Semakin kalian sebarin kemana2 ya?”, tanyanya agak geram.
“Nggak, nggak ada yang tahu”, jawabku
“Waktu cuci cetak kan pasti ada yang tahu”, katanya
“Aku cuci cetak sendiri di toko kawan”, aku mencoba menenangkannya.
“Semakin gambar2 itu dimana sekarang?”, dirinya agak lega tapi tetap khawatir
“Di koperku. Terkunci”, kataku
“Kalau gitu aku mau ambil,” katanya sambil berdiri.
Aku membawanya ke rumah om. Di rumah ada bibi yang hanya menyuci dan menyetipsa. Aku persilahkan Tia untuk menantikan dan bibi menjamu minuman. Lalu kubawa koperku ke ruang tamu dan kubuka didepannya dan kutunjukkan gambar2 mesum Tia dan pacarnya. Tia segera mengambil seluruh gambar, memasukkan ke tasnya dan beranjak pergi.
Besoknya Tia menantikanku lagi didepan gerbang. Kawan2 bersiul menggoda kami yang berlangsung menuju kantin.
“Minta klisenya biar tidak kalian cetak lagi”, katanya. Lalu kami kerumahku dan kuberbagi klisenya, mesikipun wajib kugunting2 sebab campur dengan gambar kupu-kupu.
2 bulan berlalu. Dirinya timbul lagi di gerbang sekolah dan minta aku bantu dirinya untuk buat gambar. Kami pulang meminjam kamera om dan seusai diizinkan aku kembali naik motor untuk mengikuti mobilnya. Tapi dirinya suruh aku jalan bersama naik mobilnya. Seusai membeli beberapa rol film kami melaju ke luar kota kearah Bukit tinggi di tepi danau. Menuju suatu  rumah yang katanya milik orang tua Tia dan dirinya minta tolong aku memasukkan koper dimobilnya ke dalam rumah. Isinya penuh dengan baju
“Terbuktinya kalian mau nginap disini?”, tanyaku
“Aku mau digambar pake baju-baju ini”, jawabnya.
Disana Tia minta di gambar dengan pemandangan alam danau dan kurang lebihnya. Lalu kami beristirahat di rumah itu sebentar.
“Nah kini gambarnya pake baju yang lain”, katanya, dan langsung ganti baju didepanku. Mesikipun proses ganti bajunya lumayan cepat, tapi aku sempat menonton tubuhnya atletisnya yang hanya tertutup bh dan celana dalam.
Lalu kami bergambar lagi, dan Tia ganti baju lagi dan berpoto lagi dan ganti baju lagi dan bergambar lagi. Setiap ganti baju aku menonton tubuh atletisnya. Aku menyempatkan memotretnya saat ganti baju. Bahkan diganti baju yang terakhir, Tia juga mengganti bh dan celana dalamnya sebab keringat. Aku juga sempat memotretnya saat bugil ganti baju, mesikipun dirinya membelakangiku.
Berakhir memotret kami makan dulu di lapau, lalu kembali ke rumah di pinggir danau.
“Kamu tadi motret aku waktu ganti baju ya?” tanyanya dan aku iyakan.
Tia bercerita mengenai gambar mesum dirinya dan pacarnya yang dulu kupotret. Gambar dan klisenya telah dibakar
Tapi dirinya kepikiran untuk digambar bugil yang keren, sebab gambar mesum yang jarak jauh itu agak goyang dan tidak fokus.
“Bagaimana menurut kamu?” ia memandangku.
“Terbuktinya di Padang ada tukang potret professional yang khusus gambar bugil. Setahuku di Eropa baru ada”, kataku.
Tia memandangku.
“Itu juga untuk ditampilkan di majalah porno. Kalau di Indonesia mah belum ada. Paling2 gambar pakai baju minim”, kataku lagi.
Tia memandangku tajam.
Sebab ditatap dengan tajam, aku menjadi kikuk,
“kenapa?” tanyaku.
“Kamu yang motret”, katanya. Apa? Tia minta aku motret dirinya bugil.
“Kamu bercanda”, kataku.
“Aku serius!”, katanya agak keras.
“Di kamar sini saja. Kasurnya keren, jendelanya menghadap danau”, katanya sambil mengajakku.
Aku mengikutinya. Dirinya memandangku lagi, Aku tidak bergerak.
“Ayo ambil kameranya”, katanya, Aku segera mengambil kamera, dan saat kembali kekamarnya.. Tia telah bugil. Aku berhenti dan terpana.
“Posenya bagaimana?”, dirinya duduk ditepi ranjang.
“Coba macam2 pose saja”, kataku asal2an sebab tidak punya pengalaman gambar nudis.
Akhirnya aku memotretnya dengan beberapa pose duduk dan berdiri di beberapa lokasi di dalam kamar dan rumah itu. Tubuhnya benar sintal, kenyal, padat dan perawakannya atletis. Kakiknya panjang, pundaknya agak lebar dan lehernya jenjang. Lalu Tia menuju ranjang dan tiduran dikasur. Aku memotretnya dan menyempatkan untuk close up susu dan memeknya. Susunya kecil dan bibir memeknya tidak tebal ditutupi bulu-bulu halus.
“Kayaknya susunya tidak lebih menantang”, kataku.
“Semakin gimana dong”, katanya. Aku menghampirinya dan memegang susunya. Tia menampik tanganku.
“Putingnya wajib tegang menantang. Ini mah lembek”, kataku.
Tia diam menatapku. Aku ulurkan lagi tanganku ke susunya dan didiamkannya. Akhirnya kumainkan dan kuplintir susu Tia jadi ia sedikit terangsang dan puting susunya mulai tegak menantang. Lalu kupotret kembali.
Saat memotret memeknya, kubilang juga bahwa memeknya tidak lebih menantang. Tia menolak. Mesikipun kubujuk dirinya tetap menolak.
“Oke deh, kami akhiri sesi gambarnya”, kataku. Lalu Tia berpakaian kembali.
Aku berangkat ketepi danau bermain air. Tidak lama Tia menyusul bermain air di danau. Aku menyiramnya dan dirinya balas menyiramku. Akhirnya kami sama2 basah kuyup. Saat kembali ke rumah, Tia berganti baju, sedangkan aku tidak mengangkat baju ganti.
Tia tertawa,
“Jemur dulu pakaianmu. Lumayan diangin2 bisa kering”
“Tapi aku tidak bawa baju ganti. Pinjam dulu bajumu”, kataku
“Enak saja. Bugil dong.”, Tia tertawa bahagia.
“Ayo bugil. Gantian aku yang lihat kalian bugil”, Tia semakin tertawa meledekku.
Akhirnya aku bugil dan menjemur pakaianku. Tia segera mengambil kamera dan memotretku sedang bugil. Tapi dirinya tampak kebingungan sebab tidak tahu tutorial memakai kamera canggih itu. Gantian aku yang tertawa. Dan mesikipun didesak, aku tidak mau memberi tahu.
“uuh.. semakin bagaimana supaya aku bisa gambar bugilmu”, Tia menggerutu.
“Asal dipotret bugil berdua dengan kamu, baru bisa”, kataku ngeledek. Tia memukulku, namun kemudian sambil menggerutu ia mencopoti seluruh pakaiannya.
“Aku telah bugil juga nih, semakin bagaimana?”, tanyanya semacam tidak sabar.
Kuambil tripod mini, lalu kuatur kamera untuk memotret otomatis dan kuarahkan ke Tia. Lalu aku berdiri menghampiri Tia dan ckrek kami bergambar bugil berdua.
“Wah hebat. Bagaimana kalau kami bikin gambar erotis”, dirinya bersemangat.
Akhirnya kami bergambar bugil berdua dengan beberapa pose. Kemudian aku memperkenalkan pose berhubungan seks dengan tutorial aku menempelkan selangkanganku ke selangkangannya tanpa memasukkan penisku ke memeknya. Tia setuju, dan mulailah kami bergambar seolah sedang meperbuat hubungan seks, namun penisku hanya menempel di memeknya.
Saat telah berakhir aku menonton tetap ada sisa tiga film.
“Tanggung dihabiskan saja”, kata Tia.
Namun kami bimbang sebab semua posisi telah dipotret.
“Begini saja, kalian terlentang lagi dan lihat kamera, kelak aku duduk dekat pantatmu” kataku, lalu kuletakkan kamera disebelah kepalanya jadi Tia semacam mendongak menonton kamera, namun dalam posisi terlentang. Aku kearah pinggulnya dan menempelkan penisku di memeknya mencoba posisi yang pas untuk dipotret.
“Nah kelak begini posisinya, kepalamu jangan lihat aku, tapi mendangak lihat kamera, oke?”. Tia setuju, lalu aku mulai memasang timer kamera dan segera kembali ke posisi.
Timer kusetel 20 detik jadi aku punya waktu untuk mengatur posisi. Kutempelkan lagi penis di memeknya. Kulihat memeknya telah basah tanda Tia telah lama terangsang. Lama aku bersi kukuh dalam posisi itu. Ketika timer telah hampir habis, iseng kudorong pantatku jadi penisku masuk ke memeknya.
“Haa?!”, Tia kaget dan ‘cpret..’, kamera dengan cara otomatis memotret.
“Hey, kalian keras kepala ya!!”, kata Tia marah. Tapi dirinya tidak segera mengeluarkan penisku dari memeknya.
Aku tersenyum nyengir,
“Masih ada 2 film lagi”, kataku
“Semakin kami pose apa lagi?!” tanya Tia
“Kamu tidur miring, lalu aku dari belakang”, kataku
“Semacam yang tadi lagi dong?!” katanya.
“Iya, tapi ada bedanya”, aku tersenyum.
Tia tetap berlagak judes, tapi diam dan mengikuti arahan gayaku. Dirinya tidur miring, kuatur kamera untuk memotretnya, hari ini kusetel 1 menit, lalu aku memposisikan diri dibelakang Tia. Satu kaki Tia diangkat sedikit jadi memeknya kelihatan, lalu ujung penisku menempel di memeknya.
Masih ada 50 detik lagi.
“Siap?”, kataku.
“Iya”, Tia menyahut.
Seusai Tia menjawab, maka kudorong pantatku jadi penisku masuk lagi ke memeknya.
“Ahh..”Tia kaget, tapi tidak bereaksi.
Menonton dirinya tidak bereaksi maka kuayun pantatku jadi penisku keluar lalu masuk lagi ke memeknya.
“Ahh” Tia mendesah lagi.
Akhirnya kuberanikan diri kuayun semakin menerus jadi penisku keluar masuk memeknya berulangkali.
“Ahh..ahh..ahh”, Tia juga berulangkali mendesah setiap penisku menusuk memeknya.
“Ah..ah..kok.. la..ma…ya.. ka..me..ra..nya..Ah”, Tia semakin mendesah.
“Cepret” kamera otomatis memotret.
“Su..dah tuh..”, kata Tia terengah.
Aku tidak peduli, dan semakin mengayun pantatku. Tia diam saja. Akhirnya kubalikkan tubuhnya sampai terlentang kembali, aku merayap diatasnya. Kuluruskan penisku dan kudesakkan kecelah memeknya. Tia mendekapku erat, sambil membalas menggoyang-goyangkan pinggulnya dan mengerang-ngerang.
Akhirnya kami meperbuat hubungan sex di rumah kecil pinggir danau itu. Kami mengulanginya 2 kali lagi sampai malam tiba. Berakhir 3 babak sex  itu, kami berkemas pulang. Kebetulan bajuku telah kering. Diperjalanan kurang lebih Bukittinggi, tidak lupa kami mampir di rumah makan untuk memulihkan energi.
Tia mengambil semua rol film dan minta aku menghubungi kawan di toko film. Untuk menjaga kerahasiaan, Tia minta proses cuci cetak diperbuat bersama. Kalau kawanku tidak memberi izin maka tidak butuh cuci cetak dan klise langsung dibakar. Aku setuju saja.
Untungnya kawanku mau mengerti dan memberi Tia dan aku peluang untuk mencetak sendiri di malam hari. Dirinya ambil semua gambar bugil dirinya, sedangkan gambar bugil kami berdua dan dua gambar seks kami diberbaginya padaku. Tia tidak mau menyimpan gambar seks itu takut ketahuan. Sedangkan gambarbugil dirinya bakal disimpan dengan cara rahasia, kalaupun ketahuan bakal bilang bahwa dipotret sendiri pake timer.
Dia minta pendapatku dua gambar bugil dirinya yang paling baik yang mana. Aku tunjuk gambar bugilnya yang tidur agak terlentang dikasur dan gambar bugil yang berdiri didekat jendela jadi memunculkan sedikit efek siluet. Lalu dirinya mencetak kedua gambar itu sekali lagi, dan diberbagi kepadaku.
“Aku bakal bakar klisenya. Jaga baik-baik semua gambar yang aku kasih buat kamu. I thrust you”, katanya sambil mencium pipiku.
“Oke” kataku. Dan aku tertawa2 kecil.
“Ada yang lucu?”, tanya Tia
“Iya, aku tetap merasa lucu menonton gambar kalian yang menunjukkan ekspresi wajah campuran antara kaget, sakit dan nikmat, waktu aku pertama kali iseng mencobloskan kontolku ke memekmu”, aku tersenyum.
Tia meninju pundakku,
“Awas ya!”, katanya sambil ikut tertawa.